Free
Cerita17.club

CERITA 17 ǀ CERITA XXX ǀ CERITA SEX ǀ CERITA MESUM ǀ CERITA DEWASA ǀ CERITA BIRAHI ǀ CERITA SERU ǀ CERITA NAKAL ǀ CERITA NGEWEK ǀ CERITA HOT ǀ CERITA PANAS ǀ CERITA TERBARU

http://cerita17.club

Komik Sex
Cewek Penyuka Hewan Cerita17.club
click here

Cewek Penyuka Hewan

( by : angel )

Mungkin tidak ada yang menduga kalau aku memiliki orientasi seks menyimpang seperti ini. Di luar, aku hanyalah seorang gadis muda berumur 20 tahun yang biasa, yang kesehariannya kuliah di salah satu universitas ternama di kota ini. Aku juga sudah punya pacar. Dengan wajah cantik, tubuh indah dengan kulit putih mulus memang tidak sulit bagiku untuk mencari pacar, bahkan banyak cowok yang mengejar-ngejar diriku. Tapi ada satu hal yang tidak diketahui oleh siapapun, termasuk oleh pacarku yang berpikir telah mengetahui segalanya tentang diriku. Aku, seorang pengidap beastiality.

Awalnya aku sering membayangkan bagaimana rasanya bercinta dengan hewan, khususnya anjing. Entah kenapa vaginaku jadi basah tiap kali aku memikirkan hal itu. Hingga akhirnya ku putuskan untuk mulai mencobanya karena saking penasarannya. Kebetulan di rumah aku memelihara dua ekor anjing jantan yang badannya cukup besar.

Siang itu setelah pulang kuliah, ku putuskan untuk tidak mengenakan pakaianku. Aku memang tinggal sendiri di rumah ini, orangtuaku tinggal di kota lain, hanya sesekali mereka datang kemari. Dengan bertelanjang bulat aku keluar kamar menuju halaman belakang di tempat anjing-anjingku dikandangkan. Rencananya aku ingin memberi mereka makan, kemudian memandikan mereka. Jantungku berdebar kencang memikirkan kalau aku akan mandi telanjang bulat bersama anjing-anjingku yang besar-besar ini. Ku buka pintu kandang itu, dengan segera mereka meloncat ke arahku, lalu menjilati wajah dan tubuhku. membuat aku menjerit kecil dibuatnya. Mereka memang sering bertingkah seperti ini, apalagi ketika waktunya makan. Sekarang aku yang bertelanjang bulat sedang dikelilingi mereka, sebuah sensasi yang luar biasa. Apalagi aku memikirkan kalau aku ini adalah betina-betina mereka, membuatku semakin horni dibuatnya.

“Aw.. geli… iya-iya… kalian lapar yah? Bentar aku siapin dulu. Habis ini mandi yah” kataku berbicara pada mereka.

Tampak mereka kesenangan dengan lidah menjulur dan ekor mengibas-ngibas. Saat mereka makan, aku juga iseng meletakkan makanan anjing itu di tanganku, berharap mereka mau memakannya langsung dari tanganku, dan ternyata mereka mau. Terasa sangat geli saat tanganku bersentuhan langsung dengan lidah mereka. Tanganku yang putih mulus sampai berlumuran air liur anjing-anjingku ini.

“Kenyang? Sekarang mandi yuk.. barengan sama Angel” ajakku setelah mereka selesai makan.
Aku bawa mereka masuk ke dalam rumah menuju kamar mandi. Ku nyalakan shower, membiarkan tubuh telanjangku dan anjing-anjingku ini basah. Sebuah pemandangan yang ganjil, seorang gadis yang cantik sedang bertelanjang bulat dan basah-basahan bersama dua ekor anjing yang besar. Keadaan kami yang basah-basahan membuatku semakin horni.

Saat mandi mereka tetap saja tidak mau tenang, terus saja melompat-lompat kearahku berusaha menjilati wajahku. Aku juga akhirnya menangkap badan mereka saat mereka melompat ke arahku, sehingga kini aku jadi berpelukan dengan anjingku, membuatnya makin leluasa menjilati wajahku hingga berlumuran liur mereka.

“Aduh… geli, iya-iya… jilatin aku deh sepuas kalian. Hihihi…” kataku pasrah saja wajahku dijilati mereka. Lidahku juga ku coba keluarkan untuk menyambut lidah mereka yang bergerak liar di wajahku.

“Hati-hati… duh.. aw…” aku terjatuh. Badannya yang berat membuat aku tidak bisa berlama-lama menahannya, aku pun jadi terjatuh ditindih anjingku. Oh tuhan, ku lihat penisnya berada di depanku. Aku jadi berdebar-debar dibuatnya. Aku yang sangat penasaran kemudian mencoba meraih kemaluan anjingku ini, mengelus-ngelus dan mengurutnya. Mataku takjub melihat ukuran penisnya jadi semakin membesar. Aku menurunkan tubuhku sedikit lagi sehingga penis itu tepat di depan wajahku. Pelan-pelan ku dekatkan wajahku dan mencoba mengulum kemaluannya, nafsuku yang begitu besar membuat perasaan jijik itu hilang.

Sambil menjilati batang kemaluannya yang terasa semakin keras dimulutku, tanganku juga meremas buah zakarnya. Lama-kelamaan terasa ujung penisnya mulai mengeluarkan lendir bening, rasanya sangat aneh dan begitu bau, tapi aku tetap saja mengulum dan mengocok batang penis itu. Tanpa peduli rasa dan aromanya, ku coba menelan semua cairan yang sebenarnya sangat menjijikkan itu.

Ku lakukan hal yang sama pada anjingku yang satunya, sampai batang kemaluannya menjadi keras dan mengeluarkan cairan bening juga di dalam mulut mungilku. Birahiku semakin naik, sensasi ini sungguh luar biasa. Dengan bertumpu pada lutut dan tanganku, ku tunggingkan pantatku sambil tetap mengulum penis anjing ini. Berharap anjing yang satunya mau menggenjot tubuhku, baik lubang vagina maupun anusku.

Tidak lama, terasa sesuatu yang hangat membasahi permukaan vaginaku. Ternyata vaginaku sedang dijilati anjingku ini, bahkan beberapa saat kemudian batang penis anjingku itu menyeruak masuk ke vaginaku. Kini aku telah disetubuhi oleh anjingku sendiri. Dengan naluri kehewanan mereka, anjingku itu mulai menggenjot tubuh tuannya yang seorang gadis muda yang cantik ini.

“Ngghhh… terus… entotin Angel. Aku.. nggh… betina kalian, silahkan entotin betina kalian ini sepuasnya” racauku menggila. Aku benar-benar telah menjadi betina mereka! Bersedia sepenuh hati membiarkan anjing-anjing ini menyetubuhi diriku.

Mereka secara bergantian memasukkan penis mereka ke vaginaku, bahkan lubang anusku juga dimasuki penis mereka. Terasa sangat sakit karena aku tidak pernah berhubungan anal dengan siapapun sebelumnya. Tapi sebagai betina yang baik tentu saja aku tidak boleh mengecewakan para pejantanku. Aku bahkan ikut menggoyangkan pinggulku seirama dengan goyangan mereka yang khas.

Sambil yang satunya menggenjot vagina maupun anusku, satunya lagi ku kulum batang penisnya. Hingga akhirnya mereka bergantian menumpahkan sperma mereka di dalam mulutku, rasanya begitu menjijikkan dan membuatku mual. Tapi aku yang sedang horni akhirnya menelan juga benih-benih anjing ini, masuk melewati kerongkonganku dan jatuh ke lambungku. Sisa-sisa sperma mereka yang berceceran ku ratakan di buah dadaku. Sensasi ini sungguh luar biasa.

Saat selesai mandi, mereka menggoyangkan badan mereka untuk mengeringkan badan mereka sendiri, tentu saja membuat cipratan air kemana-mana, aku malah tertawa kecil saat terkena cipratan air dari tubuh mereka. Ku keringkan tubuhku dengan handuk, dengan cuek kugunakan handuk yang sama untuk mengeringkan badan mereka.

Entah kenapa aku jadi ketagihan melakukan hal yang tidak normal seperti ini. Tiap hari aku selalu disetubuhi oleh anjing-anjingku. Mulut, vagina dan lubang anusku selalu diisi oleh penis-penis mereka. Kami melakukannya dimanapun, baik di kamar mandi, ruang tamu, dan di atas ranjangku. Sprei tempat tidurku jadi beraroma anjing dibuatnya, bahkan banyak noda-noda sperma mereka disana. Sengaja tidak sering ku ganti karena aku memang suka aroma tersebut. Beberapa kali aku juga pernah disetubuhi di dalam kandang mereka yang sempit, bahkan bermalam disana layaknya betina mereka yang baik yang bersedia menampung benih anjing mereka baik di mulut, vagina maupun anusku. Aku bahkan berharap seandainya aku bisa hamil oleh mereka, tapi hal itu tentu saja tidak mungkin terjadi.

Semakin hari sifat anehku ini semakin menjadi-jadi. Aku merasa tidak cukup hanya dengan anjing. Aku ingin mencoba sesuatu yang lebih. Suatu sensasi yang lebih gila dan liar, bahkan yang lebih menjijikkan.

###


Segera ku lepas pakaian yang ku kenakan, sehingga tubuh indahku yang putih mulus kini tidak tertutup apa-apa lagi. Ku melangkah menuju bathtub yang sudah penuh terisi, tapi di dalam sana tidak hanya berisi air, namun juga terdapat segerombolan belut yang diameter badannya seukuran dua jari orang dewasa.

“Hai semua.. udah lama yah nungguin aku? Temani Angel mandi yah… hihihi” kataku berbicara pada makhluk-makhluk berlendir itu.

Seakan mengetahui teman mandinya sudah datang, belut-belut itu terlihat berenang tidak tentu arah saat kakiku mulai masuk ke dalam bathtub.

“Gak sabar yah kaliannya.. tenang dong.. geli tau..” kataku. Akupun segera duduk dengan memeluk kakiku yang terlipat. Dengan cepat belut-belut itu mengelilingi tubuh telanjangku, menyelip di sela-sela pahaku. Seperti biasa, dadaku selalu berdebar-debar saat melakukan hal ini. Sebuah sensasi dan kepuasan tersendiri yang tidak pernah ku dapatkan dari sentuhan laki-laki. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi bila pacarku melihat diriku sekarang, pacarnya yang cantik melakukan hal mesum dengan berendam dalam bathtub penuh belut seperti ini. Gadis yang dicintainya ternyata memiliki kelainan yang betul-betul tidak normal. Bahkan beberapa hari yang lalu aku berendam dengan beberapa kodok beserta onggokan telur-telur mereka yang tampak menjijikkan itu.

Tubuhku bergetar, rangsangan luar biasa dari gesekan-gesekan kulit belut yang berlendir pada kulit mulusku membuatku menggila. Aku merasa sangat seksi dengan keadaan ini. Bayangkan saja, gadis muda dengan wajah cantik serta tubuh indah yang putih mulus, berendam di dalam bathtub yang dipenuhi segerombolan belut!

Belut-belut itu kini mulai mencoba masuk ke dua lubang vaginaku, gilanya aku malah tertawa geli dibuatnya.

“Adududuh… gak sabaran amat nih kaliannya, mulai nakal yah…” kataku manja sambil menggeser-geser posisi dudukku. Kakiku makin ku rapatkan, tanganku juga ku kibas-kibaskan dalam air seperti mencoba menghalau mereka menjauh dari tubuhku. Tapi tetap saja jumlah mereka yang cukup banyak tidak bisa ku atasi sendiri.

“Hihihi… dasar kalian, ya udah… boleh masuk kalau mau masuk, tapi satu satuuuu…” kataku mendesah sambil sedikit melonggarkan pahaku. Sekarang aku tidak mempermasalahkan lagi aktifitas mereka yang semakin menjadi-jadi menggerayangi dan bergesekan dengan tubuhku. Bahkan mempersilahkan mereka untuk memasuki vaginaku kalau mereka mau.

“Jleb,” salah satu dari mereka masuk ke dalam vaginaku. Tidak lama kemudian lubang anusku juga dimasuki oleh mereka. Gila, kedua lubangku dimasuki belut. Sensasi yang yang sangat gila. Badanku jadi bergetar dibuatnya. Pahaku kurapatkan sambil tanganku memegang badan belut yang sedang menyeruak masuk ke vaginaku ini, pose yang sangat-sangat seksi.

Aku berendam cukup lama di sana sambil tetap membiarkan makhluk berlendir itu menyelip di dalam vagina dan anusku. Hingga akhirnya aku tidak kuasa menahan rasa ini dan membuat aku orgasme karenanya. Gila, badanku sampai lemas karena orgasme yang dahsyat ini.

Aku masih belum puas, ku bangkit berdiri dan keluar dari bathtub.

“Kamu juga keluar dulu yah…” kataku sambil mencabut seekor belut yang masih manancap dalam lubang pantatku dan menaruhnya kembali dalam bathtub. Aku lalu menuju sisi lain kamar mandi yang terdapat beberapa ember besar di sana. Ku buka satu lalu memindahkan isinya ke dalam bathtub. Lalu ember yang satunya lagi dan ku pindahkan juga seluruh isinya. Ya… lebih banyak belut sekarang. Ku cabut plug di dasar bathtub sehingga kini airnya surut dan hanya menyisakan onggokan gerombolan belut di dalam sana. Sekarang setengah dari bathtubku isinya hanya belut! tanpa ada air lagi! Aku bergidik melihat pemandangan ini. Antara geli, takut dan horni melihat onggokan belut bergelinjangan yang begitu banyaknya. Tampak begitu licin dan berlendir.

Dengan dada berdebar ku masuk kembali ke dalam bathtub itu, dengan hati-hati ku masukkan kakiku agar tidak menginjak mereka. Sekarang aku di dalam sana berendam diantara belut-belut. Sensasi kulit tubuhku yang bersentuhan langsung dengan makhluk-makhluk berlendir yang bergelinjangan dengan liar ini makin membuat aku menggila. Sebuah hal yang menjijikkan namun malah membuatku horni. Keringat mulai mengucur dari tubuhku yang makin membuat kesan seksi dan liar.

Mereka lalu masuk lagi ke dalam vagina dan anusku, bahkan masuk dua ekor sekaligus ke dalam vaginaku yang membuat aku semakin kelojotan. Bagian bawah tubuhku terasa sangat sesak, sepertinya ada yang masuk sangat dalam hingga ke rahimku. Sensasi yang sangat luar biasa. Aku sampai berkali-kali orgasme dibuatnya. Rasanya aku tidak ingin cepat-cepat keluar dari dalam sini. Ingin terus menghabiskan waktuku bersama mereka.

“Dug dug dug” tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu depan rumahku. Aku panik bukan main. Aku baru ingat kalau pacarku akan menjemputku. Dengan tergesa-gesa ku bangkit keluar dari bathtub, mencabut belut-belut itu dari lubang vagina dan anusku lalu menutupi tubuhku dengan handuk.

“Lama amat sih kamu buka pintunya” ujar mas Jordi, pacarku.

“Maaf mas, habis mandi tadi” kataku sambil mempersilahkan pacarku ini masuk, akupun menutup pintu dan berjalan ke dalam. “Maaf yah sayang-sayangku.. ntar kita sambung lagi yah…” kataku dalam hati sambil melirik ke arah kamar mandiku. Yang mana disana menanti kekasih-kekasih kecilku. Apapun namanya, aku sudah ketagihan melakukan hal ini. Sisi lain diriku yang cuma aku yang boleh mengetahuinya. Hanya aku.

“Yang, aku permisi ke kamar mandi yah…” ujar mas Jordi.
Degh!! Aku panik.

Eps 2 - New Bitch

#Sherly


“Kak Angel…..” teriakku sambil memeluk kakak sepupuku ini. Akhirnya kami berjumpa lagi setelah sekian lama, kangen juga.

“Duh sakit, gak bisa pelan-pelan apa meluknya? Hihihi… Yuk masuk Sher, sini tasnya kakak bawain” balasnya sambil mengangkat tas ranselku dan membawanya masuk.
“Hahaha.. okeh”

Untuk beberapa hari ini aku akan menginap di rumahnya, aku sendiri baru saja lulus SMA dan akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri di salah satu PTN favorit yang ada di kota ini, tempat kuliahnya kak Angel juga. Mungkin nanti kalau aku lulus aku juga akan menginap di sini bersamanya.

Kami masuk ke dalam, keadaan rumahnya tampak bersih dan terawat, namun sedikit bau anjing di sana-sini.

“Wah, mereka makin besar aja yah kak?” kataku saat melihat anjing-anjingnya kak Angel yang dibiarkan bebas di halaman belakang. Namun mereka yang melihat ada orang asing tentu saja langsung menggonggongiku tiba-tiba, aku sampai terkejut dan takut dibuatnya, mungkin mereka sudah tidak ingat aku lagi, padahal waktu mereka kecil aku sering bermain dengan mereka. Untung saja Kak Angel langsung sigap menenangkan kedua anjingnya itu.

“Hei, itu Sherly… masa kalian lupa sih… dasar” kata Kak Angel mengelus-elus anjing itu berusaha menenangkan mereka.
“Sini Sher… elus mereka deh, udah gak papa kok…” suruh kak Angel. Aku masih takut, namun Kak Angel dengan isyarat kepala menyuruhku sekali lagi untuk mendekat, akhirnya aku mau juga.

“Nih.. elus aja…” katanya lagi. Akupun dengan pelan-pelan mencoba menyentuh dan membelai badan berbulu mereka, terasa lembut dan nyaman.
“Tuh kan gak papa… mereka juga senang kok ada teman main yang baru, apa lagi dielus-elus sama cewek cantik seperti kamu Sher… hihihi”

Aku hanya tersenyum mendengarnya sambil tetap mengelus badan mereka, ternyata rasanya menyenangkan juga, beda dengan mengelus mereka waktu mereka masih kecil-kecil dulu.
“Kakak juga makin cantik aja..” godaku.
“Hehe.. Makasih, kamu tuh yang makin cantik… siapa nih cowok kamu sekarang?”
“Ada deh… mau tau aja…”
“Dasar, ya udah kakak siapain makan siang dulu yah… kamu belum makan kan Sher?”
“Mau dibantuin kak?” tanyaku bangkit melepaskan elusanku dari tubuh mereka.

“Gak usah, kamu istirahat aja dulu… masih capek kan?” katanya meninggakanku sendiri bersama anjing-anjing ini di sini. Agak takut awalnya, tapi akhirnya aku terbiasa juga dikelilingi anjing-anjing besar ini. Mereka ternyata sangat aktif, dengan buas mereka menjilati kaki, tangan dan wajahku hingga berlumuran liur mereka, aku hanya tertawa geli dibuatnya.

Aku lalu mengajak mereka bermain kejar-kejaran, hinga akhirnya aku tertangkap dan jatuh tertindih oleh mereka. Wajahku tepat berada dibawah kepala mereka, air liur anjing itu jatuh menetes-netes mengenai wajahku. Saat mengalihkan pandanganku ke bawah, aku terkejut melihat penis anjing ini sedang ereksi. Kenapa nih anjing? apa sedang ngebet pengen kawin? Aku jadi sedikit takut memikirkan kalau aku bakal disetubuhi oleh mereka.

Aku memang penasaran bagaimana rasanya vaginaku ditusuk penis, tapi tentunya bukan penis anjing yang ku harapkan. Namun sensasi membayangkan dijadikan betina oleh mereka membuat tubuhku bergetar, aku jadi betah ditindih oleh anjing ini. Bahkan kini mulutku ku buka lebar-lebar untuk menampung liur mereka yang menetes-netes itu. Anjing ini lalu mulai menjilati wajahku, dengan mata terpejam ku nikmati bagaimana wajahku dijilat-jilat oleh lidah panjangnya. Sebuah pemandangan yang ganjil, seorang gadis tujuh belas tahun yang masih perawan, sedang ditindih dan dijilati anjing besar yang sedang horni.

“Lagi ngapain kamu Sher?” terdengar suara Kak Angel mengejutkanku. Aku tertangkap basah sedang menikmati ditindih si anjing. Duh, aku betul-betul malu. Aku lalu bangkit melepaskan diri dari sang anjing.

“Kamu suka Sher dijilati mereka? keenakan gitu kamunya ada dibawah si bleki... hihihi” tanya kak Angel.
“Eh, ng-nggak kok kak… gak sengaja kok kena himpit mereka” kataku beralasan.
“Gak papa kok kalau kamu emang suka, kakak juga suka. Sini bentar deh ikut kakak” kata kak Angel melambaikan tangannya ke arahku lalu masuk kembali ke dalam rumah, akupun mengikutinya masuk.

“Lepas baju kamu Sher…” suruhnya tiba-tiba. Aku menatap bingung pada kak Angel.
“Iya lepas…”
“Lepasin baju? Emang mau ngapain kak? Mandi?” tanyaku bingung.
“Gak… lepasin aja dulu” suruhnya lagi. Aku akhirnya menurutinya, melepaskan kemeja dan celana jeans panjangku beserta dalamannya.

“Sekarang berbaring di lantai deh Sher”
“Mau ngapain sih kak?”

“Udah… kamu pasti suka kok” katanya, ku turuti saja kemauannya. Dia lalu menumpahkan susu kental manis ke sekujur tubuh bugilku, membuat aku terkejut karenanya. Aku lebih terkejut lagi ketika dia membawa anjing-anjingnya masuk kerumah dan menyuruh mereka menjilati susu kental yang ada ditubuhku. Wajah, payudara, perut, paha serta vaginaku dijilati oleh anjing-anjing ini, membuat seluruh tubuh telanjangku jadi berlumuran air liur mereka.

“Geli kak…” kataku merintih kegelian dijilati lidah-lidah panjang mereka.
“Tapi enak kan?”

Ya, ternyata sungguh nikmat, bagaimana kulitku dijilati oleh dua anjing sekaligus, terlebih saat vaginaku dijilati oleh mereka. Sebuah sensasi yang tidak pernah ku rasakan sebelumnya. Aku jadi ketagihan dijilati mereka, bahkan aku juga menjulurkan lidahku saat mereka menjilati wajahku yang putih ini.

“Kak… susunya habis tuh, tumpahin lagi dong” pintaku pada kak Angel untuk menumpahkan kembali susu kental itu ke tubuhku. Sambil tersenyum mendengar permintaanku, dia tumpahkan lagi susu kental manis itu, kembali seluruh permukaan kulitku dijilati anjing-anjing ini dengan rakusnya. Aku bahkan meminta agar menumpahkannya lebih sering ke memekku, karena sangat nikmat dan geli saat lidah mereka menjilati bagian paling sensitif di tubuhku itu.

“Sekarang gantian dong kamu yang jilatin mereka…” kata kak Angel setelah tubuhku lagi-lagi bersih dari susu kental karena jilatan-jilatan mereka.
“Hmm.. boleh” jawabku. Kak Angel lalu menyuruhku bangkit, dia lalu mengocok penis si anjing.
“Sini Sher… coba kamu jilatin kontol anjingnya”

Aku yang memang sudah horni lalu menuruti permintaannya, ku turunkan kepalaku sambil tetap dalam posisi nungging dan mengarahkan kepalaku ke penis si anjing. Ku buka mulut dan memasukkan penis anjing itu kemulutku. Sangat bau ternyata, apalagi dari ujung penisnya terus-terusan mengeluarkan lendir, namun ternyata lama-lama terasa nikmat juga.

“Enak?” tanya kak Angel, aku hanya mengangguk sambil tersenyum, dengan mulut tetap sedang dijejali penis anjing ini.
“Kamu kocok sendiri yah.. jilatin dan hisap aja terus sampai pejunya keluar…” katanya lagi, aku masih saja hanya mengangguk dengan mulut tetap penuh penis. Setelah sekian lama mengemut dan mengocok penis anjing ini, akhirnya tumpahlah sperma si anjing dalam mulutku. Sangat banyak dan busuk, aku serasa pengen muntah dibuatnya.

“Eh, jangan dimuntahin dong… coba deh kamu telan” suruh kak Angel lagi. Kali ini aku menggelengkan kepala dengan mulut yang mengembung penuh sperma anjing. Menelan peju pacarku saja aku tidak mau, masa sekarang harus menelan peju anjing sih…

“Coba aja dulu…” bujuknya lagi. Akhirnya ku coba juga, secara perlahan-lahan ku telan sperma yang tertampung di mulutku ini sedikit demi sedikit, hingga akhirnya seluruh sperma anjing ini berpindah ke dalam lambungku. Aku tidak percaya kalau aku baru saja menelan sperma, dan itu adalah sperma anjing! Ternyata enak juga, hihihi.

“Tuh.. kan kamu suka, mau yang lebih enak lagi gak?”
“Apa kak?”
“Kamu nungging lagi deh…” suruhnya, kuturuti saja permintaanya, menungging dengan bertumpu pada lutut dan sikutku. Tidak lama kemudian kurasakan benda tumpul mencoba menyeruak masuk vaginaku, kaki anjing itu juga naik ke punggungku. Darahku berdesir, aku akan disetubuhi anjing! aku belum siap kalau ini!

“Kak…” rintihku ketakutan, namun aku penasaran juga bagaimana rasanya disetubuhi. Tapi masalahnya dengan pacarku saja aku belum pernah, apa aku harus merelakan keperawananku pada makhluk berkaki empat ini?

“Aku gak mau hilang perawan kak…” kataku lagi.
“Terus? Gimana dong…”

“Lewat pantat aja dulu kak…” pintaku. Kak Angel lalu mengarahkan penis anjing itu ke lubang pantatku. Perlahan penis anjing itu mulai masuk, terasa sangat tebal dan hangat. Kini lubang anusku dijejali penis anjing, anjing itupun kemudian mulai menggenjot tubuhku.

“Achhhh… kak… enak…” racauku kenikmatan. Sungguh sensasi yang luar biasa disetubuhi oleh mereka. Ku alihkan pandanganku ke belakang, terlihat bagaimana dengan mantapnya si anjing menggenjot lubang anusku. Setelah cukup lama menggenjot anusku, akupun akhirnya orgasme. Padahal hanya dengan mengentoti anusku, apalagi bila vaginaku yang dipenetrasi oleh penis mereka, pasti jauh lebih enak. Tapi apa aku harus merelakan keperawanku untuk anjing-anjing ini? Itu sungguh gila dan menjijikkan. Namun saat ini aku ingin sesuatu yang lebih nikmat. Ya… aku betul-betul menginginkannya sekarang, aku tidak peduli lagi kalau itu harus seekor anjing.

“Kak… aku pengen dia ngentotin memekku” pintaku yang sepertinya sudah kehilangan akal, aku ingin merasakan kenikmatan yang lebih.

“Kamu yakin Sher??” Aku hanya mengangguk sambil tersenyum. Sekarang Kak Angel mengarahkan penis anjing itu ke vaginaku. Dengan susah payah akhirnya penis anjing itu berhasil masuk, aku tidak percaya kalau akhirnya aku diperawani. Namun sungguh luar biasa rasanya saat vaginaku dimasuki penis, meskipun itu adalah penis anjing. Ya.. seekor anjing lah yang mengambil keperawananku. Betapa binalnya aku.

Ku rasakan betapa nikmatnya goyangan sang anjing menggenjot tubuhku. Sejak saat ini aku resmi menjadi salah satu betina mereka. Seorang gadis muda tujuh belas tahun yang cantik dan putih mulus, dengan kerelaan hati bersedia menjadi betina tempat pelampiasan nafsu binatang si anjing.

Karena asik sendiri, aku tidak sadar kalau kak Angel juga sedang telanjang dan disetubuhi oleh anjing yang satunya. Aku jadi berpikir kalau Kak Angel sudah biasa melakukan ini sebelumnya, tampak dari raut wajahnya yang terlihat sangat menikmati, dia juga mengimbangi kocokan sang anjing dengan ikut menggoyangkan pinggulnya. Mungkin beginilah jadinya bila anjing jantan dipelihara tanpa betina dalam waktu yang lama, jadilah majikannya sendiri yang mereka setubuhi dan dijadikan betina. Sanga ganjil, manusia yang dijadikan betina oleh anjing, dan itu adalah aku dan kakak sepupuku.

Setelah beberapa kali meraih orgasme, kamipun beristirahat dan makan siang. Kak Angel lalu menceritakan seluruhnya padaku, bagaimana sehari-hari dia selalu disetubuhi oleh anjing-anjingnya, baik di kamar, ruang tamu bahkan juga di kandang mereka yang sempit. Menjadikan dirinya sebagai betina dihadapan pejantan berkaki empat ini di rumahnya sendiri. Bahkan ternyata tidak hanya itu, dia mengatakan kalau dia memiliki teman main yang lain juga.

“Sama yang lain juga kak? sama apaan?” tanyaku penasaran. Kak Angel lalu senyum-senyum.
“Sini deh, kakak tunjukin” katanya sambil menarik tanganku, aku yang masih bingung ikut-ikut saja. Dia lalu membawaku masuk ke kamar mandi belakang, aku terkejut apa yang aku temukan di dalam bathtub, ada segerombolan belut yang berenang-renang di dalamnya! Tubuhku merinding, apa ini yang dimaksud teman mainnya yang lain?

“Belut kak?” tanyaku, dia mengangguk sambil tersenyum manis. Aku tidak percaya kalau kakak sepupuku yang cantik ini memiliki orientasi seks yang sangat menyimpang, untuk berhubungan seks dengan anjing saja itu tadi sudah sangat tabu, ini bahkan dengan belut! sungguh aneh dan gila!

“Mau coba masuk gak Sher?” tawarnya, aku langsung geleng-geleng kepala menolak. Melihat mereka bergerombol begitu saja aku sangat geli, apalagi jika harus masuk dan berendam bersama makhluk-makhluk itu. Tapi… melihat pemandangan ini, entah kenapa juga membuatku horni, padahal sangat geli dan menjijikkan.

“Ayo lah… kamu pasti penasaran kan?” rayunya lagi padaku. Setelah beberapa kali merayu, akhirnya aku mau juga, soalnya aku memang penasaran bagaimana sensasinya. Akupun masuk dan berendam di dalam bathtub yang dipenuhi gerombolan belut itu.

“Gimana rasanya Sher? Asikkan? Hihi”
“Iya kak… geli, tapi enak…” awalnya aku masih merasa takut-takut, namun akhirnya aku mulai terbiasa, bahkan kini aku berharap kalau belut-belut itu masuk ke vagina atau anusku. Tidak butuh waktu lama ternyata, karena “jleb” masing-masing lubang bawahku dimasuki belut. Sungguh gila, bayangkan saja, gadis muda yang cantik jelita sedang berendam dalam bathtub penuh belut!!

“Bentar Sher”
Kak Angel lalu mengambil ember yang berada diujung kamar mandi, dia lalu memindahkan isinya ke dalam bathtub.

“Aaaaaaaahh… kaaaakkk” teriakku saat belut-belut ditambahkan lagi ke dalam bathtub, kak Angel hanya tertawa cekikikan saja melihatku teriak-teriak manja begini.
“Hihihi… gimana? Tambah enak kan?”
“Nnggg… Enak sih, tapi iihhh… rame banget nih kak… geli” kataku yang bergidik melihat disekeliling tubuh bugilku sangat ramai dengan belut. Tapi sensasinya ini sungguh luar biasa.
“Mau tambah lagi gak?” tawarnya.
“Ngmmm… boleh, hihihi”

Dia ambil lagi ember yang satunya dan menumpahkan seluruh isinya ke dalam bathtub, aku lagi-lagi menjerit manja dibuatnya. Sekarang sangat banyak belut yang berenang-renang tidak karuan di dalam bathtub ini, beberapa bahkan ada yang meloncat keluar sehingga harus susah payah ditangkap kembali oleh Kak Angel, namun dia menangkap mereka sambil tertawa-tawa. Aku yang melihat ulah kak Angel juga ikut-ikutan tertawa dibuatnya, padahal vagina dan anusku sedang dimasuki belut.

“Kakak ikutan gabung yah…”
“Yuk kak… makin rame makin asik, hihihi”

Kak Angelpun ikut masuk ke dalam bathtub, kini dua gadis cantik putih mulus sedang berendam bersama makhluk-makhluk berlendir ini. Yang mana vagina dan anusnya juga sedang digerayangi dan dimasuki oleh belut-belut. Cukup lama kami berendam menikmati nikmatnya sensasi liar dan ganjil ini. Kami bahkan saling bercanda dan main gelitikan, seperti tidak menghiraukan bahwa kami sedang berada di dalam bathtub yang penuh belut sekarang. Saking horninya, kami juga saling berciuman, meraba dan menggerayangi tubuh layaknya pasangan lesbian, tapi itu semua di lakukan di antara belut-belut yang mana vagina dan anus kami juga sedang dimasuki oleh mereka. Entah apa yang akan terjadi bila pacarku melihat aku seperti ini, saat pacaran saja kami tidak pernah sampai berhubungan badan, namun kini aku malah dengan riangnya mempersilahkan belut-belut ini menyeruak masuk ke vagina dan anusku, bahkan tadi aku juga disetubuhi anjing-anjingnya kak Angel.

“Sher, kita uji nyali yuk…” ajak kak Angel setelah kami puas berendam di dalam bathtub ini.
“Uji nyali? Uji nyali gimana kak?”
“Kita ke warung sambil ada belut nancap gini, berani gak kamu nya??” tantangnya.
“Hah? Ada-ada aja… Gila kakak nih…”
“Ayo dong… gak bakal ada yang tahu kok” rayunya lagi.
“Ya udah, Sherly juga penasaran gimana rasanya… hihihi, tapi kalau ada apa-apa kakak yang urus yah?”
“Oceeehh”

Akhirnya ku setujui tantangan gila kakak sepupuku ini. Kamipun berpakaian seadanya, dengan menggunakan kaos oblong sebagai atasannya tanpa apa-apa lagi dibaliknya, sebagai bawahannya kami sama-sama menggunakan rok kembang selutut, tapi yang ada dibalik rok ini bukanlah celana dalam, melainkan belut yang menancap di anus kami!

“Yuk mulai…” ajak Kak Angel menarik tanganku. Kamipun berjalan menuju warung yang berada tidak jauh dari rumah, jaraknya tidak sampai lima puluh meter dari rumah. Tapi tetap saja aku merasa risih, jantungku berdebar tidak karuan, karena dibalik rok yang kami kenakan ini cuma ada belut yang menancap.

Dadaku makin berdebar karena ternyata saat ini warung tersebut sedang ramai, ada beberapa bapak-bapak yang sedang nongkrong sambil ngopi disana.

“Ambil aja yang kamu mau Sher..” katanya sambil mengedipkan mata, bisa-bisanya dia terlihat sangat santai dengan keadaan ini. Kami, yang di balik rok ini sama-sama ada belut yang menancap di anus, sedang berada di tengah-tengah keramaian warung. Bayangkan saja betapa ganjilnya suasana ini. Andai saja ada angin kencang yang datang dan menyingkap rok kami, akan terlihatlah sebuah pemandangan yang sangat tidak lazim, gadis cantik yang di lubang pantatnya ada belut yang menancap!! Tapi membayangkan ini semua entah kenapa malah membuat aku makin horni.

Aku pikir semua akan baik-baik saja dan berjalan sesuai kendali, namun “Plop,” belut yang tadi tertancap di anusku terjatuh!! Terang saja mata orang-orang di sini langsung melotot ke arahku, melihat tiba-tiba ada belut jatuh keluar dari balik rok yang aku kenakan.

Duh, aku betul-betul malu, aku tidak tahu apa yang harus aku katakan dan lakukan, namun tidak mungkin aku terus berada di sini. Dengan segera ku berlari dari sana dan kembali ke rumah. Setelah beberapa saat barulah Kak Angel kembali menyusulku sambil membawa belut yang terjatuh tadi. Gila, ini adalah pengalaman yang paling memalukan yang pernah aku lakukan, tapi… aku merasakan sensasi lain yang tidak pernah aku alami sebelumnya. Ada kepuasan dan kesenangan tersendiri.

“Tuh kan kak….” Kataku merengek dengan mata berkaca-kaca padanya, aku takut juga kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Udah-udah tenang aja kamunya, tadi kakak udah cari-cari alasan kok ke mereka, kamu sih pake acara jatuhin belutnya segala…. hihihi” katanya menenangkanku. Aku harap benar-benar tidak akan terjadi masalah. Entah apa tadi yang dikatakan Kak Angel pada mereka, aku juga tidak mau tahu, malas dan malu untuk membahasnya lagi.

“Baru juga itu, kemaren-kemaren aja kakak hampir ketahuan sama pacar kakak kalau di dalam bathtub banyak belutnya, untung dianya gak jadi masuk, hihihi” ujar kak Angel lagi.

Kamipun masuk ke dalam dan kembali bertelanjang ria, keluyuran di dalam rumah dan menikmati sensasi bugil bersama anjing-anjingnya kak Angel yang dilepas bebas.

Sejak hari ini, dimulailah petualangan gila dan liar yang tidak pernah ku bayangkan sebelumnya. Aku akhirnya lulus masuk PTN favoritku di sini, sehingga aku akan tetap tinggal bersama kak Angel di rumahnya. Sekarang ada dua gadis muda cantik di rumah ini, yang siap sedia dengan penuh kerelaan disetubuhi oleh para anjing, mempersilahkan vagina maupun anus kami jadi pelampiasan nafsu binatang anjing-anjing ini layaknya betina mereka. Membuat seluruh sudut rumah jadi berbau anjing, termasuk tempat tidur kami berdua.

Sampai saat ini juga aku masih berhubungan baik dengan pacarku. Tapi tentu saja aku tidak akan mengatakan tentang apa yang sebenarnya terjadi di tempat tinggalku sekarang. Bagaimana pacar cantiknya yang amat disayanginya ini, kini ternyata sudah tidak perawan lagi, bukan karena ulah seseorang, namun karena ulah anjing.

Pernah saat disetubuhi oleh para anjing, kami mengenakan lingerie yang seksi-seksi. Sungguh aneh memang, saat dengan pacarku saja aku tidak pernah memakai pakaian seseksi ini di depannya, namun kini aku malah mengenakannya di hadapan anjing-anjing, bahkan sampai dientotin oleh mereka sambil mengenakan pakaian-pakaian seksi ini. Maafkan pacarmu ini yah sayang… hihihi.

Tentu saja permainan kami tidak hanya dengan para anjing, namun juga belut. Karena kak Angel jugalah aku tidak jijik dan takut lagi dengan beberapa hewan yang biasanya kutakuti, seperti cicak dan kecoa. Dia melakukan terapi yang aneh-aneh padaku, seperti sengaja menaruh kecoa ke tubuh telanjangku.

Sejak saat itu juga aku jadi lebih sering nonton bokep tentang beastiality dan zoophilia, ternyata banyak yang aneh-aneh di luar sana, seperti berhubungan dengan kuda, babi, keledai dan lain-lainnya. Bahkan ada yang super ekstrim dan menjijikkan, seperti memasukkan serangga, ulat atau cacing ke vagina, gimana rasanya yah itu… vaginaku sampai gatal dan berdenyut membayangkannya.

“Kak, emang muat tuh kontol kuda kalau masuk ke memek kita? Gede gitu… hihihi” kataku menunjukkan video bokep di laptop, yang mana ceweknya sedang disetubuhi oleh kuda.
“Iya tuh… kakak jadi penasaran, kapan-kapan kita cobain yuk Sher…”
“Ayuk, hihihi…”

“Ya udah, sekarang kita berendam lagi yuk… ada yang baru lho…”
“Hah? Apaan kak?” tanyaku semangat.
“Hihi.. liat aja sendiri ntar…” jawab kak Angel yang membuatku makin penasaran saja. Kamipun menuju kamar mandi belakang.

“Nah… berani gak kamu berendam bareng mereka?” kata Kak Angel memperlihatkan isi dalam bathtub. Ada sesuatu yang menjijikkan bergerak di dalam sana.

“Haaaaahhh? Gurita!!??” teriakku terkejut dan bergidik ngeri melihatnya, tapi tunggu dulu, masih ada lagi makhluk lain di sana.
“Siput laut!!?? dan… teripang??!!” makin merinding aku karena melihat apa yang memenuhi bathtub ini. Duh, petualangan liar dan gila kami sepertinya akan terus berlanjut. Entah apa lagi selanjutnya. Apapun itu, sekarang aku menikmatinya.

“Hihihi… yuk Sher masuk…”
“Okeh, yuk kak…”

Eps 3 - KKN (part1 / 2)

# Angel

Untuk satu bulan kedepan, aku akan tinggal jauh dari rumah karena harus mengikuti program KKN dari kampusku. Sebenarnya sih tidak ada masalah, tapi harus berpisah dengan pejantan-pejantanku? Itu yang membuat aku gak akan tahan.

“Kak… terus Sherly ditinggal sendiri nih? Takut….” rengek Sherly manja.
“Ih, dasar kamu… malah enakan kamu bisa puas sendiri. Kalau kamu mau, kita tukaran yuk, kamu aja yang gantiin kakak KKN, heheee…”

“Gak!! hihihi…. Aku mau puas-puasin main bareng mereka, Penasaran sebulan dikeroyok mereka, kira-kira aku bakal hamil gak yah?? Tapi kayaknya gak mungkin hamil deh… hihihi….”

“Ye… katanya tadi kamu takut, huuu…” kataku mengusap-ngusap rambutnya.
“Weeek” balasnya memeletkan lidah.
“Ya udah, kakak titip mereka yah Sher… jangan lupa jadi betina mereka yang baik selama kakak pergi”

“Sip kak… gak perlu disuruh itu mah, aku pasti jadi betina yang baik kok buat mereka… cepat sana kakak pergi, aku mau main nih puas-puas sama mereka”
“Ngusir nih ceritanya? awas yah kamu… hihihi ”

Singkat cerita akhirnya aku berangkat menuju lokasi KKN, meninggalkan mereka selama sebulan di rumah. Di sini kami tinggal di sebuah pondokan, sebuah rumah kecil milik Pak Kepala desa. Awalnya terasa aneh karena biasanya hampir setiap hari aku bersenggama dengan anjing-anjingku, tapi lama-lama aku mulai terbiasa juga.

Beberapa hari berlalu, sungguh membosankan berada di sini. Kadang Sherly menelpon menanyai kabarku. Dia membuat aku iri saja karena menceritakan betapa dia mati kenikmatan dikeroyok anjing-anjing di rumahku itu selama aku pergi. Bahkan katanya dia juga membawa masuk seekor anjing liar yang biasa keluyuran di sekitar tempat tinggal kami. Sehingga kini ada tiga ekor anjing yang mengentoti Sherly di rumahku, dua ekor anjingku dan satu ekor anjing liar. Uhhh… bete!! aku iri!!

“Eh, Itu anjing liar yang kamu maksud yang kuning jelek dan kurapan itu Sher?” tanyaku saat kami teleponan malam-malam.
“Nggg… iya, napa kak?”
“Hihihi, gila juga kamu… eh, enak gak kontolnya? Gede nggak?” tanyaku penasaran.

“Gak segede Bleki dan Piko sih kak, tapi lumayan lah, hehe… Tapi dia bau amat nih kak… badannya, nafasnya, liurnya, apalagi pejuhnya… tempat tidur Sherly jadi aneh gini nih baunya. Biasa hidup di jalanan sih dianya, gak pernah mandi…”

“Kamu sih… anjing liar diembat juga, awas rabies lho… hihihi”
“Biarin, weeek!!”

Aku tidak menyangka juga kalau Sherly jadi binal gini, anjing liar buruk rupa yang sering mengais-ngais sampah di depan rumahku juga diajaknya ngewe. Aku jadi penasaran melihat bagaimana gadis super cantik dan imut seperti Sherly ini dikeroyok oleh tiga ekor anjing, yang salah satunya bahkan seekor anjing liar.

“Trus sekarang kamu lagi ngapain?” tanyaku lagi.
“Lagi… di ranjang, ngentot-ngentotan ama si Jojo, anjing liar itu tuh… padahal Bleki dan Piko udah bobok lho kak, tapi ini si Jojo gak puas-puas juga…” jawabnya. Pantas saja dari tadi nafasnya agak memburu, lagi ngewe toh ternyata.

“Jojo yah namanya… Hihi, mungkin dia gak pernah ngentot dengan anjing betina tuh selama hidupnya, soalnya gak ada yang mau sama dia karena saking jeleknya dia. Sekarang malah ngentotin cewek cakep kaya kamu… ya iya lah dia bakal puas-puasin, kapan lagi coba… hihihi” ujarku menerangkan.

“Iya mungkin yah, hihihi… kasihan banget nih Jojo gak pernah ngentot sebelumnya… Ya udah, Sherly bakal jadi betina untuk dia deh… bakal Sherly tampung semua pejuhnya di rahim dan mulut Sherly. Ngebolehin anjing liar ini ngentotin Sherly puas-puas… boleh kan kak dia ikut tinggal di sini?”

“Iya-iya… Nakal yah kamu… Duh, kakak jadi kepengen coba juga nih gimana rasanya dientotin anjing liar” ujarku yang kini jadi makin horni mendengar ceritanya. Apalagi dia bercerita sambil sesekali mendesah kenikmatan.

“Kasian deh kakak… hihihi. Kalau kakak lagi ngapain nih? Gak ada yang dengar kita bahas ginian di telepon?”

“Aman kok, mereka udah pada tidur, kakak lagi di teras depan, ngelamun doang dari tadi.. huh, untung kamu nelpon…”

“Haha.. Kenapa gak cari aja kak jantan-jantan di sekitar sana? masa gak ada yang bisa kakak ajak ngentot sih… hihihi”

“Yee… kalau ketahuan bisa gawat ntar. Bisa rusak image kakak, hihihi…” jawabku sambil tertawa yang disambut gelak tawanya.

Kami terus ngobrol hingga akhirnya aku menyudahi teleponan kami karena aku sudah mulai ngantuk. Selama teleponan tadi ku ketahui kalau Sherly berkali-kali orgasme dibuatnya. Orgasme yang didapatkan dari seekor anjing liar yang jelek, dekil dan badan penuh kurap. Siapa sangka gadis cantik sepertinya bisa dibuat orgasme berkali-kali oleh anjing liar itu. Siapa juga yang bakal menyangka ada seorang gadis muda cantik, yang dengan penuh kerelaan hati memperbolehkan vaginanya yang bersih terawat untuk ditusuk oleh penis anjing liar yang tidak jelas asal-usulnya. Bisa saja anjing ini berpenyakit, bahkan mungkin saja anjing ini anjing gila, nekat amat nih si Sherly.

Sekarang aku betul-betul horni. Ku putuskan untuk melakukan masturbasi dulu sebelum tidur. Aku lalu ke dapur untuk mencari sebuah mentimun. Setelah menemukan ukuran yang pas gede dan bentuknya, akupun langsung menuju kamar mandi dan bermasturbasi ria di dalam sana. Ku mainkan klirotisku dan menjejalkan mentimun itu masuk ke dalam vaginaku. Sambil melakukan hal itu, aku terus membayangkan kalau aku sedang disenggamai oleh anjing-anjingku. Nikmat juga ternyata, meski tidak senikmat penis anjing yang asli. Tapi biarlah, aku sedang horni banget sekarang. Mati-matian aku berusaha menahan desahanku agar tidak terlalu keras melenguh. Gak lucu kan kalau aku malam-malam kedapatan sedang masturbasi dengan timun di dalam kamar mandi.

Hingga akhirnya aku orgasme, hampir saja aku kelepasan berteriak kencang-kencang. Tampak cairanku meluber dengan banyaknya ke lantai kamar mandi. Tapi tetap saja aku merasa masih belum cukup, aku tidak puas hanya dengan ini. Aku ingin kontol yang asli…

~~~

Esoknya aku ada kegiatan membantu program kerja temanku. Ternyata itu di sebuah peternakan. Aku melihat ada kandang kuda. Langsung terpikir olehku bisakah aku merasakan kontol kuda di sini. Soalnya selama ini aku memang penasaran bagaimana rasanya. Tapi tentu saja tidak akan mudah, tidak mungkin aku menemui pemilik peternakan ini dan meminta agar kudanya itu menggenjotku. Yah… jadilah aku hanya bisa berharap saja. Sejauh ini aku cuma bisa merasakan menunggangi kuda saja, padahal aku ingin kalau aku yang ditunggangi oleh kuda ini.

Malam harinya aku lagi-lagi merasa horni, aku ingin bermasturbasi lagi. Namun tiba-tiba terpikir olehku kuda-kuda itu. Ternyata aku masih penasaran dengan kontol-kontol mereka. Apa aku harus diam-diam pergi ke kandang mereka yah? Memang sih jarak pondokan kami dengan kandang kuda itu tidak terlalu jauh. Tapi kalau nanti aku kedapatan sedang menikmati kontol kuda gimana coba?

Namun akhirnya ku beranikan diri juga untuk melakukannya. Rasa penasaran dan horni mengalahkan ketakutanku malam ini. Dengan diam-diam, tengah malam itu aku berjalan menuju kandang kuda di peternakan itu. Suasana kampung yang memang sudah sepi selepas senja menguntungkan aksiku ini. Setibanya di sana, aku lalu menuju ke arah kuda jantan yang paling besar. Dadaku berdebar dengan kencangnya, takut antara ketahuan pemiliknya dan penasaran dengan kontol kuda ini.

Ku mulai dengan mengelus-elus badannya berusaha agar dia terbiasa dengan kehadiranku. Lalu kini aku berjongkok dibawahnya. Ku coba memegang dan mengusap penisnya hingga… astaga! penisnya luar biasa besar dan panjang. Ku teruskan mengocok penis kuda ini hingga tegang maksimal. Tanganku bahkan tidak dapat menggengamnya.

“Horni yah? Sama… Angel juga nih…” kataku mengajak kuda ini bicara. Aku yang sudah sangat horni lalu nekat membuka satu per satu pakaian yang menempel di tubuhku. Aku bahkan melemparkan pakaianku ini jauh-jauh, membuat aku pasti akan kualahan mengambilnya kembali bila tiba-tiba ada orang yang menuju ke mari.

“Ups, sekarang kita sama-sama telanjang nih… hihihi” ujarku sambil memeluk kuda ini. Aku lalu turun lagi bersimpuh di bawahnya dan kembali mengocok kontolnya. Ku lihat kuda ini sesekali menghentak-hentakkan kakinya, mungkin dia juga merasakan kenikmatan karena kocokan tanganku.

“Enak yah?” tanyaku sambil mempercepat kocokanku.
“Mau yang lebih enak nggak?” kataku lagi. Aku lalu mendekatkan wajahku ke kontol kuda ini dan mencium ujung kontolnya. Sangat bau ternyata, tapi malah membuat aku makin bergairah. Selanjutnya ku coba menjilati dan mengulum penisnya. Tentu saja hanya ujungnya saja yang berhasil masuk ke dalam mulutku. Akhirnya… aku dapat merasakan bagaimana rasanya kontol kuda masuk ke mulutku.

“Enak kan? mau Angel lanjutin sampai kamu muncrat-muncrat nggak?” kataku lagi mengajak bicara kuda ini meskipun aku tahu tidak mungkin akan dijawabnya. Tapi dari bahasa tubuhnya, aku dapat mengetahui kalau kuda ini kesenangan disepong olehku. Ku teruskan kocokan mulutku pada kontolnya, lubang kencingnya juga ku jilat-jilati dengan ujung lidahku hingga akhirnya “Croooot…” spermanya menembak dengan banyaknya. Sungguh deras dan bertubi-tubi menghantam langit-langit mulutku. Saking banyak dan derasnya kepalaku sampai terdorong ke belakang, namun ku tetap berusaha agar menelan spermanya sebanyak mungkin yang aku bisa meski rasanya sungguh aneh dan tidak enak. Tapi karena memang banyak, aku tidak bisa menelan seluruhnya, sebagian spermanya tumpah membasahi tubuh bugilku. Aku kini bermandikan sperma kuda!! Sungguh seksi, hihihi…

“Banyak amat sih pejuhnya? enak banget yah? Mau Angel sepongin lagi nggak?” tawarku lagi pada kuda ini yang dijawab oleh ringkihan kerasnya, aku sampai terkejut dibuatnya.

“Ssstt… jangan berisik, ntar nggak Angel kasih sepong lagi lho kontolnya, hihihi… tapi gantian dulu sama teman-temanmu yah, kasihan mereka belum dapat bagian…” ujarku. Dengan tubuh masih berlumuran peju kuda, aku lalu menuju ke arah kuda jantan lain. Ku lakukan hal yang sama seperti kuda yang pertama tadi hingga akhirnya ia juga menembakkan pejunya di dalam mulutku, dan karena peju kuda ini memang banyak, lagi-lagi sebagian pejunya muncrat ke badanku. Tiga ekor kuda jantan yang lain juga ku lakukan hal yang sama. Tubuhku kini betul-betul basah bermandikan peju kuda, dari ujung rambut hingga kaki berlumuran peju. Perutku juga sudah kenyang karena saking banyaknya menelan peju mereka.

“Udah dulu yah… besok kita sambung lagi…” kataku sambil memeluk kuda kuda itu satu persatu. Meski aku belum sempat merasakan kontol mereka, ku putuskan sekian dulu untuk malam ini dan segera keluar dari sana.

Gilanya, bukannya mengenakan kembali pakaianku, aku malah menantang diriku untuk berjalan telanjang bulat menuju pondokan, tentunya dengan tubuh masih berlumuran peju kuda kuda itu. Tidak dapat ku bayangkan bila ada orang yang menemukan diriku dengan kondisi seperti ini. Seorang gadis kota yang cantik putih mulus sedang keluyuran tengah malam di tengah kampung dengan tubuh yang berlumuran sperma kuda. Meskipun udara malam ini sangat dingin tapi hal ini tidak melunturkan hasrat keinginan bertelanjang ria ku. Sesampainya di pondokan, aku segera menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhku. Malam ini betul-betul luar biasa, aku penasaran dengan apa yang terjadi malam esok dan malam berikutnya.

~~~

Sudah empat hari aku mengulangi perbuatanku ini, diam-diam keluar menuju kandang kuda itu untuk ‘bermain’ dengan mereka saat teman-temanku sudah tertidur. Saat pergi aku masih berpakaian dengan rapi, namun pulangnya, aku selalu kembali dengan keadaan tubuh penuh sperma, kadang aku mengenakan pakaianku lagi kadang tidak. Sampai empat hari ini juga aku belum berani mencoba memasukkan kontol kuda itu ke dalam vaginaku. Ukurannya gede gitu sih….

Malam hari ini aku kembali lagi ke sana. Namun kali ini aku berbuat lebih nekat, aku putuskan untuk bertelanjang bulat berjalan dari pondokan ini tanpa membawa satupun pakaianku. Bila aku ketahuan habislah sudah, tapi sensasi ini sungguh luar biasa. Dengan dada berdebar aku berjalan mengendap-ngendap di antara rumah penduduk desa hingga akhirnya aku sampai dengan selamat menuju kandang kuda ini. Fiuh… luar biasa banget rasanya, telanjang tengah malam tanpa membawa apa-apa begini, hihihi.

“Hai, nungguin Angel yah…?” sapaku pada kuda-kuda ini. Mereka langsung meringkih bersahut-sahutan seperti kesenangan akan kehadiranku. Karena untuk kesekian kalinya, seorang gadis kota yang putih cantik akan menguras sperma-sperma kuda ini langsung dengan tangan dan mulutnya. Dengan gaya nakal ku tempelkan telunjuk ke bibirku menyuruh mereka diam, tapi mana mungkin mereka akan mengerti maksudku ini.

“Dasar, jangan berisik dong… ntar gak jadi lho Angel sepongin kontolnya” ujarku. Setelah mereka tenang barulah ku mulai lagi aksiku. Aku lebih berdebar-debar melakukannya saat ini, karena bila terjadi apa-apa, aku tidak membawa pakaian untuk menutupi tubuhku. Tapi aksi nekat ku ini malah memberikan sensasi yang luar biasa. Dengan langkah gontai ku dekati kuda yang paling besar lalu duduk bersimpuh di bawah badannya.

“Angel emut yah kontolnya” ujarku. Ku jilati dan ku emut penis panjangnya itu sekian lama hingga “Croooot” benih kudanya menyemprot lagi ke mulut dan badanku.

“Gimana? enak yah rasanya disepongin Angel tiap malam?? Enak dong pastinya… hihihi” ujarku tertawa cekikikan. Kemudian ku bersihkan penisnya yang baru saja muncrat itu dengan mulutku sambil menelan sisa-sisa sperma yang masih menempel di ujung penisnya.

“Hehe, ternyata kamu toh orangnya” Degh, aku terkejut. Yang ku takuti terjadi juga. Di sebelah sana berdiri Pak Maun, pemilik peternakan ini. Mati aku. Habis sudah. Tidak ada alasan yang bisa ku gunakan untuk menyangkalnya saat ini. Aku tertangkap basah kedapatan sedang mengulum penis kuda.

“Ternyata memang ada yang nguras peju tuh kuda… Nggak nyangka kalau ternyata itu kamu, ada juga yah cewek cakep berbuat macam ini, hehehe…” ujarnya lagi.

“Oi oi oi, ngomong dong… jangan diam gitu. Mau fotomu Bapak sebar ke teman-temanmu?” katanya sambil menunjukan ponselnya. Duh, dia ternyata juga mengambil gambarku. Selesai sudah.

“Pak.. tolong… jangan beri tahu mereka” ucapku memelas. Aku harap dia mau berbaik hati tidak berbuat macam-macam dan membiarkanku pergi.

“Hahaha… Oke, tapi… tidak gratis dong tentunya” katanya dengan senyum licik. Aku bisa menebak maksud ucapannya itu. Sialan nih tua bangka, dia mau mengambil untung dari keadaan ini. Tapi ya sudahlah, dari pada dia menyebarkannya ke teman-temanku, ku turuti saja dulu apa kemauannya.

“Jadi, nama kamu Angel kan?”
“I-iya Pak…”
“Hahaha… Gimana rasa peju tuh kuda? Enak?” tanyanya. Aku diam saja, malu rasanya mengakui perbuatanku ini di hadapannya.

“Oi… jawab kalau saya tanya!!” bentaknya.
“I-iya Pak… e-enak..” jawabku akhirnya karena terkejut.
“Hahaha… Nah… kalau gitu Bapak mau lihat kamu ngentot. Bapak penasaran ngelihat cewek cakep kaya kamu dientot kuda… hakhakhak” suruhnya dengan tawa busuknya. Enak banget dia ngomong, lagian aku belum sampai melakukan itu sebelumnya.

“Kenapa diam? Ayo sana ngentot!!” bentaknya.
“Angel belum pernah Pak… Cuma jilat-jilatin aja kok selama ini” jawabku.
“Ah, masa dari kemarin cuma jilatin kontol doang. Kalau begitu ayo sekarang kamu coba… ayo.. saya mau lihat,” katanya. “Ayo cepat!!!” bentaknya lagi membuat aku terkejut. Dengan langkah terburu-buru ku dekati salah satu kuda kemudian mengelus-ngelus badannya.

“Ayo… yang nakal ngentotnya, kasih Bapak pertunjukan yang mantap kalau gak mau Bapak laporkan ke teman-temanmu, hehehe” ujarnya. Dasar pria tua busuk, tapi apa dayaku, kuturuti saja kemauannya itu. Aku lalu memasang wajah nakal tersenyum pada pria itu sambil mengelus-ngelus tubuh si kuda. Kemudian duduk bersimpuh di bawah badan kuda ini dan mulai memegangi kemaluannya yang belum tegang.

“Hei!! Minta izin dulu sama yang punya kuda!! Ayo… yang nakal!!” bentaknya lagi. Dasar, mintanya pelan-pelan aja napa sih, pake teriak-teriak mulu.

“Nggg… Pak, boleh saya jilatin kontol kudanya? Angel mau ngentot nih sama kuda bapak.. boleh yah Pak? please... Angel udah gak tahan nih pengen ngentot” ucapku memohon dengan wajah dan gaya bicara yang nakal.

“Bagus, oke… silahkan, hakhakhak”

“Makasih Pak… Bapak baik deh.. Angel bakal kasih liat adegan ngentot yang hot deh pokoknya ke Bapak, hihihi…” balasku se-bitchy mungkin. Tidak pernah aku melakukan hal seperti ini di depan orang lain sebelumnya, sungguh memalukan, tapi ya sudahlah. Aku lalu menjilati dan mengocok kontol kuda ini sampai penisnya tegang maksimal.

“Gimana? Enak tuh kontol?” tanyanya melihat aku keenakan mengulum kontol kuda. Aku sampai kelupaan kalau aku dalam keadaan terpojok saat ini.

“Banget…” jawabku dengan senyum manis. Ku lanjutkan lagi mengulum kontol kuda ini. Dengan mulut penuh penis, sesekali aku menoleh dan berusaha tersenyum ke arah Pak Maun hingga akhirnya ia menghentikan aktifitasku itu.

“Oke cukup, sekarang ayo coba kamu masukin tuh kontol ke memek kamu…” suruhnya. Aku lalu bangkit dan mencoba mencari posisi yang bagus. Tapi aku bingung harus bagaimana.
“Pak bantuin dong…” ucapku manja.

“Hehe, ya udah, sini kamu berbaring di kursi” katanya menyuruhku berbaring di kursi kayu panjang di dekatnya. Dengan patuh aku menurutinya dan berbaring telentang di kursi ini. Ia lalu menarik kuda itu dan memposisikannya agar berada di atas tubuhku. Sekarang penis kuda yang super panjang dan gede ini berada tepat di depan vaginaku. Aku lalu mencoba mendekatkan memekku ke arah kontol kuda ini dibantu Pak Maun. Tidak mudah tentunya karena ukuran penisnya yang luar biasa besar.

“Susah Pak… gak masuk-masuk… gimana dong?” ujarku merengek kecewa. Ya, aku betul-betul kecewa karena aku memang ingin penis kuda itu masuk ke memekku sekarang.

“Sepertinya harus dikasih pemanasan dulu deh memeknya, hehehe” seringainya mesum.

“Pemanasan? pemanasan gimana Pak?” tanyaku pura-pura tidak tahu isi pikiran kotornya itu. Ia lalu menyuruhku bangkit, ia juga kemudian membuka celananya hingga memperlihatkan penis hitamnya yang sudah tegang. Benar dugaanku, dia ingin menikmati tubuhku!!

“Gak apa kan kalau saya bantu panasin? Hehe…” ujarnya mesum. Yah… aku juga tidak bisa berbuat banyak sekarang, mau tidak mau aku terpaksa mengikuti kemauannya ini. Akupun mengangguk setuju, memperbolehkan pria kampung tua ini menggenjot lubang kenikmatan milik gadis kuliahan yang cantik dan putih mulus ini di kandang kuda.

“Gitu dong… hakhakhak….” ujarnya tertawa menang. Sumpah deh, mendengar suara tertawaannya itu bikin aku kesal, sialan banget. Ia lalu menyuruhku menungging di lantai, sepertinya ia akan menyetubuhiku dari belakang dengan gaya anjing. Penisnya masuk perlahan ke vaginaku. Tubuhku dan tubuh pria tua kampung ini kini menyatu dalam persenggamaan. Akhirnya ada penis manusia lagi yang masuk ke memekku ini.

“Padahal tubuhnya bagus dan putih mulus gini, memeknya sempit lagi… tapi lebih suka kontol binatang… edan!! Hakhakhak…” komentarnya saat asik menyetubuhiku sambil tangannya keenakan meraba dan meremas bokongku dari belakang. Aku hanya tersenyum kecut mendengarnya.

“Ayo, sambil diemut dong kontol kudanya…” suruhnya kemudian.
Ku turuti perintanya, sekarang aku sedang digenjot oleh pria tua ini sambil mulut dan tanganku sibuk mengulum dan mengocok kontol kuda yang ada di depanku.

“Pak, jangan.. ngh.. kencang-kencang… sakit…” rintihku. Dia ternyata brutal amat menyetubuhiku. Hentakan pinggulnya yang kasar membuat kontol kuda yang ada di mulutku masuk semakin dalam. Berkali-kali aku tersedak dibuatnya.

Akhirnya setelah sekian lama menggenjotku, ku rasakan kontolnya mulai berdenyut-denyut di memekku. Gawat, aku lupa kalau kali ini penis manusia yang sedang mengentoti vaginaku, bisa hamil ntar aku kalau dia tumpahin pejunya di dalam.

“Cabut Pak!! jangan keluarin di-”
“Crooottt… croooot”
“…dalam” Ahhhhh…. terlambat. Salahku juga sih gak ngingetin dia dari tadi agar gak muncrat di dalam. Ia lalu mencabut penisnya, menepuk-nepuk batangnya sambil menyeka ujung penisnya yang terdapat sisa pejunya itu di pantatku. Ia pun duduk dengan tampang kepuasan di kursi.

Aku menatap kesal ke arahnya. Sialan banget nih tua bangka. Kalau aku hamil gimana coba? Masa aku harus punya anak dari seorang pria tua kampung sih?

“Kenapa? Gak suka yah Bapak muncrat di dalam? Ntar bapak jadi horni lagi lho ditatap seperti itu.. hakhakhak…” katanya membalas tatapanku.
“Kalau Angel hamil gimana Pak?” kataku sambil bangkit berdiri dengan tetap memasang muka masam.

“Ya kamu tinggal di sini aja jadi istri bapak, hehehe” ujarnya santai. Maunya. Seenaknya aja kalau ngomong.
“Ayo, sekarang kamu ngentot sama tuh kuda, udah cukup longgar tuh memek pastinya” suruhnya lagi.

Aku lalu kembali berbaring di kursi kayu tadi. Pak Maun lalu memposisikan penis kuda itu di depan vaginaku. Dengan sedikit usaha dan berkali-kali mencoba, akhirnya “jleb,” kontol kuda itu masuk juga ke dalam memekku.

“Ngmmhhhh… duh…” rintihku kesakitan karena ukuran penisnya yang besar.
“Sakit yah?” tanyanya sok perhatian, ku balas dengan menggelengkan kepala sambil tersenyum manis padanya.
“Gak papa Pak, lanjut aja” pintaku karena memang tidak sabaran lagi disetubuhi kuda, aku juga sudah sangat horni sekarang.

Sedikit demi sedikit kontol kuda itu masuk ke dalam vaginaku. Hingga ku rasakan ujung kontolnya itu mentok di ujung rahimku. Sungguh sesak rasanya bagian bawah tubuhku ini. Lama- kelamaan aku juga merasa semakin nikmat. Aku bahkan berusaha menggoyangkan tubuhku ke atas dan ke bawah berusaha membantu kontol kuda ini agar mengobok-obok memekku. Melihat aku yang sudah menguasai keadaan, Pak Maun lalu mundur menjauh, ia kini hanya menonton diriku yang sedang disetubuhi oleh kudanya ini.

Semakin lama adukan kontol kuda ini semakin cepat. Aku sampai berteriak kencang-kencang karena kena genjot kuda ini. Bagaimana tidak, ukurannya itu lho, gede.. yang pastinya nikmat banget. Apalagi aku melakukannya sambil disaksikan oleh orang lain begini, sensasinya sungguh luar biasa.

“Ahhhh… Iyaaaaa… terussss!!! entotin Angel!!! Nggmmhhh…. Yang kencaaaang... Ahhh.. kontoooolll!!” Racauku semakin menjadi-jadi disertai orgasme yang luar biasa hebat, aku tidak peduli lagi bila teriakanku ini bakal terdengar oleh orang-orang sekampung.

Ku lihat di sebelah sana Pak Maun mengocok penisnya sendiri sambil menyaksikan aku yang bersenggama hebat dengan kudanya. Sebuah pemandangan persenggamaan yang panas antara kuda jantan dan seorang gadis kuliahan yang cantik. Apalagi tubuhku sudah basah bermandikan keringat, yang tentunya makin menambah kesan seksi dan liar.

Aku lalu tersenyum manis pada Pak Maun, menandakan kalau aku memang tanpa paksaan merelakan vaginaku digenjot oleh kudanya ini. Ku tunjukkan ekspresi-ekspresi wajahku yang sange kenikmatan pada Pak Maun selama aku digenjot, bahkan mengedipkan mataku dengan nakal ke arahnya. Melihat tingkahku ini membuat dia tidak tahan dan “Croooot,” Pak Maun muncrat lagi di sana.

“Hehehe, luar biasa kamu ngentotnya, bapak sampai ngecrot gini” ujarnya memuji aksiku, aku malah tambah bergairah mendengar pujiannya itu.

“Ngmmh… makasih Pak… uhh” jawabku sambil tersenyum manis di sela-sela genjotan si kuda. Cukup lama juga aku disetubuhi oleh kuda ini, selama itu juga aku sudah meraih berkali-kali orgasme. Hingga akhirnya tiba waktunya kontolnya itu untuk memuntahkan benihnya ke dalam memekku.

“Croooottttttttttzzzz” sungguh banyak dan deras sekali, bahkan sampai meluber kemana-mana dan tumpah ke lantai. Saat dia ejakulasi aku lagi-lagi orgasme untuk kesekian kalinya. Rahimku kini penuh dengan peju kuda. Aku harap sperma kuda yang banyak ini bisa membunuh spermanya Pak Maun tadi.

Tubuhku betul-betul merasa lemas sekarang, tulangku rasanya mau copot semua. Pak Maun sepertinya mengerti dan menyuruhku beristirahat.

“Sini duduk dulu... Nih minum, pasti capek kan?” tawarnya memberikan ku segelas air.
“Nghh.. iya, makasih pak” ujarku tersenyuman manis dengan nafas masih ngos-ngosan menerima air darinya. Langsung saja ku habiskan air itu.

“Selain kuda kamu pasti juga pernah ngentot dengan yang lain juga kan?” tanyanya ingin tahu.
“Iya Pak, sama anjing di rumahnya Angel, dua ekor” jawabku terus terang, gak ada yang perlu disembunyikan lagi sekarang.

“Hahaha.. ternyata kamu lacur banget yah… gak nyangka bapak kalau cewek cantik seperti kamu malah ngasih memeknya ke hewan-hewan” ujarnya, aku hanya tersenyum kecil mendengar ucapannya yang sebenarnya melecehkan itu. Tapi memang begitulah kenyataannya. Aku sudah seperti pelacurnya para binatang.

“Tapi Bapak janji kan gak bakal ngasih tahu teman-teman Angel?” tanyaku memastikan janjinya tadi.
“Oke, tenang saja”
“Ya udah Pak, Angel mau balik dulu…” kataku bangkit dari tempat duduk.

“Loh? Udah mau balik saja? masih banyak tuh kuda-kuda yang lain, hehehe”
“Angel udah capek nih Pak, gak kuat lagi”
“Hahaha, ya sudah… terserah kamu, sana pakai baju kamu dan balik”

“Nngg… Angel gak bawa baju Pak…”
“Hah? Kamu telanjang bulat ke sini?” tanyanya terkejut. Aku hanya mengangguk kecil sambil senyum-senyum.

“Hahaha, betul-betul lacur… Ya sudah balik sana… Tapi besok malam ke sini lagi yah… hehehe… Bapak buatin jamu nanti biar gak cepat capek”

“Iya Pak… Angel balik dulu yah Pak” kataku pamit, dia hanya mengangguk. Dengan tubuh telanjang bulat aku lalu berlari menuju pondokan. Aku tidak percaya dengan apa yang baru saja ku lalui malam ini, akhirnya aku ngentot dengan kuda. Sherly pasti iri nih sama aku, hihihi. Esoknya, akupun mengabari Sherly tentang apa yang terjadi tadi malam.

“…Sher, kamu tahu nggak?”
“Apa kak?”
“Kakak semalam ngerasain ngentot dengan kuda lho… hihihi”

“Hah?? Ih… kak Angel curang ih gak ngajak-ngajak…” rengeknya manja.
“Hihihi, kapan-kapan kakak ajak deh kamu ke sini, tenang aja deh…”
“Janji yah kak…”
“Iya…”

“Gimana kak rasanya, gimana?” tanyanya antusias.
“Enak deh pokoknya, gede banget…”
“Nggghhh… pengeeeen…..” ujar Sherly manja.
“Kapan-kapan yah sayang… hihihi”

~~~

Sejak malam itu, aku selalu di suruh ke tempatnya Pak Maun setiap malam. Sebenarnya tanpa di suruhpun aku pasti akan kembali lagi ke sana. Aku jadi ketagihan sih dientotin kuda, hehe. Aku juga masih tetap tidak mengenakan apa-apa di tubuhku saat berangkat dari sini menuju ke tempatnya Pak Maun, karena rasanya sensasional banget. Dengan bantuan jamu yang diberikan Pak Maun, aku kini bisa berkali-kali bersetubuh dengan kuda-kuda disana. Kadang Pak Maun juga ikut-ikutan mengentotiku, tapi ia lebih suka hanya duduk saja memperhatikan. Sepertinya ia sangat suka melihat gadis cantik sepertiku disetubuhi oleh hewan-hewan peliharaannya, senang sekali dia mendengar aku yang merintih manja dan menjerit-jerit kenikmatan disetubuhi oleh mereka. Aku bahkan dengan senang hati mengiyakan saat ia memintaku untuk ngentot dengan anjing-anjingnya Pak Maun yang berjumlah lima ekor itu. Untung saja sampai sekarang Pak Maun memegang janjinya untuk tidak bicara macam-macam pada teman-temanku.

Hmm… Baru dua minggu aku KKN, dan masih sekitar sebulan lagi aku berada di sini. Aku penasaran apa yang akan terjadi hari-hari selanjutnya…

Eps 4 - KKN (Part 2 / 2)

#Angel

Dua minggu lebih sudah aku menjalani KKN di desa ini. Sampai saat sekarang ini juga, aku masih setia menjadi budak seksnya hewan-hewan peliharaan Pak Maun. Tidak hanya kuda dan anjingnya, kemarin aku juga mencoba rasanya ngeseks dengan kambing dan lembu.

Pernah selama beberapa hari kemarin ini saat aku datang bulan, Pak Maun tetap menyuruhku untuk melayani penis-penis binatang itu meski hanya dengan mulut dan anusku. Awalnya aku bergidik ngeri membayangkan kontol kuda yang super gede itu bakal masuk ke lubang pantatku. Namun karena penasaran akhirnya ku coba juga. Meski hanya ujung kepala penisnya saja yang akhirnya bisa masuk ke anusku, tapi itu sudah cukup membuatku berjalan mengangkang keesokan harinya.

Perlakuan Pak Maun juga betul-betul seenaknya saja terhadapku, dia begitu merendahkanku. Aku betul-betul disederajatkan dengan hewan oleh pria itu, seperti mengalungiku dengan rantai, menyuruhku makan dilantai bersama anjing-anjingnya, sampai disuruh buang air sembarangan di tengah jalan seperti binatang.

“Pak, ntar kalau ada orang yang ngelihat gimana dong?”
“Gak bakal, ayo sana… katanya udah kebelet kan? Atau bapak kasih tau nih teman-temanmu?” suruhnya dengan ancaman. Sialan banget, padahal tadi mau izin bentar ke wc buat pipis, malah disuruh pipis di tengah jalan. Tapi ya udah deh, untung saja tengah malam, berdoa aja moga-moga betul nggak ada yang ngelihat. Lagian aku juga penasaran gimana rasanya ‘nyetor’ di alam terbuka. Akupun berjongkok lalu buang air ditengah jalan. Dadaku berdebar-debar karena aku belum pernah melakukan hal sememalukan ini sebelumnya.

“Gitu dong… anjing bapak aja gak malu kencing di jalanan, masa kamu pakai malu-malu segala… hak hak hak…” ujarnya merendahkanku, seenaknya saja menyamakan aku yang gadis kuliahan dari kota ini dengan anjing-anjing kampung peliharaannya itu. Tapi mendengar hinaannya itu membuat ku horni juga sih...

“Gimana rasanya? Enak? Udah lega kan? hak hak hak…” tanyanya saat aku selesai dan menarikku lagi ke dalam, rantai yang mengalungiku ini cukup membuatku kesakitan karena tarikan Pak Maun yang cukup keras.

“Iya Pak, udah lega, hmmm…. Makasih” ucapku yang malah berterima kasih padanya setelah diperlakukan begitu. Tapi ada satu hal yang membuatku gelisah, dia belum menyuruhku ngentot dengan hewan-hewannya sepanjang malam ini, padahal aku udah sange berat. Mana hari udah mau subuh lagi. Tampaknya dia sengaja membuatku mati-matian menahan birahi pengen dientot hingga aku mengiba padanya, betul-betul busuk! Masa aku harus memohon-mohon minta dientotin sama hewan-hewannya sih, ogah!! Tapi… tapi….

“Pak….” Panggilku lirih.
“Apaan?”
“Itu…” kataku lagi dengan wajah sange padanya berharap dia mengerti.
“Itu apaan?” tanyanya lagi dengan cueknya. Sialan, ternyata dia memang tahu apa yang sedang ku rasakan, namun dia malah sengaja membuatku menahan-nahan birahi. Tapi ku harus tetap jaga imej, gak boleh sampai ngemis-ngemis minta dientot binatang, gengsi dong….

Ku pasang wajah semenggoda mungkin sambil menggigit kuku. Pandangan mataku terus-terusan menatap dirinya dengan lirikan nakal. Berharap dia luluh dan akhirnya menyetubuhiku. Ya, kalau gak bisa dengan hewan, dengan dia juga gak papa deh. Dari pada malam ini gak ada sama sekali.

“Kalau jadi anjing itu seharusnya gak ngomong, mana ada anjing yang bicara… ntar bapak kasih tau teman-temanmu lho… Ayo, jadi betina yang baik dan penurut!!” perintahnya. Aku tambah bete aja mendengarnya, itu mulu ancamannya. Selama beberapa saat akupun diam menuruti omongannya, namun pandangan mataku tetap melirik kepadanya. Mengetahui aku yang terus-terusan menatap sange ke arahnya, dianya hanya cengengesan saja. Sialan banget kan namanya? Bete…. Tapi harus diam sampai kapan sih Pak? Kalau begini terus keburu subuh… tidak ada waktu lagi!!

“Pak…”
“……”
“Pak…!!”
“Apa? udah bapak bilang kalau jadi anjing itu-”
“Entotin Angeeeeelllll!!! Pleaseeee!!! Entotin betina lacurmu ini!!” teriakku akhirnya memotong omongannya, aku sudah tidak tahan lagi. Ku buang dulu rasa gengsiku. Biarin deh kalau mau dikatain maniak. Tua bangka ini betul-betul berhasil mempermainkanku, sampai-sampai membuatku harus berteriak mengemis meminta disetubuhi seperti ini kepadanya. Sungguh memalukan.

“Hak hak hak… ngomong dong dari tadi!!” katanya menertawakanku yang berhasil dia kerjai ini. Aku hanya menatap penuh kesal kepadanya. Apa dari tadi itu gak cukup sebagai petanda? Betul-betul nih tua bangka.

“Ayo, bilang sekali lagi… yang jelas!!” perintahnya. Sial, Oke Pak, nih Angel turutin!!
“Angel mau dientot!! dientotin anjing-anjingnya bapak!! dientotin kuda-kudanya bapak!! Dientot kontolnya bapaaak!!!” teriakku dengan lantangnya sampai nafasku ngos-ngosan dibuatnya. Masa bodoh kalau teriakanku bakal membangunkan orang-orang desa. Dengan sengaja pula ku tekankan kata ‘ngentot’ biar dia tahu kalau aku memang sudah sange minta dientotin. “Puas kamu Pak? Hah?” batinku dalam hati. Tapi sialnya, dia terus saja tertawa terpingkal-pingkal mendengar ucapanku barusan.

“Ya sudah kalau gitu, mau bapak buatin jamu dulu gak?” tanyanya yang masih saja mengulur-ngulur waktu, padahal udah injury time!! Udah mau subuh!!
“Terserah!!” kataku bete.

“Hak hak hak, ya sudah, tunggu bentar” dia betul-betul meninggalkanku sendiri di kandang ini. Tidak lama dia kembali lagi dengan membawakanku segelas jamu, jamu yang memang sudah biasa diberikan olehnya padaku sebelum aku disetubuhi hewan-hewannya dalam beberapa hari terakhir. Jamu itu betul-betul ampuh menjaga staminaku, membuat tubuhku bisa digarap habis-habisan sepanjang malam oleh peliharaan-peliharaannya Pak Maun, serta membuat tubuhku terasa lebih panas dan bergairah. Akupun segera meminum jamu yang terasa anyir dan aneh itu, entah apalah bahannya.

“Kamu mau tau salah satu bahan campurannya?” tanyanya seperti mengetahui rasa penasaranku. Ku hentikan minumku sejenak lalu melirik padanya, tanda kalau aku memang penasaran dengan apa-apa bahan dari jamu yang selalu ku minum setiap malam ini.

“Peju babi hutan… hak hak hak” katanya memberi tahu. Apa? peju babi hutan? Pantas saja rasanya rada-rada aneh nih jamu. Ternyata aku sudah meminum peju babi selama beberapa malam terakhir ini. Aku cukup terkejut sih, tapi hmm… ya sudah lah.

“Kenapa? Gak masalah kan?” tanyanya melihatku yang sempat menunjukkan ekspresi jijik.
“Gak papa…” jawabku sambil tersenyum. Ya, mau gimana lagi, udah terlanjur ku minum juga. Ku lanjutkan lagi meminum sisa jamu bercampur peju babi hutan ini sambil mataku terus melirik dan tersenyum padanya, tanda kalau aku memang tidak mempermasalahkan bahan jamu ini sama sekali.

“Enak kan? atau mau besok bapak bawakan peju murninya ke kamu?” tawarnya. Peju babi hutan murni? Boleh juga tuh. Gimana rasanya yah…
“Boleh Pak” kataku mengiyakan setelah tegukan terakhir jamu peju babi ini masuk ke lambungku.

“Oke kalau gitu, sekarang ayo ngentot” katanya menarik rantaiku menyuruhku berdiri, akupun berdiri dengan patuhnya.
“Kamu mau sama anjing atau sama kuda dulu?” tanyanya kemudian.
“Ngmm… kalau sama bapak dulu boleh nggak?” jawabku dengan wajah dan nada bicara yang dibuat semenggoda mungkin.

“Hehehe… Okeh, dasar lonte binatang” hinanya. Diapun langsung menarikku mendekat. Sepertinya dia memang sudah mupeng sejak ku memohon-mohon tadi. Makanya jangan sok… Angel gitu lho, hewan aja tergoda, apalagi orang, hihihi…

Segera dia menelanjangi dirinya sendiri. Penis hitamnya terlihat sudah sangat tegang mengacung-ngacung di depan wajahku. Bersiap untuk mengobok-obok baik mulut, vagina maupun anusku sesuka hatinya. Ia menyuruhku untuk mengemut batang penisnya sebentar sebelum mengentoti vaginaku. “Jleb,” Phew… akhirnya ada penis yang masuk vaginaku. Hmm, kok rasanya aku jadi binal banget gini yah? Ah, biarin... namanya juga udah nafsu. Dia lalu mulai mengaduk-aduk memekku, semakin lama semakin cepat dan kasar.

“Inikan yang kamu mau? Dientotin sama kontol?” ujarnya sambil terus menggenjotku dengan kasarnya dengan gaya anjing.
“Iya Pak… terus… nghh… entotin Angel, yang kasar!! hantam memek Angel sesuka hati bapak… nghh… entotin pelacurnya hewan peliharaan bapak ini” racauku seperti orang kesurupan.

“Ntar bapak keluarin di dalam yah? Bapak pejuin yah memekmu ini?”
“Ngh… jangan…” tolakku. Pak Maun yang mendengar penolakanku langsung mencabut batang penisnya. Padahal tinggal sedikit lagi aku orgasme!! Kentaaaaang!!

“Mmhh… Pak?” panggilku sambil menoleh menatap sayu padanya. Mencoba memberi tahunya betapa tidak nyamannya keadaanku sekarang ini. Sungguh betul-betul kentang, ngegantung banget rasanyaaaa!!! Tapi dia malah sengaja mempermainkanku lagi, betul-betul tidak tahu diri. Aku betul-betul tidak punya pilihan lain, dari pada merasa kentang gini, ku turuti saja maunya itu.

“Ya udah, sekali ini aja yah pak…” kataku akhirnya menyetujui kalau dia boleh buang pejunya di memekku. Barulah kemudian dia memasukkan lagi penisnya itu.
“Hehehe… gitu dong… Jadi boleh kan bapak pejuin memek kamu? Kalau kamu sampai hamil gak apa kan?”

“I.. iyah.. gak papa, tumpahin aja di dalam kalau bapak emang mau ngehamili Angel…” jawabku tidak peduli. Diapun melanjutkan menyetubuhiku dengan membabi buta, hingga akhirnya pejunya muncrat-muncrat dengan derasnya ke dalam rahimku. Banyak banget lagi. Tapi biar deh, aku juga sampai berkali-kali orgasme karena dikontolin olehnya.

Sehabis disetubuhi olehnya, akupun secara marathon bergantian menyepong dan disetubuhi oleh kuda-kudanya Pak Maun. Ada salah satu kuda yang sedang aku sepong kontolnya, kudanya malah kencing, jadilah sebagian kencingnya itu tertelan olehku. Eneg!! Setelah dengan kuda, dilanjut dengan acara gangbang oleh anjing-anjingnya. Tepat menjelang subuh, acara inipun selesai. Baik vagina, anus maupun mulutku penuh dengan peju binatang-binatang itu, begitupun dengan sekujur tubuhku. Ku berharap lagi agar sperma binatang-binatang ini bisa membunuh spermanya Pak Maun tadi. Aku kan gak mau juga kalau aku betul-betul hamil anaknya. Masa umur 20 tahun udah hamil, anaknya pria tua kampung lagi. Ish….

~~~


Malam selanjutnya aku berencana kembali lagi ke sana. Aku penasaran pelecehan seperti apa lagi yang akan dilakukan oleh Pak Maun terhadapku. Hmm… Kok sekarang aku jadi senang dibegituin yah? Entah kenapa hinaan dan pelecehannya yang bikin telinga panas itu malah membuat aku horni. Pak Mauuun, I’m coming…. Mau ngentot dengan Angel lagi? Yuk… Mau bapak lecehkan lagi? Okeh… Atau cuma mau nonton ngelihat Angel entot-entotan sama peliharaan-peliharaannya bapak? Boleh banget… hihihi… ^_^

Setelah memastikan teman-temanku tertidur, aku segera menelanjangi diri hingga bugil dan keluar dari pondokan diam-diam. Gerimis yang turun membuat malam ini semakin dingin. Jadilah tubuh telanjangku basah-basahan dibuatnya. Dengan bersusah payah ku lalui jalan setapak yang amat licin karena becek, berkali-kali aku tergelincir hingga membuat bagian bawah tubuhku kotor.

“Dasar betina tolol!! Makanya jalan itu hati-hati” katanya menghinaku saat aku datang. Baru datang aja udah dihina…
“Abis, jalan pada becek Pak” jawabku membela diri walaupun aku senang-senang saja dikata-katai olehnya.

“Ya sudah, bersihkan dulu badanmu itu, habis itu ikut bapak”
“Kemana pak?”
“Udah… ikut aja jangan banyak tanya”

Akupun membersihkan tubuhku dengan air yang ada di baskom. Kemudian kami pergi ke luar. Dia mengajakku masuk hutan. Suasananya begitu mengerikan karena hanya cahaya senter yang menerangi langkah kami. Suara-suara hutan beserta rintik-rintik hujan semakin membuat suasana mencekam. Setelah sekitar sepuluh menit berjalan akhirnya kami sampai di tempat tujuan yang pak Maun maksud. Sebuah rumah kayu yang sepertinya menjadi tempat para penduduk desa beristirahat sehabis menggarap ladang-ladang mereka.

“Ayo” ajaknya menarik tanganku. Ternyata di belakang sana terdapat kandang babi, ada babi ternak dan ada babi hutan alias celeng.
“Katanya kamu mau coba peju babi hutan murni kan? Ini tak kasih… hak hak hak” Jadi dia ngajak aku ke hutan agar aku ngewe dengan babi-babi? Hmm… ngentot dengan babi, boleh juga tuh dicoba.

“Kenapa? Gak mau? Ya sudah… yuk pulang” katanya melihat aku yang hanya terdiam menatap babi-babi ini.
“M-mau Pak, jangan pulang dong….” Kataku menarik tangannya saat dia akan berbalik.
“Hak hak hak… diam saja dari tadi sih, kirain gak mau”

“Nggak Pak, Angel mau kok ngentot sama… babi. Please yah pak jangan pulang dulu…” rengekku.

“Hak hak hak… oke, kalau gitu ayo kamu masuk ke sana main dengan mereka, bapak mau lihat” suruhnya. Ku turuti perintahnya dengan segera melangkahkan kakiku ke dalam kandang babi yang penuh lumpur menjijikkan ini. Ini lumpur pasti banyak cacingnya.

Saat ku sudah masuk dan duduk bersimpuh di kubangan itu, tiba-tiba babi-babi itu langsung mengerumuniku secara bersamaan. Agak takut juga karena ku kira mereka akan menyerangku, tapi ternyata mereka hanya menjilat-jilati tubuhku.

“Duh, geli… iya ampun, jangan keroyokan gini…” rengekku, namun tentu saja babi babi itu tidak peduli. Mereka terus saja menjilati tubuhku, baik wajah, buah dada sampai vaginaku. Membuat tubuhku semakin kotor oleh liur dan juga lumpur. Penis mereka ku lihat juga sudah muncul dan siap meminta pelayanan dariku. Baru kali ini juga aku melihat penis babi secara langsung. Bentuknya aneh seperti mata bor. Aku jadi bergidik membayangkan kalau aku akan dientotin oleh babi rame-rame!! Di gangbang babi di kubangan lumpur!! Penasaran aku gimana rasanya memekku ‘dibor’ oleh penis mereka dan rasanya sperma mereka di rahimku.

“Kalian mau entotin Angel yah? Ya udah…” kataku membuka lebar-lebar memekku dengan jari. Salah satu babi langsung mendekat, ukurannya sekitar dua kali ukuran tubuhku. Perlahan-lahan penisnya itu masuk ke dalam memekku, akhirnya aku merasakan vaginaku diisi penis babi. Penisnya yang panjang dan seperti mata bor membuatnya mudah masuk sampai ke rahimku.

“Gimana rasanya? Enak kan?” tanya Pak Maun.
“Ngghh… iya Pak…”
“Mmmhh…. Terus… entotin Angel, pejuin memek Angel sama peju kalian” racauku.

Babi ini terus menggenjotku, sedangkan yang lain antri sambil terus menjilati seluruh bagian tubuhku. Hingga akhirnya penisnya memuncratkan spermanya di dalam memekku. Pejunya terasa lebih kental dari semua peju binatang yang pernah menyiram memekku ini. Pejunya nempel di dalam dan gak ngalir keluar, terjebak di dalam rahimku. Tapi itu baru satu babi, masih ada sepuluh ekor lagi yang akan menggenjotku. Phew… malam ini sepertinya aku akan penuh lumpur dan peju babi.

“Ayo, dilanjut, baru juga satu…” perintah Pak Maun seenaknya sambil asik merokok. Ku balas saja perintahnya itu dengan senyuman. Sabar napa sih? yang ngentot kan Angel, bapak duduk manis aja sana!

“Pak...”
“Apa?”
“Kalau masuk sekali dua muat gak yah? Bapak mau lihat gak Angel dientotin dua babi sekaligus? Mau lihat gak gimana memek Angel dijejali dua batang kontol babi ini?”
“Hehehe... oke, coba aja”
“Ya udah, lihat baik-baik yah pak… cuma bapak aja lho yang pernah lihat Angel ngentot dengan babi” kataku sambil tersenyum manis dan nada bicara menggoda. Pria itu cuma tersenyum, bangga mungkin dianya.

Aku lalu membaringkan salah satu babi, kemudian aku mendudukinya dan memasukkan batang penisnya itu ke memekku. Ku rebahkan badanku sehingga posisiku jadi telungkup. Babi satunya kini ikut naik ke tubuhku dari belakang dan memasukkan penisnya ke dalam memekku. Sekarang ada dua penis babi yang memilin vaginaku!! Bayangkan saja, seorang gadis cantik putih mulus sedang dientotin dua babi sekaligus di kandang mereka yang penuh lumpur!! Bahkan masih ada beberapa babi lagi yang menunggu antrian. Sungguh liar dan nakal.

“Pak Maun… liat Angel Pak… Bapak suka kan liatnya? liat Angel dientotin babi kaya gini? Iya kan pak?” teriakku sambil mendesah kenikmatan. Tampak Pak Mau begitu mupengnya melihat diriku ini, kini dia sudah menurunkan celananya dan coli sambil menonton aksi binalku. Bagiku sendiri rasanya luar biasa banget ngentot dengan binatang sambil disaksikan orang seperti ini.

Babi-babi itu terus secara bersamaan mengaduk-aduk memekku, hingga lagi-lagi peju mereka muncrat dengan banyaknya di dalam rahimku. Ku lakukan hal yang sama dengan babi-babi selanjutnya. Selalu dengan satu lubang dengan dua penis. Kadang salah satunya malah menggenjot lubang anusku. Yang paling ku suka adalah saat-saat babi-babi ini melenguh lalu berejakulasi dengan amat banyaknya di dalam vaginaku. Rasanya sungguh luar biasa. Tidak jarang saat mereka ngecrot, aku juga mencapai klimaksku. Bahkan sengaja aku melirik ke arah Pak Maun sambil menjerit kenikmatan saat klimaks, biar dia tahu kalau aku sungguh menikmati dientot dan disiram rahimku oleh babi-babi ini.

Tidak hanya babi ternak, aku juga mencoba dengan celeng setelah itu. Untung saja mereka sudah jinak, soalnya setahuku babi hutan itu suka menyerang manusia. Bagian bawah tubuhku rasanya sungguh sesak. Sepertinya rahimku sudah penuh dengan peju mereka yang terjebak di dalam. Sampai-sampai perutku tampak sedikit gembung dibuatnya.

Tentunya aku juga menggunakan mulutku untuk memuaskan penis mereka. Ku kulum dan ku mainkan penisnya hingga akhirnya babi itu memuntahkan pejunya yang kental ke dalam mulutku. Aku lalu berinisiatif mendekati Pak Maun sambil merangkak, lalu ku buka mulutku lebar-lebar menunjukkan sperma babi yang tertampung di mulutku. Kemudian memanjakan mata Pak Maun dengan memainkan sperma itu dengan lidah dan gigiku. Setelah cukup lama, barulah ku telan sperma itu, seluruhnya tandas ke dalam lambungku. Rasanya sungguh aneh, bau dan menjijikkan.

“Suka Pak?” tanyaku menggodanya yang tampak terpana melihat aksiku barusan.
“Hehehe… suka banget”
“Mau lihat sekali lagi gak?” tawarku.
“Mau banget…”
“Ya udah, bentar yah Pak” ku dekati babi yang lain, menguras pejunya lagi dan kembali memainkan pejunya itu di dalam mulutku di hadapan Pak Maun, lalu menelannya lagi setelahnya. Dia sepertinya suka banget dengan aksiku ini.

“Lagi Pak?” tawarku lagi.
“Eh, iya”
“Suka banget yah Pak liat Angel main peju babi gini? Ya udah.. nih Angel turutin. Khusus buat Pak Maun seorang lho…” ujarku menggodanya dengan mengedipkan mata. Akupun mengulanginya lagi dan lagi sampai dia ngecrot cuma karena menonton aksiku ini.

~~~


Sejak malam itu aku punya teman ‘main’ yang baru lagi. Ya, para babi. Pernah juga waktu itu aku disuruh berbaring di kandang mereka, kemudian anak-anak babi yang banyak itu menyerbu tubuhku. Mereka menyodok-nyodok buah dadaku seperti ingin menyusu, sungguh geli. Mungkin mereka pikir aku ini induknya.

“Hak hak hak… sekarang ditambah kamu jadi ada empat babi betina di sini” kata Pak Maun, seenaknya saja nyebut aku babi betina.

Sisa-sisa hari KKN selalu ku habiskan malamnya bersama Pak Maun dan hewan-hewan itu. Kadang aku main di peternakan Pak Maun, kadang main ke tempatnya para babi. Aku juga tidak mempermasalahkan segala perlakuan Pak Maun yang amat sangat menghinaku. Aku percaya padanya sampai memperbolehkannya berbuat apapun pada diriku. Tapi, akhirnya hari itu datang juga, malam ini adalah malam terakhir aku ke tempatnya Pak Maun. Seperti malam-malam biasanya, akupun melayani binatang-binatang itu. Bedanya, aku tidak akan ke sini lagi besok…

“Pak…”
“….. Apa?”
“Besok Angel pulang” kataku. Mungkin dia sudah pernah ku beri tahu kapan aku akan pulang, aku hanya mengingatkannya saja.
“…..”

“Pak?”
“Iya….”
“Besok Angel pulang!!”
“Ohh….” Lah, kok cuma ‘ohh’ doang sih? Ngomong apa kek gitu, tahan aku supaya gak pergi kek, apa kek… ini cuma ngomong ‘ohh’ doang. Bete.

Dia lalu mendekatiku, kemudian melepaskan kalung rantai itu dari leherku. Aku terhenyak. Hampir saja aku menepis tangannya supaya tidak melepaskannya, tapi tak jadi ku lakukan.
“Oke, mulai malam ini kamu bebas” ujarnya. Bebas? Dia bilang bebas? Ya, bebas… setelah sebulan lebih selalu menjadi budak dan betina hewan-hewan miliknya, kini aku dinyatakan bebas. Tapi… kenapa aku merasa tidak senang? Aku… tidak ingin pergi secepat ini. Ku ambil kalung rantai yang tergeletak di tanah itu, berharap dia memasangkannya lagi padaku.

“Pak…”
“Kenapa? Kamu mau bawa pulang rantai itu? Bawa saja…” ku gelengkan kepalaku. Tentu saja bukan itu yang ku inginkan.
“Lalu apa?” Aku juga tidak tahu. Yang ku tahu kalau besok aku tidak akan ke sini lagi, dan itu membuat hatiku teriris, aku tidak rela.

“Pak…” Aku terbang memeluknya. Tangisku langsung pecah, aku tidak dapat mengontrol emosiku. Akupun menangis tersedu-sedu dalam pelukannya. Aku sendiri tidak tahu kenapa aku bisa sampai begini setelah semua perlakuan hinanya terhadapku.

“Udah, kapan-kapan kamu boleh kok main ke sini, Bapak bakal nungguin kamu” katanya menghiburku, yang malah membuat tangisanku semakin kencang. Ya, setelah sebulan lebih selalu diam-diam mengunjungi peternakannya ketika malam tiba, setelah sebulan lebih selalu besama dengannya dan juga hewan-hewan peliharaannya, akhirnya kami harus berpisah juga. Seharusnya aku senang karena aku akan terbebas dari segala perlakuan bejatnya itu. Tapi entah kenapa aku malah merasa tidak ingin pergi, aku tidak ingin berpisah dengannya. Aneh memang, tapi itulah yang ku rasakan, aku juga tak mengerti. Pak Maun mungkin tidak merasakan hal yang sama seperti apa yang ku rasakan sekarang, tapi aku tidak peduli. Tanganku memeluk erat tubuhnya, seakan tidak rela melepaskannya.

“Duh, sakit”
“Biarin!!” kataku yang malah semakin erat memeluknya. Ku pejamkan mataku, mencoba untuk meresapi kehangatan ini untuk terakhir kalinya. Karena mau bagaimanapun, aku juga harus kembali besok. Meninggalkan ini semua.

“Pak… kalau bapak mau, bapak boleh kok ngentotin Angel sepuas-puasnya malam ini. Kalau bapak mau semprotin pejuh bapak di dalam memek Angel juga boleh kok” kataku sambil menatap matanya.

“Ya sudah, tapi hapus dulu itu air matanya” katanya yang langsung saja ku lakukan. Aku tersenyum lagi padanya setelah itu.

Ya, malam ini aku bersetubuh lagi dengan Pak Maun. Ini adalah ucapan sampai jumpa dariku di malam terakhir KKN untuknya. Tapi, aku akan terus mengenang masa-masa KKN ini. Selalu.

~~~


Paginya, bus yang akan mengantar kami pulang sudah terparkir di halaman kantor kepala desa. Beberapa masyarakat ikut mengantar kepergian kami. Sebagian larut dalam sedihnya sebuah perpisahan. Tapi dari semua yang ku harapkan hadir di sana, aku tidak melihat adanya Pak Maun.

Dengan langkah berat ku naiki bus ini. Duduk di bagian tepi menghadap ke jendela. Pandanganku terus tertuju ke arah jalan menuju tempatnya Pak Maun, berharap kalau dia muncul, setidaknya mengucapkan sampai jumpa untuk terakhir kalinya sebelum aku pergi. Namun hingga bus berangkat, dia tidak juga tampak… Tapi tunggu, ada sesosok pria tua renta yang akhirnya muncul dari ujung jalan itu. Pak Maun!! Dia melambaikan tangannya kepadaku, yang kubalas juga dengan lambaian tanganku sambil tersenyum senang. “Sampai jumpa Pak Maun, tungguin Angel pokoknya!!” Kataku dalam hati, tanpa sadar air mataku jatuh lagi.

………..
………..
………..

~~~


Enam bulan kemudian….

“Pak Maun…” teriakku memanggilnya. Akhirnya, aku kembali lagi ke sini.
“Eh, Angel… akhirnya datang juga hak hak hak”
“Maaf yah pak baru bisa datang sekarang, gak ada waktu yang cocok. Lagi sibuk banget soalnya”
“Hehehe… gak papa kok”

“Oh ya Pak… ini sepupu Angel. Sher, kenalin ini Pak Maun. Pak, kenalin ini Sherly” kataku saling memperkenalkan mereka.

“Pak, kami berdua….” Aku memandang Sherly sejenak lalu memandang lagi ke arah Pak Maun, “siap jadi betina dan budak seksnya peliharaan-peliharaan bapak” kata kami serempak padanya dengan ekspresi binal.

“Mau bapak apaain aja boleh kok, mau bapak entotin, atau nyuruh kita ngentot dengan binatang apa aja bakal kita lakuin, asal….”

“Asal apa?” tanya Pak Maun penasaran.
“Asal Bapak harus perlakukan kami kaya binatang!!”

“Hak hak hak… gak perlu dipinta itu mah… Bapak akan perlakukan kalian seperti betina jalang, bahkan lebih hina.. hak hak hak”

Maka dimulailah masa-masa liburanku berdua dengan Sherly yang kami habiskan di peternakan Pak Maun. Selama tiga minggu kami menginap di sana. Selama itu, kami berdua yang merupakan gadis cantik dari kota dan terpelajar ini diperlakukan layaknya binatang, siang dan malam, sepanjang hari oleh seorang pria tua kampung. Telinga kami terus-terusan dicekoki hinaan-hinaan yang amat melecehkan, tapi tidak masalah, kami malah suka. Disuruh ngentot dengan binatang peliharaan apapun kami turuti. Anjing, kuda, lembu, babi, semuanya kami layani dengan senang hati, termasuk melayani Pak Maun sendiri. Betul-betul liburan yang menyenangkan. ^o^

“Mau ikut Bapak ke hutan tidak?” ajaknya hari itu.
“Hmm?? Ngapain Pak?”
“Sekarang ini babon babon lagi musim kawin, hehehe….”
“Hah????” Aku dan Sherly saling berpandangan, kemudian tersenyum manis.
“Ayuk”

Eps 5 – The Girl Dreams Dogs

#Sherly

H-21 Angel pulang KKN

“Guk guk guk” suara Piko dan Bleki bersahutan yang sepertinya memanggilku dari halaman belakang. Saat ku ke sana, ternyata Bleki baru saja poop di atas teras. Ini anjing kenapa sih? Kok jadi ikut-ikutan si Jojo poop sembarangan gini? Ya, Jojo, anjing liar itu memang sampai sekarang masih saja buang air sembarangan. Beda dengan Piko dan Bleki yang sudah diajarkan buang air di tanah ataupun di dalam kamar mandi oleh kak Angel, tapi entah kenapa sekarang mereka jadi ketularan perangainya si Jojo. Mungkin karena kedua anjing kak Angel ini selalu melihat aku membersihkan poopnya si Jojo tiap dia buang air sembarangan di rumah, sehingga mereka jadi ikut-ikutan poop sembarangan supaya dibersihkan juga olehku. Dasar...

Aku lalu memungut kotorannya ini sambil jongkok, dari belakang ku rasakan kalau Piko sedang mengendus-ngendus memekku. Aku yang memang sedang telanjang karena baru saja mandi sepertinya membuat mereka cepat terangsang. Tapi… masa baru aja mandi udah mesti mungut kotoran anjing ini sih? pake tangan lagi… tapi biar deh, aku kan emang betina mereka ^o^

“Ahhh… Piko!! Sherly lagi mungut ini lho!!” protesku saat Piko menjilati memekku yang masih kering dengan lidah kasarnya. Tak mau menunggu, Piko menaikan kaki depanya. Berat badan piko membuatku tersungkur, kotoran bleki terlepas dan jatuh di depan dadaku. Otomatis payudaraku belepotan kotoran bleki.

“Iiih… tuh kan, jadi kena badan akuuuuu…” rengekku jijik karena buah dadaku terkena kotorannnya si Bleki ini. Mana masih lembek dan panas lagi. Piko terus saja berusaha memasukan penisnya ke dalam memekku yang belum basah sehingga membuatku kesakitan. Namun Piko yang lagi ngentotin aku dengan kesetanan tidak mau tahu dan terus saja menggenjotku.

Salah satu tanganku yang bebas kini meremas dadaku yang terkena kotoran Bleki. Meski bau dan menjijikkan namun entah kenapa hal ini malah membuatku semakin birahi. Ku remas buah dada kiri dan kananku bergantian sehingga kotoran anjing ini makin berlumuran di dadaku.

“Bleki, lihat nih betina kamu ini sekarang penuh eek mu!! Suka Bleki sayang?” ujarku menatap Bleki. Anjing ini hanya balas menatap saja ke arahku, melihat bagaimana kotoran yang baru saja dibuangnya tadi kini dimainkan olehku dengan riangnya di dada indahku. Sedangkan kini Piko mulai menggurutu, tanda dia akan klimaks dan akan menyiram rahimku dengan benih anjingnya.

“Iya Piko, aku sudah siap. Isi rahimkku, buahi sel telurku sayang Ohhhhh” erangku. Buhul blekipun memasuki memekku, seperti biasa selama 15-30 menit kelamin kami akan terus menempel karenanya. Piko tak bergerak, tapi bisa kurasakan aliran spermanya terus menerus memasuki rahimku. Lubang memekku rasanya penuh, klitorisku bergesekan dengan bulu piko terasa geli. Tak lama Piko berputar membelakangiku dan ingin berjalan. Rasanya memekku mau ambrol, lantas ku pegang salah satu kaki Piko tuk mencegahnya berjalan. Untung saja Piko berhenti lalu tiduran di belakangku.

“Bleki, mana bleki” gumamku dalam hati. Ku dongakkan kepala, dan aku mengangguk. Sepertinya Bleki mengerti dan segera maju. Ku pegang penisnya yang masih terbungkus sarungnya, ku urut-urut sampai muncul bagian lancip lantas ku jilati. Ku kulum, lama-lama penis bleki membesar dan semakin membesar di dalam mulutku. Terus ku kulum, ku keluarkan dan ku jilati buhul bleki. Cairan dari penis Bleki terus-terusan mengalir mengaliri lidahku menuju krongkonganku. Ku lahap dengan rakus, sungguh nikmat. ^o^

Ku menoleh belakang, ku liat memekku yang masih menempel dengan penis Piko terlihat menggelembung. Sepertinya buhulnya belum menyusut dan masih terus mengisi rahimku dengan benihnya. Lima belas menit berlalu, penis Bleki sepertinya akan segera keluar. Posisi Bleki kini tepat di atas tubuhku yang berbaring terlentang. Ku hisap penisnya dengan bibirku hingga akhirnya keluar juga benih anjingnya. Sungguh banyak, mulutku sampai tak mampu menampung semua. Ketika penis itu terlepas, spermanya masih saja keluar. Wajahku yang tepat di ujung penisnya, langsung menerima semburan spermanya.

Seluruh wajahku tertutup sperma bleki, bahkan mataku kemasukan spermanya karena belum sempat ku tutup saat terlepas. Rasanya cukup perih juga, ku terdiam hingga bleki berhenti mengeluarkan spermanya. Aku masih menutup mata, bisa ku rasakan bleki menjauh. Dan Piko juga sepertinya berusaha menarik penisnya, ku gigit bibirku karena ngilu. Bibir memekku terasa tertarik keluar, ku angkat pinggulku karena Piko berdiri dan menarik penisnya. Ngilu sekali, 1 detik 2 detik rasanya lama sekali. Sampai juga rasa lega di memekku, penis itu lepas dan meniggalkan lelehan sperma yang bagai anak sungai yang mengalir. Isi rahimku keluar semua.

Aku masih merasa belum puas. Ku mainkan vaginaku sendiri dengan jari-jariku. Memasukkannya ke tempat terdalam dengan jari-jariku yang masih berlumuran kotoran Bleki tadi, sehingga bagian dalam vaginaku kini bercampur antara sperma Piko tadi dan kotoran Bleki. Ku mainkan terus hingga akhirnya akupun klimaks lagi. Tubuhku betul-betul lemas sekarang. Namun saat aku terbaring kelelahan di halaman belakang tiba-tiba wajahku disiram oleh cairan hangat, bau dan pesing. Aku dikencingi Jojo si Anjing liar!! Aku yang kualahan menerima siraman air kencingnya di wajahku membuat sebagian air kencing tersebut masuk ke hidung dan mulutku. Sehabis kencing, anjing liar ini seenaknya saja pergi.

Apa dia baru saja menandaiku sebagai miliknya? Padahal seminggu yang lalu dia bukan siapa-siapa dan hanyalah anjing liar yang hampir mati kelaparan. Seenaknya aja nih anjing, tapi gak apa sih. Namun yang bikin aku sedikit kesal, dia malah seenaknya saja pergi setelah mengencingiku. >.<

“Jojoooooooooooo!!! Sini!!”

~~~

thanks to Ryuzaki555



H-14 Angel pulang KKN

“Yang…. Ngebut dong…” suruhku sambil mengguncang badan pacarku agar mempercepat laju motornya.
“Kenapa sih? santai aja Sher”
“Itu… anjing-anjing di rumah belum di kasih makan. Kamu tahu kan kalau kakak sepupuku lagi pergi? Aku deh yang ngurus mereka semuanya”

“Iya deh iya deh…” setujunya. Maaf yah yang, maksud aku mengurus mereka itu juga termasuk mengurus masalah birahi mereka, aku ini udah jadi betina mereka lho… tapi gak mungkin aku bilang itu ke kamu. Maaf yah...

Motor kamipun melaju lebih cepat menelusuri jalanan. Ya, aku memang ingin cepat-cepat pulang ke rumah. Aku jadi horni gara-gara tadi ngelihat ada anjing kawin sembarangan di tengah jalan. Padahal pacarku mau ngajak aku makan siang, tapi aku malah minta cepat pulang biar bisa dientotin anjing-anjing itu. Setelah beberapa saat, kamipun sampai di rumah.

“Aku boleh mampir bentar nggak? Gak ada orang kan di rumah? hehe”
“Ih, hayo… mau ngapain kamu yang? Pasti mau mesumin aku yah?” kataku mencubit bahunya.
“Eh, nggak kok…”

“Tapi jangan sekarang dong” tolakku.
“Yah… kok gitu? Kayaknya dari dulu aku gak pernah boleh main ke tempat kamu, kenapa sih?”

“Anu.. Itu… bukannya gak boleh, tapi gak enak aja dilihat tetangga… masa bawa cowok masuk ke rumah?” ujarku beralasan, padahal kemarin ini aku baru saja bawa masuk anjing liar jantan ke dalam rumah.

“Yang, panas nih… kasih minum dikit napa?” pintanya lagi. Hmm, kasihan juga ngelihatnya, tapi aku udah nggak sabar dientotin anjing-anjing itu lagi sekarang. Tapi ya sudah deh, kalau cuma bentar gak apa kali yah.

“Ya udah deh.. yuk masuk kalau gitu, tapi awas kalau kamu macam-macam!!” gertakku bercanda padanya.
“Iya, gak bakal kok…”

Untung rumah baru saja aku bersihkan kemarin, kalau nggak bakal tampak deh sperma-sperma anjing berceceran di seluruh rumah. Anjing-anjing itu juga sedang di dalam kandang mereka di belakang, kecuali Jojo, anjing liar itu sedang ada di dalam kamarku, mungkin sedang tidur.

Setelah mempersilahkan pacarku duduk, akupun menyuguhkannya segelas jus jeruk dingin, aku juga meminumnya. Cuaca betul-betul panas sih…

“Aku ganti baju dulu yah yang…”
“iya…”

Akupun menuju ke kamar untuk mengganti pakaian. Benar saja, si Jojo lagi tiduran dengan nikmatnya di atas ranjangku. Aku hanya tersenyum melihatnya, anjing ini kerjaannya benar-benar cuma makan, tidur, ngentot aja di rumahku. Enak banget, hihihi….

Aku telanjangi diriku sendiri, tapi saat seluruh pakaianku sudah terlepas dan aku sedang bugil, tiba-tiba anjing itu terbangun dan langsung melompat ke arahku. Sepertinya insting nafsu binatangnya bekerja dan membuatnya terbangun, seakan mengetahui kalau aku sudah pulang dan sedang bertelanjang bulat sekarang.

“Duh, Jojo… bentar! Ada pacar Sherly di depan” ucapku sambil mencoba melepaskan diri dari anjing ini yang dengan agresifnya melompat-lompat dan menjilati tubuhku.
“Hihihi, kamu ini. Baru bangun udah minta ngentot aja, tapi bentar dong… setengah jam lagi, oke?” pintaku, tapi tentu saja dia tidak mengerti dan terus saja berbuat semaunya. Anjing ini terus saja melompat-lompat mendorong tubuhku, hingga akhirnya akupun terjatuh karena dorongannya. Dia kini berada di atas tubuhku. Penisnya sudah tegang!

“Kamu… udah nafsu banget yah kepengen genjotin betinamu ini?” ujarku yang kini membiarkan saja aksinya menjilat-jilati tubuhku yang ada di bawahnya. Wajah, dada, perut, paha dan vaginaku jadi sasaran lidah panjang anjing ini, tubuhku jadi basah oleh air liurnya. Hmm, apa aku layani aja yah si Jojo dulu, tapi kan ada pacarku di depan. Kalau ntar ketahuan gimana dong? Tapi entah kenapa memikirkan kalau aku dientotin diam-diam oleh anjing di kamar selagi pacarku sedang menunggu aku di depan malah membuat aku horni. Sepertinya asik tuh coba sensasi baru kayak gini, batinku. Akupun bangkit, memutar tubuhku dan menunggingkan bokongku.

“Ayo Jo, entotin Sherly cepat. Tapi jangan berisik yah… ntar ketahuan sama pacar Sherly” ujarku mendesah mempersilahkan anjing liar ini menggenjot memekku. Tanpa menunggu lagi, penis anjing yang memang sudah tegang itu langsung menyodok memekku.

“Dasar kamu yah… gak sabaran amat!” ujarku sambil melihat aksi genjotannya ini dari cermin lemari yang ada di sebelahku. Sebuah pemandangan yang sangat liar, gadis muda cantik yang putih mulus sedang digenjot dengan brutalnya oleh anjing liar dekil penuh kurap, sedangkan beberapa meter dari sini ada pacarku yang sedang menungguku. Hampir sepuluh menit kami ngentot-ngentotan hingga akhirnya kamipun sama-sama mencapai klimaks.

“Ahhhh…. Yang, lihat pacarmu ini…. sedang dientotin anjing liar di kamarnyaaaaa… ah, ahhhh” erangku disertai semburan lendirku dan semprotan sperma anjing liar yang muncrat bersamaan. Spermanya menyemprot dengan banyaknya memenuhi rahimku. Betul-betul nikmat. Genjotannya kini memang sudah berhenti, tapi kelamin kami masih menyatu untuk beberapa saat karena buhulnya nyangkut di dalam memekku.

“Tok-tok-tok” tiba-tiba terdengar suara pintu kamarku diketuk.
“Yang? Kamu di dalam? Kok lama amat sih?” pacarku ada di depan pintu!! Dadaku berdebar dengan kencangnya. Aku tidak dapat membayangkan kalau dia melihat pacarnya yang cantik ini sedang beradu kelamin dengan anjing liar.

“I-iya yang… bentar” teriakku.
“Kamu lagi ngapain?”
“I-ini… lagi dient…” ups, hampir saja aku salah ngomong lagi dientotin anjing liar. Betul-betul suasana yang ganjil. Kami hanya dibatasi oleh pintu saja sekarang, dan pintu itu juga tidak terkunci!! Di dalam, aku sedang terseret-seret oleh anjing ini dalam keadaan telanjang bulat karena buhulnya nyangkut di memekku. Sedangkan di sebelah sana pacarku sedang menggedor-gedor pintu kamarku. Membayangkannya sampai-sampai membuat aku orgasme lagi.

“Ahhhhh…. Ngggghhhh…….” lenguhku cukup kuat, aku yakin eranganku barusan dapat terdengar oleh pacarku dari balik pintu.

“Yang, kamu nggak apa-apa?” tanyanya lagi terdengar cemas sambil terus menggedor pintu.
“Aku masuk yah?” ucapnya lagi. Degh, aku panik bukan main. Gagang pintu terlihat mulai turun. Habis sudah, aku bakal ketahuan sedang berbuat mesum dengan anjing. Ku pejamkan mataku, ku kuatkan hatiku menerima kenyataan apa yang akan terjadi setelah ini. >.<

“Kring-kring-kring…”
“….”
“Kring-kring-kring…” suara panggilan masuk, tapi itu bukan dari ponselku. Suaranya dari sebelah pintu.
“Ya, halo…” ternyata itu ponsel pacarku. Ku buka mataku lagi. Dia belum sempat membuka pintu, namun gagang pintu masih terlihat turun, sepertinya tangannya yang satu lagi masih memegang gagang pintu tersebut. Tepat sesudah itu akhirnya buhul anjing ini terlepas dari vaginaku. Segera ku pakai baju dan celanaku secepat kilat. Betul-betul nyaris, untung saja ada telepon untuknya, kalau tidak entah apa jadinya.

Ku buka pintu kamarku dan keluar, membuat pacarku yang ada di depan pintu jadi terdorong menjauh. Lalu segera ku tutup kembali pintunya. Untung saja dia tidak memperhatikan apa yang ada di dalam kamarku karena sedang asik menelpon. Kalau tidak bisa ketahuan deh kalau aku lagi berduaan dengan anjing.

“Duh, Yang… aku harus balik dulu nih, ada perlu. Kamu kenapa tadi? Gak apa-apa?” katanya kemudian.
“Gak apa-apa kok… tadi ada kecoa. Dari siapa Yang? Selingkuhan kamu yah?”
“Hahaha… Gak mungkin lah, udah punya pacar secantik kamu ngapain juga cari yang lain” ujarnya sambil mengelus rambutku. Aku tersenyum saja mendengarnya, dia tidak tahu saja kalau aku yang malah selingkuh di belakangnya, namun bukan dengan cowok, tapi anjing. Maaf yah Yang…

“ Ya udah, aku pergi dulu ya, buru-buru nih soalnya”
“Iya-iya… hati-hati”

“Eh, tapi ngomong-ngomong kamu sexy banget” godanya. Aku memang cuma makai kaos oblong dan celana pendek ketat saat ini. Membuat lekuk tubuh serta paha putih mulusku terlihat dengan jelas.

“Huuu… mesum, udah sana! katanya buru-buru… hihihi” suruhku sambil mendorongnya ke luar.
“Iya-iya, duh… lagi enak-enak padahal” gerutunya. Dia nggak tahu aja kalau anjing liar tadi dapat yang lebih enak daripada pacarku ini yang cuma bisa ngelihat pahaku doang.
“Kamu sih… lebih mentingin tuh urusan dari pada pacar kamu” kataku pura-pura kesal.

“Yah, jangan marah dong… urusan kuliah sih…”
“Hihihi, bercanda kok Yang, ya udah sana” ucapku sambil tersenyum manis. Saat ini, di balik celanaku, sperma anjing liar itu mulai meluber keluar dari vaginaku. Pahaku ku rapatkan biar gak kelihatan basah di bagian depan celanaku ini, soalnya aku tidak makai apa-apa lagi dibaliknya. Diapun akhirnya pergi tidak lama kemudian. Betul-betul luar biasa apa yang baru saja terjadi, nyaris saja aku ketahuan. Tapi sensasinya itu… enak banget >.<
Ternyata benar apa yang dikatakan Kak Angel ditelepon kemarin, kalau sedikit nekat dan hampir-hampir ketahuan itu rasanya nikmat banget. Kak Angel katanya bahkan nekat telanjang bulat di tengah kampung dari pondokannya menuju ke peternakan itu. Hmm.. jadi pengen nyoba juga akunya telanjang di luar rumah. Duh, ngebayanginnya aja aku jadi horni.

“Pikoooo… Blekiiiiii… Jojo….” teriakku memanggil anjing-anjing itu sambil masuk ke rumah dan mengunci pintu depan. Tidak lupa aku juga menelanjangi diriku lagi dan melempar pakaianku sembarangan di ruang tamu, lalu berjalan santai ke dalam.

“Piko, Bleki, Jojo… entotin Sherly yuk…” kataku mendesah sambil merangkak ke arah mereka.
“Gukk!!”

H-7 Angel pulang KKN

Hari-hari terus berlalu. Aku masih setia menjadi betina ketiga anjing ini setiap waktu sepanjang hari. Mereka terus-terusan menyiram rahimku dengan benih-benih anjing mereka. Seandainya saja itu sperma manusia pasti aku sudah hamil sekarang. Sayang banget manusia gak bisa dihamili anjing, padahal aku kan penasaran banget rasanya dihamili mereka. Hihihi...

Hampir tiap malam juga aku selalu teleponan dengan kak Angel. Bahkan dia sudah ngerasain ngentot dengan babi, dijadikan betina oleh babi-babi yang ada di sana. Ngghh… enak banget sih Kak Angel! udah dapat kuda, sekarang malah babi. Aku jadi ingin mendengar langsung darinya bagaimana enaknya rasa kontol kuda dan babi itu. Aku udah browsing-browsing di internet tentang kedua hewan itu yang membuat aku jadi ingin mencobanya juga. Kak Angel harus nepatin janjinya untuk bawa aku ke sana pokoknya!!

Hari ini aku akan mencoba kegilaan yang seperti dilakukan kak Angel, yaitu telanjang keluar rumah. Aku pinjam mobil Honda Jazz kak Angel untuk jalan-jalan malam, tentu saja dengan telanjang bulat dan juga membawa ketiga anjing-anjing itu. Untung saja kaca mobil kak Angel pakai kaca film gelap sehingga gak bakal terlihat dari luar, tapi tetap saja aku merasakan dada berdebar-debar luar biasa saat kami melewati jalan yang ramai, apalagi saat berhenti di lampu merah.

Kami keliling kota, yang bikin aku sedikit kualahan karena saat nyetir anjing-anjing ini terus saja menjilat-jilati tubuhku, soalnya emang sengaja ku lumuri badanku pakai susu kental manis sih, hihihi.

“Duh, tenang dong kaliannya… ntar nabrak kitanya!!” protesku yang tentu saja tidak akan ditanggapi mereka. Hingga akhirnya aku berhenti di sebuah jalan yang sepi dan gelap lalu dientotin mereka di dalam mobil. Gilanya aku bahkan membuka seluruh kaca mobil dan mengeluarkan kepalaku sambil dientotin anjing-anjing ini. Setengah tubuhku terlonjak-lonjak keluar jendela mobil. Saat ada kendaraan lewat, akupun buru-buru memasukkan tubuhku lagi. Luar biasa banget sensasinya. ^o^

Setelah semakin malam, jalan ini juga semakin sepi. Tidak ada lagi tampak kendaraan lewat. Aku lalu mencoba hal yang lebih gila dan nekat lagi, ku hidupkan kembali mesin mobil dan menyalakan lampu depan nya.

“Keluar yukk…” ajakku pada anjing-anjing ini. Aku lalu membuka pintu dan keluar dari mobil diikuti anjing-anjing. Akupun disetubuhi mereka lagi. Namun kali ini di tengah jalan! tepat di depan mobil! Sungguh liar dan nakal, disetubuhi anjing-anjing sambil disoroti lampu mobil!! Entah apa jadinya kalau benar-benar ada orang lewat, tapi entah kenapa aku malah betul-betul ingin ada orang lewat dan menyaksikan perbuatanku ini. Hal yang aku harap-harap cemas itupun benar-benar terjadi, tampak cahaya mobil dari ujung jalan sana. Untung aku masih bisa berpikir jernih untuk tidak benar-benar menunjukkan diriku yang sedang disetubuhi anjing-anjing. Dengan kualahan ku menuju ke sisi jalan yang ditutupi mobilku, agak susah karena kelaminku sedang menempel dengan penis Jojo. Untung saja aku bisa sembunyi tepat waktu. Phew… Sensasi yang luar biasa gila, aku sampai orgasme sendiri dibuatnya.

~~~


H Angel pulang KKN

“Halo adekkuuuuu…..” teriak kak Angel memelukku.
“Kakaaaakk” teriakku tidak mau kalah membalas pelukannya.
“Duh…. Kangen kakak sama Bleki dan Piko”
“Ha? Trus sama Sherly enggak?” tatapku bete.
“Hehe.. iyah, kamu juga kok”

Akhirnya Kak Angel pulang dari KKNnya. Ku bantu dia membawakan barang-barangnya masuk ke dalam rumah. Dia sendiri langsung menuju dapur untuk mencari minuman dingin di kulkas lalu duduk santai di depan tv.

“Gimana kak KKN nya? Asik?” tanyaku ikut duduk di sebelahnya.
“Hmm… asik dong”
“Ihhh… kakak sih gak ajak-ajak”
“Hahaha”

Kamipun asik ngobrol sambil menonton tv, saling bercerita tentang pengalaman masing-masing selama sebulan lebih ini. Kak Angel tampak senang banget saat menceritakan gimana dia tiap hari dijadikan betinanya peliharaan-peliharaannya Pak Maun. Kuda, lembu, anjing, babi, sampai celeng liar pernah ngerasain enaknya jepitan vaginanya. Terus juga diperlakukan bagaikan binatang oleh pria tua kampung tersebut. Gak nyangka juga akunya kalau kakak sepupuku ini suka dilecehkan seperti itu. Hmm… aku jadi tertarik pengen mencobanya juga, hihihi…

“Kamu sendiri gimana Sher? Ngapaian aja?”
“Ya di rumah aja kak, cuma dientotin anjing-anjing aja, sesekali juga sama belut-belut di bathtub”
“Sama anjing liarmu itu?”
“Iya. Tapi dia itu kadang bikin repot juga sih kak, hampir tiap hari eek dan pipis sembarangan di dalam rumah. Terpaksa Sherly yang bersihin. Piko dan Bleki sampai ikut-ikutan juga lagi”

“Ya iyalah.. kamu sih, anjing liar diajak masuk rumah. Eh, anjing liar punyamu itu dimana Sher?”
“Di kamar Sherly kak, lagi bobok kayaknya. Kerjaannya makan, tidur, ngentot mulu tuh…”
“Kamu sih…. hihihi… mana mana? kakak mau liat”

Aku lalu menemani kak Angel menuju ke kamarku. Tampak anjing liar itu tiba-tiba terbangun karena kehadiran kami. Mata anjing itu langsung tertuju ke arah Kak Angel, sosok gadis cantik yang bakal menjadi betina baru yang akan digenjotnya di rumah ini selain diriku.

“Udah bangun yah sayang? Nih kak Angel udah pulang…” kataku pada anjing liar ini. Ku dekati anjing itu dan duduk di sebelahnya, lalu mengelus-ngelus badannya yang penuh kurap itu.

“Emang jelek banget yah ternyata dia Sher… hihihi” ujar kak Angel mengomentari anjing yang setiap hari menyetubuhiku di atas ranjangku sendiri.

“Iya kak… banget” balasku lalu malah mencium wajah anjing ini. Kamipun tertawa bersama. Menertawai kejelekan anjing ini, padahal anjing inilah yang setiap hari selalu mengisi liang vaginaku dengan benih-benih anjingnya.

“Kakak jadi horni nih, pengen nyobain… tapi kakak mandi dulu yah…” bisik kak Angel manja kemudian.
“Mandi bareng yuk kak…”
“Huuu… dasar kamu, ya udah…” Kamipun mandi bersama menyegarkan badan. Sengaja mempersiapkan badan kami sebersih dan sewangi mungkin untuk digenjot anjing liar tidak jelas ini. Selesai mandi kami sengaja mengenakan lingerie seksi, aku yang warna hitam dan kak Angel yang warna pink. Untuk kepala, kami mengenakan bando seperti telinga anjing, sedangkan di lubang pantat kami tertancap tiruan ekor anjing. Jadi kaya cosplay gitu… Sungguh imut >.<

Kini ada dua gadis muda cantik bertubuh sempurna, dengan pakaian seksi, berdiri di depan anjing liar yang jelek dan kurapan yang siap untuk dientotin. Sebuah pemadangan yang sangat ganjil. Alangkah beruntungnya anjing ini dapat menikmati tubuh kami berdua, pria-pria di luar sana termasuk pacarku bahkan tidak seberuntung anjing liar ini.

Sebelum aku sempat menuju ke arah si jojo yang sudah menanti di atas ranjang, kak Angel tiba-tiba menarik tanganku. Kak Angel lalu membisikkan sesuatu ke telingaku yang ku respon dengan anggukan setuju sambil senyum-senyum. Lalu dengan bersamaan kami berkata dengan lantang ke arah anjing itu…

“Hai Jojo… Aku Angel…”
“Dan aku Sherly…”
“Kami bersumpah, bakal setia menjadi budak seks kamu, dan menjadi betina yang siap melayani kamu sepuas-puasnyaaaaa” teriak kami dengan girangnya sambil tersenyum manis ke anjing ini. Sungguh sumpah yang sangat tidak lazim. Bersumpah seperti itu di hadapan seekor anjing yang tidak jelas asal-usulnya, yang bahkan diucapkan oleh dua orang gadis muda yang cantik dan berpendidikan. Seakan mengerti yang kami ucapkan, anjing liar ini melolong panjang dan mengibas-ngibaskan ekornya dengan kencang. Aku dan kak Angel sama-sama tertawa melihat kegirangan anjing ini.

“Siapa dulu nih kak?”
“Kakak dong… kamu kan udah sering”

“Hehe, iya deh… tapi tunggu kak, kita minum ini dulu”
“Apaan itu Sher?”
“Obat penyubur kandungan”
“Hihihi.. dasar kamu, dapat dari mana sih? ya udah” kata kak Angel setuju. Aku dan kak Angel lalu meminum obat itu, ya… meskipun mungkin gak bakal hamil juga sih… hehe.

“Nah… silahkan kak. Jo, entotin kak Angel sampai hamil tuh… hihi ” kataku mempersilahkan kak Angel duluan dientoti si anjing. Ia mulai dengan memijat penis si anjing hingga tegang, lalu mengemut penis kumal anjing ini. Sambil penis anjing ini diemut oleh kak Angel, aku berdiri di sebelahnya lalu berciuman dan bermain liur dengan sang anjing. Anjing liar ini kayak berada di sorga aja karena ditemani dua bidadari cantik yang siap melayani nafsu binatangnya ^o^

Kak Angel lalu menungging di atas kasur. Seakan tahu apa yang harus dilakukan, anjing liar itu langsung menyodokkan penisnya dalam-dalam ke liang memek kakak sepupuku ini. Mereka bersetubuh dengan panasnya layaknya pasangan yang lama tak berjumpa.

“Sini Sher baring… biar kakak jilatin punyamu” panggil kak Angel yang melihatku sange menunggu giliran.

Akupun ikut berbaring di atas ranjang. Posisi memekku tepat di depan wajah kak Angel, diapun menjilati dan memainkan vaginaku. Sungguh sebuah treesome yang jarang terjadi dan begitu aneh, antara dua gadis cantik dan seekor anjing, anjingnya anjing liar lagi, hihihi… Kamipun bergantian disetubuhi si Jojo. Saat giliran aku yang digenjot, akupun menjilati vaginanya kak Angel. Begitu terus berulang-ulang hingga kami orgasme berkali-kali karenanya, anjing liar itu juga secara bergantian membuang peju anjingnya ke dalam rahim kami.

Selama beberapa saat setelah Jojo menembakkan pejunya, vagina kami dan penis anjing ini terus menyatu dan gak mau lepas karena buhulnya nyangkut. Aku terpaksa ngikut kemanapun anjing ini pergi selama kelamin kami menempel. Aku sendiri tertawa-tertawa karena menganggap hal ini lucu, begitupun kak Angel yang terus menertawaiku. “Hahaha… Ayo Jo, seret terus si Sherly, jangan dilepasin memeknya,” godanya kesenangan melihat aku yang terus terseret-seret si Jojo. Akupun gantian menertawakannya saat giliran kak Angel yang terseret-seret mengikuti anjing liar penuh kurap itu.

Kamipun beristirahat setelah itu. Lagi-lagi setelah puas ngentot, anjing ini enak-enakan makan terus tidur. Anjing tidak jelas asal-usulnya ini betul-betul berlagak seperti tuan di rumah kami, dan kami adalah budaknya yang siap melayani kebutuhannya baik menyiapkan makan untuknya maupun mempersilahkan dia mengentoti kami. Sungguh aneh, namun kami memang melakukan hal tersebut dengan riang dan tanpa paksaan.

Malamnya kami pesta seks lagi, kali ini berlima ditambah dengan kedua anjingnya kak Angel. Bahkan kak Angel pakai ngevideoinnya segala. Tubuh kami digarap habis-habisan oleh mereka sepanjang malam. Sampai-sampai tubuh kami betul-betul basah karena keringat dan liur anjing-anjing ini. Vagina dan anus kami juga berleleran sperma mereka. Betul-betul becek deh pokoknya, nikmat banget… hihihi…

Hari-hari selanjutnya….

Ya… Rumahpun kembali ramai sejak kak Angel pulang, terlebih sekarang ada Jojo si anjing liar. Kami semakin sering ngentot gila-gilaan dengan mereka, baik di kamarku, di kamar kak Angel atau dimanapun di dalam rumah ini termasuk di kandang mereka.

“Kak… gimana kalau kita cari satu anjing lagi” ujarku menyampaikan ide gilaku keesokan harinya.
“Hah? Gak cukup apa kamu Sher?”
“Biar tambah rame aja kak…”

“Dasar kamu, anjing liar lagi nih?” tanyanya lagi.
“Iya kak.. boleh yah… satu ekor ajah” pintaku manja.

“Gak ah!!”
“Yah kakak….”rengekku.
“Gak boleh cuma satu ekor, dua ekor aja… hihihi, yuk kita cari…” kata Kak Angel ternyata memperbolehkan.
“Hore… yuk yuk yuk…”

“Tapi cuma beberapa hari aja yah, ntar merekanya dilepasin lagi” kata kak Angel lagi.
“Hmm… iya deh kak… kalau gitu tiga ekor yah kak…” tawarku.
“Ish dasar kamu ini, pakai tawar-tawar segala, iya deh iya… suka banget yah kamu dientotin anjing liar kaya gitu?”
“Banget… hehe”

Kamipun mencari anjing liar lagi setelah itu. Lagi-lagi tampangnya tidak jauh berbeda dengan si Jojo, sungguh buruk rupa, dekil dan korengan. Namun sensasi ngentot dengan mereka jauh lebih luar biasa dibandingkan ngentot dengan anjing-anjingnya Kak Angel yang bersih dan terawat. Kayaknya anjing-anjing kak Angel bakal cemburu nih, hihi.

Sekarang ada enam ekor anjing di rumah kami, dua ekor anjing kak Angel dan empat ekor anjing liar. Selama beberapa hari kami terus-terusan digangbang oleh mereka. Vagina, anus, dan mulut kami diperlakukan layaknya tempat pembuangan sperma anjing. Kami betul-betul menjadi betina dan lontenya mereka. Kami juga terus-terusan minum obat penyubur kandungan meski mungkin gak bakal ngefek apa-apa, hehe…

Sama seperti si Jojo saat awal-awal nginap di sini, merekapun kencing dan poop sembarangan di dalam rumah. Tentu kami berdualah yang harus membersihkannya, dan tentu saja kami melakukannya dengan riang hati. Anjing-anjing liar yang baru kami pungut ini juga diperlakukan layaknya tuan rumah. Mereka hanya tinggal ngentot, makan dan tidur. Kami yang menyediakan segalanya. Pokoknya kami adalah gadis impian mereka deh. Gadis impian para anjing. Cowok-cowok jangan ngiri yah… ^o^

Namun seperti yang kak Angel bilang, mereka hanya boleh beberapa hari menginap di sini. Setelah seminggu penuh puas membuang pejunya ke dalam tubuh kami, merekapun harus pergi. Sungguh seminggu yang luar biasa dan tidak akan terlupakan. Semoga suatu saat kami bisa mengulanginya lagi.

“Boleh kan kak?”
“Gak janji yah…hihihi…”

Eps 6 – Anjingku Kekasihku

#Sherly

Waktu terus berlalu. Kebersamaanku dengan Jojo pun terus berlanjut. Bahkan kalau dipikir-pikir perhatianku kepada anjing liar ini melebihi perhatianku pada pacarku sendiri. Tapi emang gak salah kan? Aku kan emang betinanya Jojo, sedangkan cowokku itu statusnya gak lebih dari sekedar pacar aja. Maafkan pacarmu ini yah sayang… hihihi.

Yang pasti sih dia gak boleh tau tentang perbuatanku ini. Tapi kadang asik juga lho berbuat sedikit nekat main-main dengan anjing-anjing itu di belakang pacarku. Seperti saat sekarang ini, aku sedang teleponan dengan pacarku, tapi…. sambil dientotin si Jojo ^o^

“Yang, suara kamu kok berat gitu? Lagi ngapain?” tanya pacarku di seberang sana. Berkali-kali pertanyaan serupa ditanyakannya padaku, yang selalu ku jawab sekenanya dan tentu saja dengan jawaban yang bohong. Kak Angel yang ada di sebelahku sesekali tertawa cekikikan melihat tingkahku, apalagi saat mendengar alasan-alasan ku yang dibuat-buat. Kan gak mungkin kalau aku kasih tau kalau pacarnya yang cantik ini sedang dientotin anjing liar. Iya kan? :p

“Yang, udahan dulu yah.. aku udah ngantuk nih” kataku berbohong pada pacarku. Padahal sebenarnya supaya aku lebih leluasa bersetubuh dengan anjing ini.
“Yah… kok cepat banget sih? padahal aku kan mau itu tuh…”

“Itu tuh ngapain hayo? Ngajak phone seks lagi ya?” Emang sih sesekali kami berdua melakukan phone seks saat teleponan. Tapi ya itu, gak lebih dari sekedar phone seks doang. Kami gak pernah benar-benar melakukannya di dunia nyata.
“Iya, boleh yah boleh yah? Bentar aja…” pintanya lagi memelas. Kasian juga, kasih aja deh.

“Huu… ya deh. Dasar mesum!!” jawabku akhirnya setuju.
“Hehe, makash yah yang… kamu lagi pakai baju apa nih sekarang?” tanyanya memulai. Ku lihat tubuhku sendiri. Aku sedang telanjang bulat saat ini, tapi gak mungkin aku jujur padanya.

“Aku pakai tanktop pink dan celana pendek putih. Yang kaya waktu itu tuh… Suka gak?” jawabku sambil mendesah.
“S-su-suka…”
“Hihihi… udah horni yah? Kalau udah horni cepetan dong yang telanjangi aku” godaku, padahal aku emang sudah benar-benar telanjang saat ini, bahkan udah dientotin, dientotin anjing liar tapi.

“I-iya… duh… aku udah ngocok nih yang” balasnya.
“Mau aku bantuin?”
“Boleh…”
“Nih…. Enak?” Ku yakin dia makin cepat mengocok penisnya sendiri sekarang ini, hihihi.
“E-enak… uuh”

“Enak banget yah? Kamu mau aku apaain lagi yang?” godaku dengan suara seksi.
“Mau ml sama kamu” jawabnya.
“Nih, aku kasih… mau gaya apa?”
“Gaya anjing aja deh” jawabnya. Aku sempat tertawa kecil mendengarnya, soalnya aku memang sedang dientotin dengan gaya doggy sekarang. Bahkan benar-benar sedang dientotin anjing.

“Oke, yuk mulai…” Kamipun saling mendesah satu sama lain melalui telepon. Bedanya, pacarku hanya melakukan masturbasi dengan mengocok penisnya sendiri dengan tangan, sedangkan aku benar-benar sedang bersetubuh. Kak Angel yang dari tadi memperhatikan hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkahku.

“Yang, aku keluar…. Ahhhh… ngggghhh….” erangku beberapa saat kemudian. Mungkin dia pikir kalau aku orgasme karena memainkan kelaminku sendiri dengan tangan seperti yang dia lakukan. Tapi yang sebenarnya terjadi adalah aku orgasme akibat penis anjing yang sedang menggenjoti vaginaku.
“Iya… aku juga yang…. aahh” erangnya. Dia udah orgasme juga kayanya di sana.

“Hihihi, udah? Enak kan?” tanyaku tidak lama kemudian.

“Iya, enak. Duh, coba aja beneran…”
“Hihihi, beneran ngapain? ml? enak aja, week…” godaku.
“Yah.. kamu tega banget. Tapi kok kamu masih mendesah aja sih?” tanyanya heran mendengar aku yang masih saja mendesah-mendesah. Tentu saja karena anjing yang ada dibelakangku ini masih sibuk menggenjotku dengan liar.

“Itu.. anu… kan aku juga baru sampai” kataku beralasan.
“udah ah, aku mau bobo”kataku lagi.

“Iya, makasih yah yang… bye.. muach”
“Bye..” Kamipun selesai teleponan. Gila juga perbuatanku barusan >.<

“Sher, kamu ini binal banget sih… masa teleponan sama pacar kamu sambil dientotin anjing gitu? Nakal yah kamu…” komentar kak Angel sambil mencubit pipi kananku setelah aku selesai teleponan.

“Sakit kak!! Kan kakak yang ajarin!! Weekk…” balasku sambil mengelus pipiku. Aku sendiri masih sibuk menggoyangkan pinggulku seirama dengan kocokan penis Jojo di vaginaku.

“Hahaha… iya yah. Tapi kamu itu sadis banget, masa cowok kamu cuma dapat desahan kamu doang sih? Kamu juga belum pernah ml sama cowok kamu itu kan? masa ml sama anjing pernah tapi sama cowok sendiri gak pernah sih? sadis banget!!” ujarnya lagi cekikikan sambil kembali mencubit pipiku lagi.

“Sakiiiiitt….” rintihku. Hmm… benar juga sih perkataan kak Angel. Kalau diingat-ingat selama ini aku hanya pernah dientotin penis anjing, gak pernah sekalipun ml beneran sama cowok. Bahkan yang ngambil perawanku aja anjingnya kak Angel. Belutpun sudah pernah masuk ke dalam vaginaku tapi penis pacarku sendiri gak pernah.

“Ya udah, kakak mau bobo dulu… besok kakak harus pagi-pagi ke kampus. Kakak tinggal yah Sher? Gak apa kan? hihihi” kata kak Angel bangkit dari sofa.
“Yah kakak… katanya tadi mau ikutan?” balasku ngambek.

“Hehe, sorry… kamu juga besok ada kuliah pagi kan? jangan lama-lama mainnya”
“Iya, abis ini udahan kok… tapi gak tahu deh kalau Jojonya masih minta nambah lagi, hihi…” kataku sambil tersenyum melirik ke arah Jojo yang masih asik menggenjot memekku.
“Huuu… dasar!!”

Kak Angelpun meninggalkanku berdua dengan si Jojo dan masuk ke kamarnya. Aku juga bangkit dan melepaskan jepitan penis Jojo lalu membawa anjing liar ini masuk ke kamarku. Kamipun melanjutkannya lagi di atas tempat tidurku. Kembali ranjangku berderit-derit, tapi bukan karena adegan persetubuhan sepasang manusia perempuan dan laki-laki, tapi gadis muda cantik putih mulus dengan seekor anjing liar jantan penuh kurap. Tentu saja juga berakhir dengan semprotan peju anjingnya yang tumpah dengan banyaknya di dalam vaginaku.

~~~


Hari berikutnya, berikutnya dan berikutnya, aku masih terus setia menjadi betina anjing-anjing ini, khususnya Jojo si anjing liar. Hingga tanpa terasa sudah beberapa bulan berlalu sejak aku memungutnya. Namun sesuatu hal menghancurkan hatiku. Aku baru mengetahuinya seminggu yang lalu….

Selalu menghabiskan waktu bersama dengan Jojo tentu saja membuatku dapat mengetahui kalau ada sesuatu yang salah padanya. Dia tidak seperti dulu lagi. Makannya tidak sebanyak biasanya, selalu saja ada yang tersisa. Dia sekarang juga tidak terlalu rajin menggenjotku, tapi ku yakin itu bukan karena dia bosan terhadapku. Hingga aku dan kak Angel akhirnya memutuskan untuk membawa Jojo ke dokter hewan.

“Ada kanker di perutnya,” itulah yang dikatakan oleh dokter saat itu. Mungkin akibat kebiasaan hidup dan makannya yang buruk sebelum aku pungut.

Dokter itu juga mengatakan kalau umurnya tidak akan lama lagi karena kanker itu sudah menjalar di seluruh perutnya. Sebuah kenyataan yang membuatku terhenyak. Ternyata selama ini dia sudah menahan rasa sakit, namun aku tidak pernah sadar karena anjing ini tidak pernah menunjukkan rasa sakitnya. Aku pikir aku benar-benar tahu tentang anjing ini. Aku pikir aku adalah betina yang baik baginya. Tapi ternyata aku tidak melakukan apapun. Tidak ada…

Aku hanya dapat berbuat sebaik mungkin padanya di sisa umurnya. Memberikan segala yang ku punya sebisa mungkin untuknya. Aku ingin dia merasakan bahwa dia beruntung memiliki aku sebagai betinanya. Akupun memutuskan, untuk mewujudkan keinginanku yang selama ini ku pendam. Menikah dengan anjing liar ini.

~~~


“Sher, cantik banget kamunya…”
“Makasih kak” Aku memandang diriku melalui cermin. Gaun pengantin serba putih dengan rangkaian kuntuman bunga di atas rambutku, memang cantik ternyata.
“Kamu gak pakai dalaman kan?”
“Iya, kan kakak yang nyuruh aku untuk gak usah pakai dalaman segala”
“Hihihi, kan supaya dia bisa langsung genjot kamu ntar…”
“Hah? rusak dong nanti gaunnya?”

“Udah, gak papa kok… kan emang sengaja ini kakak belikan untuk kamu”
“Makasih yah kak…”

“Iya-iya, ya udah… yuk mulai” ajak Kak Angel menarikku ke ruang tengah. Ruangan tersebut telah dihias sedemikian rupa dengan pita-pita dan bunga-bunga layaknya sebuah acara nikahan pada umumnya, dan di sana sudah menanti Jojo, calon suamiku. Fiuh… aku jadi deg-degan.

~~


“Saudara Jojo, maukah saudara menerima wanita ini sebagai istri? Maukah saudara mengasihi dia, menghibur dia, baik pada waktu sakit maupun pada waktu dia sehat, selama saudara berdua hidup di dunia ini?” tanya kak Angel pada Jojo.
“Guuk!!” gonggong Jojo menyambut pertanyaan kak Angel seakan mengerti. Dia tampak senang dengan ekor yang mengibas-ngibas. Aku sampai tertawa kecil melihat tingkahnya, begitu pula kak Angel.

“Saudari Sherly Aprilia, maukah saudari menerima anjing ini sebagai suami? Maukah saudari mengasihi dia, menghibur dia, memelihara dia baik di waktu sakit maupun waktu dia sehat, melupakan orang lain tetapi hanya mengasihi anjing ini saja, selama saudari berdua hidup di dunia ini?” tanya Kak Angel kemudian padaku. Aku melirik sejenak ke anjing ini sambil tersenyum.

“Ya, saya mau” jawabku dengan pasti.

“Baiklah, sekarang saatnya bertukar cincin, eh maksudnya kalung” kata kak Angel menyerahkan dua kalung anjing pada kami. Aku mengambil salah satunya, lalu memasangkannya pada Jojo. Ku ambil juga kalung yang satunya dan memasangkannya sendiri di leherku. Aku kini resmi jadi istrinya Jojo si anjing liar. Akupun mendekatkan bibirku ke moncong Jojo, yang disambut sapuan lidah panjangnya di mulut serta sekujur wajahku.

“Nah… sekarang kalian resmi jadi suami istri. Ayo, Sher… sekarang layani dia sebagai seorang istri yang baik, hihihi” suruh kak Angel.
“Oke kak…”

Aku lalu mengajak Jojo masuk ke kamar. Kamar ini juga sudah dihias dengan indah seperti kamar pengantin baru. Kamipun bersenggama lagi, aku dientotin anjing ini dengan tetap memakai gaun pengantin. Gaun ini sampai robek-robek dibuatnya. Dasar Jojo :’)

~~~


“Jo, kok udahan sih?” tanyaku mengajak anjing ini bicara. Tapi dia hanya berbaring menggulung tubuhnya di atas ranjang, lalu tampak mulai memejamkan mata.

Beberapa minggu berlalu sejak hari pernikahan ku dengan Jojo. Seperti janjiku saat pernikahan waktu itu. Aku akan selalu mengasihi dan melayani anjing ini sepenuh hati, setiap hari. Tapi kondisi tubuhnya semakin hari terus saja semakin memburuk. Obat yang diberikan dokter hanyalah penahan rasa sakit dan pembangkit nafsu makan saja, tidak untuk menyembuhkan. Namun tetap saja, dia masih saja sering menyisakan makanannya. Waktunya sehari-hari juga lebih sering dihabiskan untuk tidur. Intensitasnya mengawiniku juga semakin menurun, bahkan pernah selama beberapa hari dia tidak mengawiniku.

“Yakin nih udahan ngentotin Sherly nya? Udah ngantuk?” tanyaku lagi padanya. Namun dia terus saja memejamkan matanya, tampaknya dia mulai tertidur.

“Huuu… ya udah, ntar kalau kamu kepengen lagi langsung sodok aja yah” kataku ikut berbaring di sampingnya. Aku merangkulnya. Membelai kulit kasarnya yang penuh kurap itu meskipun sekarang kurapnya tidak sebanyak awal-awal saat aku memungutnya pertama kali.

“Udah berapa bulan yah Jo? Hmm.. sepertinya sudah lima bulan yah?” kataku berbicara sendiri. Mencoba mengingat awal mula aku membawa anjing liar ini masuk ke dalam rumah. Sungguh waktu berlalu dengan sangat cepat. Saat itu dia tampak sangat kurus dan seperti akan mati kelaparan saja. Tapi sejak aku pungut, hidupnya seperti di istana saja. Mau ngapain aja bebas. Mau kawin tinggal sodok aja, soalnya ada dua betina manusia yang dengan kerelaan hati bersedia menjadi tempat pelampiasan nafsunya. Apalagi sekarang dia juga sudah punya seorang istri, yaitu aku. Tapi kenapa dia sekarang jadi seperti ini? Aku harap umur anjing ini masih lebih lama. Aku tidak ingin dia pergi. Aku harap dia hanya memejamkan matanya untuk sementara saja. Tapi, ternyata aku salah. Dia tidak pernah membuka matanya lagi setelah itu.

~~~


Hari ini, aku juga masih mengurung diri sendirian di dalam kamar, sama halnya seperti hari-hari kemarin. Aku tidak nafsu makan dan beraktifitas. Ya… Hari ini sudah hari ke tiga sejak hari kematian Jojo. Aku tidak menyangka kalau kebersamaanku dengan anjing ini hanya sampai enam bulan saja. Sambil memeluk guling di dalam selimut, aku terus menatap foto kami berdua yang ada di ponselku.

“Jahat kamu Jo!! Jahat!! Ninggalin Sherly sendiri kaya gini!!” Air mataku jatuh lagi. Ku masih ingat bagaimana tingkah-tingkahnya itu. Yang seenaknya saja menyetubuhiku di atas ranjangku. Yang bebas mau ngapain aja di dalam rumah.

“Tok-tok-tok”
“Sher… yuk makan” ajak kak Angel memanggilku dari balik pintu.
“Aku gak lapar kak”

“Udah seharian kamu gak makan, yuk makan dulu…” ajaknya lagi.
“Udah Sherly bilang kalau Sherly itu gak lapar!!!”

“Kakak masuk yah…” katanya kemudian masuk ke dalam kamarku, lalu menyalakan lampu. Dia membawa nampan berisi makanan padaku dan meletakkannya di atas meja.

“Sher…??”
“…”
“Udah, jangan sedih lagi… relakan aja dia pergi” kata Kak Angel.
“Tapi kak… Jojo…” kataku memeluknya lalu menangis dalam pelukannya.
“…”
“Sherly cuma mau lebih lama lagi kak, Sherly gak mau dia mati dengan menderita seperti itu”

“Kakak tau gimana perasaanmu, dulu kakak juga pernah kehilangan anjing kakak. Itu, yang sebelum Bleki dan Piko” kata kak Angel, membuat aku mendongakkan kepalaku menatap dirinya.
“Waktu itu kakak masih smp.. tapi kamu jangan salah sangka, kakak belum kepikiran ml dengan anjing waktu itu, hihihi” ujarnya sambil tertawa, membuatku jadi ikut tersenyum.

“Dia selalu jadi teman main kakak, kakak yang anak tunggal dan selalu ditinggal papa mama pergi kerja tentu saja terbantu dengan kehadiran Miko. Hmm… sampai waktu itu kakak ngajak dia jalan-jalan keliling komplek. Kakak jadi merasa bersalah kenapa kakak mengajaknya keluar waktu itu. Karena sore itu dia mati tertabrak mobil, dan itu salah kakak karena tali kalungnya terlepas” terang kak Angel.

“Tapi kamu tahu nggak? Kalau bukan karena Miko, mungkin saja kakak yang ditabrak mobil hari itu” katanya lagi. Aku dapat melihat mata kak Angel berkaca-kaca saat menceritakannya.
“Kak…”
“Makanya jangan sedih lagi, mungkin saja ada hikmahnya dibalik kematian Jojo kamu itu” katanya mengusap-ngusap rambutku.

“Udah ah, lama-lama kakak ntar jadi ikutan galau lagi. Jangan sedih lagi yah adekku yang cantik…” godanya sambil mencium pipiku. Aku hanya tersenyum. Benar kata kak Angel, gak baik aku terus menangisi kepergian Jojo. Mungkin di surga sana Jojonya juga tidak senang melihatku seperti ini setelah kematiannya. Aku harus bangkit. Terima kasih Jo… udah ngasih aku kebahagian, terima kasih untuk segalanya selama ini. Aku tidak akan melupakanmu. Tidak akan.

“Yuk makan dulu, habis itu kita berendam lagi yuk… ada yang baru lagi lho…”
“Hmm? Apaan kak?”
“Ra-ha-si-a !!”
“Ih, kakak…” Makasih juga kak Angel, perasaanku jauh lebih baik sekarang.

~~~


Selesai makan, kamipun langsung menuju ke kamar mandi belakang. Aku penasaran makhluk apa lagi yang ada di dalam sana.

“Apaan tuh kak?” tanyaku heran, hanya lumpur dan tanah yang ku lihat memenuhi isi bathtub.
“Masuk deh kamunya biar tahu apaan, hihi…” katanya sedikit mendorongku. Masa aku harus masuk dalam genangan tanah lumpur itu sih, kan kotor…. Tapi ya sudahlah. Seperti yang Kak Angel bilang, mungkin ada sesuatu di dalam sana.

Aku lalu memasukkan kakiku ke dalam bathtub. Awalnya tidak ada yang aneh dan ku pikir hanya onggokan tanah dan lumpur biasa, tapi lama-kelamaan seperti ada yang menggelitiki kakiku.

“Kak??” panggilku ke Kak Angel dengan wajah bingung dan sedikit takut.
“Hihihi, udah… coba kamu duduk dulu yang benar” suruhnya. Aku turuti perkataannya, perlahan ku turunkan badanku dan duduk di dalam bathtub penuh tanah lumpur ini. Sekarang tidak hanya kakiku, namun badan dan tanganku juga digerayangi oleh sesuatu dari dalam sana.

Akhirnya mereka muncul naik ke permukaan. Aku betul-betul geli dan bergidik ngeri dengan apa yang aku lihat. Cacing-cacing bermunculan tidak tanggung banyaknya!!

“Kaaaaaakkkk!!!” teriakku histeris.
“Apaan sih kamunya? Berisik tau nggak!! Hihihi…”
“Geli….” Rengekku manja.

“Huuu…. Tapi kamu suka kan?” godanya. Walaupun amat sangat geli dan menjijikkan, tapi entah kenapa hal ini membuat aku horni, sama waktu dengan belut dan gurita waktu itu.

“Iya Kak, suka sih… tapi kan…”jawabku sambil tersenyum namun masih dengan ekspresi jijik. Ku perhatikan lagi makhluk-makhluk itu, ternyata tidak hanya cacing, namun juga ada luwing dan… lipan!! Ukuran mereka cukup gede lagi, makin bergidik aku melihatnya. Apalagi saat beberapa di antara mereka merayap menaiki tubuhku, sungguh geliiiiii…..!!!

“Turun-turun!! Kamu itu geli tahu!!” ucapku mengajak bicara lipan yang merayap naik hingga ke pundakku. Namun karena tidak hanya satu yang merayap di tubuhku, aku jadi kerepotan melepaskan mereka satu per satu. Udah badan kotor kena lumpur, digerayangi makhluk-makhluk ini lagi.

Bukannya ngebantuin, Kak Angel hanya tertawa cekikikan saja melihatku yang kerepotan begini. Akhirnya ku pasrah saja tubuhku digerayangi oleh mereka. Geli-geli enak sih soalnya, hihihi… Malah sekarang sengaja ku ambil cacing dan luwing yang menggeliat di permukaan lumpur ini dan menaruhnya ke bahuku.

“Bentar, kakak ambil fotomu.. jarang-jarang ada adegan beginian” ujarnya menjepretku berkali-kali dengan iphone nya.

“Ih, malah difoto…” gumamku manja dengan wajah dicemberutkan. Namun akhinya aku bergaya nakal juga di depan kamera. Kak Angel layaknya fotografer profesional saja, ia menyuruhku berpose yang macam-macam dengan makhluk-makhluk menjijikkan ini. Aku sih nurut-nurut saja intruksinya dengan tetap memasang senyum manisku di depan kamera.

“Ayo Sher… sekarang kamu ciuman dong dengan mereka…”
“Ciuman gimana kak?” tanyaku heran.
“Tempelin ke mulut kamu…”

“Ih… jijik.. gak ah…” tolakku. Gila aja aku harus menempelkan tuh cacing ke mulutku. Namun Kak Angel terus saja mendesak, akupun akhirnya mengikuti juga kemauannya. Pertama aku majukan bibirku layaknya mencium cacing itu sambil menatap nakal ke kamera. Lalu kemudian aku mengapitkan cacing itu di antara bibirku, tampak seperti memakan mie. Kak Angel terus saja mengambil gambarku yang kini terdapat cacing mengantung di bibir tipis indahku. Bahkan setelah itu dia menyuruhku menjulurkan lidah, lalu menyuruhku meletakkan cacing itu di ujung lidahku. Sumpah!! geli banget rasanya saat cacing itu menggeliat di atas lidahku. Untung saja Kak Angel gak menyuruh aku menelannya, aku belum siap kalau untuk itu.

Tidak hanya mengambil gambarku, Kak Angel juga mengambil videoku yang sedang berendam dengan mereka.

“Sher, lihat ke sini dong…” suruhnya yang ku balas dengan senyum manisku dan lambaian tangan.
“Suka yah berendam bareng mereka?”
“Banget…” jawabku sambil tersenyum. Ku ambil salah satu cacing dan menunjukkannya di depan kamera, lalu menaruhnya di bahuku.
“Ayo dong ngomong sesuatu ke kamera… hihi” suruh kak Angel.
“Ngomong apaan kak?”
“Ngomong apa aja…”

“Hmmm… Hai, namaku Sherly, umur 18 tahun. Suka ngentot dengan anjing. Terus suka juga berendam sama belut, gurita dan sama mereka-mereka juga” kataku tersenyum manis dan mengedipkan mataku dengan nakal, sambil menunjukkan segenggam tanah berlumpur yang penuh cacing.

“Hihihi, dasar nakal!!” goda kak Angel.
“Kakak tuh!!” balasku sambil melempar segenggam tanah bercacing itu ke kak Angel. Kamipun tertawa cekikikan. Dia terus mengambil videoku yang sedang bersenang-senang dengan cacing-cacing ini selama beberapa saat.

“Kak!! Sini masuk!! temani Sherly…” ajakku kemudian. Masa aku doang yang berendam dengan mereka.
“Iya… sabar atuh kamunya… hihihi” kata kak Angel melepaskan celana dalam biru muda yang masih menempel di tubuh indahnya, tapi celana dalam itu malah dilemparnya ke dalam bathtub yang penuh lumpur dan cacing ini.

Kak Angel akhirnya ikutan masuk ke dalam bathtub. Sekarang ada dua gadis muda cantik jelita sedang berendam dalam lumpur penuh cacing, luwing dan lipan. Bermain dan bercanda dengan makhluk-makhluk ini bagaikan mereka adalah hewan-hewan yang menggemaskan. Bahkan kami berfoto-foto selfie dengan gaya nakal di dalam bathtub penuh makhluk-makhluk menjijikkan ini. Bisa kalian bayangkan kan betapa ganjilnya suasana ini? hihihi…

Aku tertawa saat melihat ada lipan hitam hinggap di puting susu Kak Angel yang tegak mancung, kontras sekali dengan buah dada Kak Angel yang putih mulus. Bahkan saking putihnya buah dada Kak Angel urat-urat hijau di permukaan payudaranya sampai terlihat. Namun siapa sangka yang merasakan kenikmatan dan keindahan buah dadanya itu adalah para hewan. Anjing, belut, gurita dan sekarang makhluk-makhluk ini. Meskipun aku masih bingung dari mana asalnya Kak Angel mendapatkan ini semua, tapi biarlah, itu urusan dia.

“Kak… mereka masuk nih ke memekku…” desahku manja.
“Sama… kakak juga” balasnya sambil mengedipkan mata, kamipun tertawa bersama.

“Sher… sini” panggilnya menyuruhku agar mendekat. Kak Angel langsung mencium bibirku. Kamipun berpagutan dengan panasnya di dalam bathtub penuh cacing, luwing dan lipan ini. Bermain lidah dan saling menggerayangi tubuh satu sama lain selagi vagina kami yang bersih terawat mulai dimasuki oleh makhluk-makhluk yang bagi wanita pada umumnya sangat menjijikkan. Namun entah kenapa hal itu malah membuat kami bergairah, bahkan aku berharap kalau mereka terjebak di dalam memekku dan tidak bisa keluar dari sana, hihihi…

~~~


Esoknya bahkan lebih gila. Entah dapat ide dari mana, sebelum pergi kuliah aku malah meminta Kak Angel memasukkan cacing-cacing itu ke dalam memekku hingga penuh dengan bantuan corong, lalu ku suruh dia menutupnya rapat-rapat dengan solasiban. Vagina yang selalu ku rawat dan ku jaga kebersihannya kini malah dipenuhi cacing-cacing!!

“Gimana rasanya Sher? Enak? Geli gaaak?” tanya kak Angel.
“Ngmmh… i-iya Kak.. Geli banget… tapi enak banget” jawabku. Terasa cacing-cacing ini menggeliat-geliat dengan hebatnya di liang vaginaku, bahkan hingga masuk ke dalam rahimku.
“Hihi, mati lemas deh ntar tuh cacing-cacing di memek kamu…” godanya.
“Biarin…” jawabku santai. Diapun membantuku mengenakan celana dalamku kemudian.

Jadilah aku pergi ngampus dengan vagina penuh cacing. Entah apa jadinya kalau teman-temanku mengetahui apa yang ada di balik celana dalamku ini, tapi aku terus berusaha tenang dan bersikap seperti biasanya sepanjang hari. Beberapa jam pertama aku masih merasakan cacing-cacing ini bergerak di dalam memekku, tapi setelah itu tidak ada pergerakan lagi, mungkin mereka sudah mati, namun aku tetap membiarkan mereka di sana sepanjang hari.

Saat sorenya aku tidak kuasa lagi menahan kencing, terpaksa ku buka solasiban itu dan kencing. Keluarlah cacing-cacing itu beronggok-onggok beserta cairan kuning air kencingku. Dadaku berdesir melihatnya, antara tidak percaya dan ngeri bahwa makhluk-makhluk menjijikkan ini seharian terjebak dalam memekku. Setelah selesai, segera ku siram dan membersihkan vaginaku, tapi kayaknya masih ada beberapa yang terjebak di dalam.

Aku belum cukup hanya dengan cacing. Entah kenapa aku jadi ketagihan memasukkan makhluk-makhluk berlendir dan menjijikkan lainnya ke dalam vaginaku. Soalnya sensasinya sesuatu banget. Hari selanjutnya aku mengulanginya kembali. Namun yang ku masukkan ke dalam vaginaku kali ini adalah seekor kodok. Esok harinya lagi bahkan beberapa cicak yang ku masukan. Pernah juga di saat bersamaan vaginaku dimasuki kodok sedangkan di anusku dimasukan telur-telurnya yang banyak dan menjijikkan itu. Betul-betul gila!! Kalian bayangin deh…

Ya, begitulah. Seiring waktu berlalu aku sudah mulai melupakan kesedihanku atas kehilangan Jojo. Tapi tentang semua kenangan mesumku bersama anjing liar ini tidak akan pernah ku lupakan. Selamanya tidak akan. :')

.........

“Kak, tadi di jalan aku ngelihat anjing liar, mirip kayak Jojo”
“Hah? Jangan bilang kalau kamu mau mungut dia”

***



Eps 6 1/2 - Side story : Jojo's Tail

#Jojo

“Jo, kok udahan sih?”

“…….Yakin nih udahan ngentotin Sherly nya? Udah ngantuk?......”

“……..Huuu… ya udah, ntar kalau kamu kepengen lagi langsung sodok aja yah”

“Udah berapa bulan yah Jo? Hmm.. sepertinya sudah lima bulan yah?”

Mesti samar-samar, itu… adalah kata-kata terakhir yang ku dengar darinya. Setelah itu, aku merasa sangat-sangat mengantuk. Rasanya aku mau tidur dulu, mungkin kali ini sedikit lebih lama. Terima kasih, Sherly.

…………….
…………….

Aku lahir saat hujan turun dengan lebatnya malam itu. Lembab, basah, dan dingin, itu yang aku rasakan. Aku tidak tahu ini dimana, tapi pastinya ini bukanlah tempat yang nyaman. Saudara-saudaraku pastinya juga merasakan hal yang sama.

Kami empat bersaudara, namun akhirnya hanya dua di antara kami yang mampu bertahan hidup. Sebelum akhirnya induk kami juga pergi entah kemana meninggalkanku dan saudaraku satu-satunya ini.

“Pa, ada anak anjing!!” teriak seorang bocah laki-laki pagi itu sampai-sampai membangunkanku dari tidur.
“Ada dua Pa!! Pelihara yah Pa.. yah Pa…”
“Ngapain sih pelihara anjing? Repot ngurusnya, bagusan pelihara kucing, kalau kucing kan gampang ngurusnya”
“Yah… Papa….” Rengek anak itu tapi tidak dipedulikan orangtuanya. Merekapun berlalu meninggalkan kami.

Beberapa hari kemudian kami berdua dipungut oleh sebuah keluarga. Aku merasa beruntung karena keluarga ini berbaik hati mau memungut kami. Kami akhirnya dapat makan dan tidur dengan enak. Aku diberi nama Holly oleh mereka, sedangkan saudaraku diberi nama Molly, sungguh senangnya. Aku harap kami berdua dapat tumbuh besar bersama keluarga ini.

Tapi ternyata tidak, tidak lama kemudian mereka memutuskan untuk pindah rumah. Mereka hanya akan membawa satu di antara kami berdua karena tidak ada ruang yang cukup untuk memelihara dua anjing sekaligus. Merekapun memutuskan untuk membawa saudaraku Molly, sedangkan aku ditinggalkan begitu saja di sini sendiri.

Hari demi hari, aku masih menunggu di rumah kosong ini. Aku harap mereka akan segera kembali menjemputku. Namun aku tidak tahu sampai kapan harus menunggu di sini, karena ternyata mereka tidak pernah datang.

Hingga akhirnya aku dipungut lagi oleh sepasang suami istri yang baru menikah. Aku diberi nama baru lagi oleh mereka, Cipo. Bahkan dianggap anak sendiri karena mereka belum memiliki anak. Aku tumbuh besar bersama keluarga kecil ini, hingga merekapun memiliki anak.

“Cipo, sekarang kamu sudah jadi kakak. Bantu jagain adek kamu ini ya…”
“Guk”

Aku seperti menjadi kakaknya Soni. Bermain bersamanya serta selalu menjaganya. Namun, sejak kehadiran Soni pulalah perhatian mereka mulai berkurang terhadapku. Mereka terlalu sibuk mengurusi anak mereka.

“Duh, Cipo!! Kamu ini maunya apa? jangan ganggu!! Apa tidak lihat aku sedang sibuk” hanya teriakan yang mereka ucapkan, kenapa? padahal aku hanya ingin diajak jalan-jalan, padahal aku hanya ingin mereka bermain denganku.

Hingga pada waktu itu aku terluka parah karena tertabrak mobil. Tapi mereka meninggalkanku begitu saja dengan luka-lukaku. Hal ini terulang kembali, aku dibuang lagi. Kenapa tidak ada yang benar-benar peduli padaku? Kenapa semuanya meninggalkanku?

Aku tidak punya tempat berteduh lagi. Tidak ada yang mau memeliharaku dengan tubuh penuh luka begini. Penyakit kulit mulai menggerogoti tubuhku. Setiap orang yang melihatku pasti jijik. Sering di usir bila lewat di depan rumah orang. Bahkan tidak jarang aku dilempari batu oleh anak-anak.

“Apa salahku? Apa aku menganggu mereka? kenapa mereka melempariku?”

Aku terus berusaha bertahan hidup sebisaku. Mencari makan dari tempat sampah yang satu ke tempat sampah yang lain. Tidur dimanapun itu. Tubuhku semakin kurus saja. Di usiaku saat ini juga seharusnya aku sudah bisa merasakan kawin, tapi semua anjing betina yang selalu ku dekati tidak ada yang sudi.

Hingga akhirnya sore itu aku bertemu dengan seorang perempuan cantik.
“Sini sini” panggilnya. Namun ku malah menjauh, karena aku masih trauma dengan yang namanya manusia.

“Gak usah takut, ayo sini…” katanya sambil mendekatiku lagi. Aku diam di tempat, ingin lari, tapi ku tahan dulu langkahku.

Dia terus mendekat hingga akhirnya berada di sampingku. Tangannya lalu mengelus dan membelai tubuhku. Siapa wanita ini? Apa wanita ini tidak jijik melihat kondisiku? Baru kali ini sejak tubuhku penuh luka dan kurap begini ada manusia yang mau mendekat.

“Tuh kan gak papa… yuk masuk” ajaknya. Dia mengakku masuk ke dalam rumahnya? Apa tidak salah? Apa dia ingin memelihara anjing sepertiku ini? Aku tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran gadis muda ini, tapi tentu saja aku senang karena masih ada yang mau menyayangiku.

“Mulai sekarang kamu tinggal di sini yah sama Sherly, mau kan …? Oh ya, nama kamu siapa yah? Biar Sherly kasih nama aja… Hmm, siapa yah nama yang bagus… Gimana kalau Jojo? iya… Jojo aja. Bagus kan?”

“Guk!! guk!!”

Eps 7 - Finale

#Angel

Setelah Jojo mati, kini hanya ada dua anjing di rumahku. Sherly tampaknya sekarang sudah bisa melupakan Jojo. Dia sudah kelihatan riang seperti dulu lagi. Doyan dientotin anjing-anjingku, ketawa-ketawa kegirangan waktu berendam dengan makhluk-makhluk yang ada di dalam bathtub, pokoknya udah kayak Sherly yang dulu deh, aku jadi ikut senang. Sebenarnya sih Sherly sempat mau cari anjing liar lagi untuk dipungutnya. Tapi tak jadi dilakukannya karena dia takut akan melihat ulangan kejadian seperti yang terjadi dengan Jojo.

Untuk menghibur Sherly, aku juga mengajaknya liburan sekaligus memenuhi janjiku membawanya ke tempat aku KKN dulu. Tentu saja yang paling senang adalah Pak Maun. Gimana nggak coba? Soalnya ada dua gadis muda cantik yang dengan senang hati menunjukkan aksi nakal ngentot-ngentotan dengan binatang di depan mata kepalanya sendiri, bahkan sambil diiringi hinaan-hinaan kasar dan melecehkan dari mulutnya yang amat merendahkan kami. Tapi kami senang-senang saja, malah aku membalas hinaannya itu dengan melayani Pak Maun. Berbeda denganku, Sherly sampai saat ini masih belum mau bersetubuh selain dengan binatang. Dia belum siap menerima penis manusia untuk menghujam vaginanya, takut hamil atau apalah alasannya. Jadilah hanya aku seorang yang melayani nafsu Pak Maun kalau si tua bangka ini lagi kepengen.

“Dek Sherly, bapak boleh dong ngentotin memeknya, sekali aja.. hehe” pinta Pak Maun untuk kesekian kalinya hari itu. Dia tampaknya begitu penasaran bagaimana rasanya menggenjot vagina gadis cantik 18 tahun. Padahal saat ini dia udah sedang menggenjotku. Gak ada puasnya nih tua bangka.

“Pak, kalau ngghh dia bilang gak mau, aahhh ya jangan dipaksa!! Ntar ngghhh kita pulang lho.. mau?” balasku mengancamnya. Tentu saja aku harus menghormati keputusan Sherly yang belum mau bersetubuh dengan pria.

“Yah, kok gitu sih… mau dong”
“Maaf yah Pak, Sherly belum mau, tapi…” kata Sherly lalu tersenyum manis.
“Tapi apa?” tanya Pak Maun heran melihat Sherly tersenyum-senyum begitu padanya.

“Kalau genjotin memek Sherly emang gak boleh, tapi kalau pantat Sherly boleh kok”
“Huahaha hak hak.. gitu dong, gak dapat memek bool pun jadi, hak hak hak” ucap Pak Maun kegirangan. Aku sendiri sedikit gak percaya juga, tapi ku lihat Sherly mengangguk padaku isyarat kalau memang tidak apa kalau hanya lubang pantatnya yang dihujam penis pria tua kampung itu.

Pak Maun lalu melepaskan penisnya dari vaginaku dan menarik kasar Sherly mendekat ke arahnya. Sherly nurut-nurut saja saat tubuh mungilnya diposisikan menungging oleh pria tua ini.

“Saya masukin yah…” tanpa menunggu lagi, Pak Maun segera memasukkan penisnya yang masih tampak mengkilap karena basah oleh cairanku barusan ke anus Sherly. Agak kerepotan awalnya, namun akhirnya penis itu amblas semua masuk ke dalam liang lubang pantatnya. Pria tua itu mulai menggenjot, bukan Pak Maun namanya kalau sodokannya gak kasar dan gila-gilaan. Lubang anus Sherly terlihat sampai ikut ketarik keluar-masuk seirama genjotan penis Pak Maun.

“Ngghh… aahhh… Pak”
“Pak, Sherlynya kesakitan tuh, pelanin dikit napa? Udah untung Sherlynya mau ngasih lubang pantatnya untuk bapak genjotin!!” pintaku karena gak tega ngelihat Sherly yang merintih-rintih kesakitan begitu.

“Ngghhh, gak apa kak, aku suka kok… terusin aja Pak”
“Hak hak hak, dengar tuh, dia aja suka. Iya kan betina jalang?” katanya sambil menjambak rambut Sherly tiba-tiba dengan kasar, membuat Sherly terpekik kesakitan.

“Awh, iya… entotin ngghhh… betina jalang bapak ini sesuka sshhh hati bapak” rintihnya. Aku gak nyangka aja kalau ternyata Sherly suka juga dikasari begitu. Merekapun terus melanjutkan aksinya, Pak Maun terus saja menggenjot anus Sherly dengan tempo cepat sambil sesekali menghujam dalam-dalam dengan keras batang penisnya. Tubuh merekapun kini sudah tampak mengkilap dan lengket karena mandi keringat. Sebuah pemandangan yang amat ganjil, sepasang manusia beda jenis kelamin, umur, warna kulit, serta status sosial, sedang bersenggama dengan panas dan liarnya diatas tikar anyaman bambu yang sudah lusuh.

“Angel buatin kopi yah Pak” tawarku sambil beranjak dari sana. Ku tinggalkan mereka berdua sementara. Dasar Pak Maun, udah dapat mainan seks baru yang lama dicuekin!! Akupun menuju ke dapurnya untuk membuatkan kopi untuk Pak Maun sambil telanjang bulat. Pria tua itu memang tinggal sendiri di sini, dia juga sendirian mengurus ternak-ternaknya yang memang gak banyak itu. Jadi tidak masalah kalau mau telanjang bulat seharian di sini asal gak sampai keluar ke jalanan aja.

Aku jadi sedikit kepikiran mengenai istrinya. Pak Maun bilang kalau dia waktu itu ditinggal cerai istrinya yang pergi ke kota untuk jadi pembantu. Mungkin karena gak tahan karena perilaku Pak Maun yang aneh seperti ini, mungkin juga dia dulu pernah maksa istrinya kawin dengan binatang, kalau benar gitu pantas aja kabur. Untung aja sekarang ada aku dan Sherly yang siap memuaskan birahinya ini. Yang bersedia menjadi betina untuk disuruh kawin dengan binatang apapun yang dia mau, sesukanya dan seenak hatinya, hihihi. Kemarin aja waktu dengan baboon, Pak Maun malah meninggalkan kami berdua di hutan di sarang mereka seharian!! Betul-betul capek kita berdua melayani belasan hingga puluhan baboon jantan yang sedang birahi-birahinya karena waktu itu sedang musim kawin.

Selesai ngebikinin kopi, aku kembali lagi ke tempat mereka. Pak Maun masih asik saja ngentotin pantat Sherly, tapi kini posisi Sherly ada di atas Pak Maun. Sekarang Sherly yang aktif mengaduk-aduk batang penis itu keluar-masuk lubang pantatnya, menaik-turunkan tubuh mungilnya agar penis itu mengehentak-hentak dalam liang anusnya. Tentu saja tetap dengan tempo yang cepat seperti yang Pak Maun suka. Tangan Pak Maun juga gak mau kalah kasarnya meremas buah dada maupun bongkahan pantat Sherly.

“Angel letakin di sini yah Pak kopinya” kataku menaruh kopi itu di atas meja. Mereka betul-betul tidak menghiraukanku, masih saja asik entot-entotan, bete!! Mending aku main sama anjing-anjingnya Pak Maun dulu. Akupun keluar meninggalkan mereka lagi, lalu menuju ke tempat anjing-anjingnya Pak Maun yang ada di belakang rumah untuk bermain bersama mereka. Hmm, Piko dan Bleki apa kabarnya yah? Jadi kangen akunya, untung mereka sudah kami titipkan di tempat penitipan hewan peliharaan sebelum berangkat ke sini.

#Di tempat penitipan hewan, saat ini Piko dan Bleki sedang ngentot-ngentotan dengan penjaga tempat penitipan hewan tersebut. Angel dan Sherly tidak tahu kalau penjaga toko itu juga maniak hewan seperti mereka#

Menjelang magrib, barulah permainanku selesai bersamaan dengan selesainya permainan Pak Maun dan Sherly. Sepertinya Pak Maun betul-betul menggenjot pantat Sherly habis-habisan, terlihat dari jalan Sherly yang mengangkang seperti orang kena ambeien.

“Huuu… yang asik ngentot, kakak sampai dicuekin” kataku dengan wajah dibuat kesal pada adik sepupuku ini.
“Hihihi, sorry deh kak, Pak Maun tuh… gak puas-puas genjotin aku”
“Iya deh iya, udah mandi dulu sana, lihat tuh berantakan gitu kamunya” suruhku padanya. Dia betul-betul terlihat acak-acakan. Rambut sebahunya sampai kusut begitu, kulit tubuhnya yang putih juga tampak mengkilap karena mandi keringat. Tapi sepertinya Sherly malah terlihat semakin seksi dan menggairahkan dengan kondisi seperti itu.

“Oce kak… tapi enak juga yah.. aku berkali-kali orgasme walau cuma pantat yang disodok, hihihi. Ngmmm kak?”
“Apa?”
“Kalau peju masuk lewat mulut gak bikin hamil kan?”
“Nggak lah, emang Pak Maun muncratnya di mulut kamu tadi?”
“Iya, di pantat juga. Dia suruh cobain gimana rasa pejunya dia, Sherly iyain aja, eneg banget rasanya”

“Dasar Pak Maun,ya udah mandi sana”
Sherly lalu menuju ke kamar mandi, sedangkan aku yang memang baru siap mandi pergi melihat keadaannya Pak Maun. Ternyata dia lagi tidur, benar-benar nih Pak Maun, puas ngentot malah tidur.

Malam harinya kami main lagi. Pak Maun bergantian mengentoti aku dan Sherly, baru sesudah itu menyuruh kami berdua kawin dengan binatang-binatang peliharaannya. Pernah juga dia menonton aku kawin dengan peliharaannya sambil dia asik menggenjot Sherly. Tuh Pak, kami turutin semua kemauan bapak!! Kurang apa lagi coba!!

“Pak, lihat nih Sherly lagi dientotin babi… suka gak Pak?” goda Sherly pada Pak Maun yang kini gantian sedang asik mengentoti memekku. Posisi ku dan Pak Maun saat itu duduk berhadap-hadapan, yang mana Pak Maun duduk menghadap Sherly yang sedang dientotin babi jantan besar.

“Hehehe, suka banget. Dasar lonte betina” katanya ngos-ngosan menanggapi sambil tetap menghentakkan penisnya di vaginaku. Ku tolehkan kepalaku ke belakang melihat keadaan Sherly. Tampak dia berusaha memperlihatkan adegan persengamaannya dengan babi itu sepanas dan senakal mungkin pada Pak Maun. Ekspresinya itu tentu saja bikin pria manapun gak bakal nahan, hihihi.

“Croooootttt!! Croooot!!”
“Pak!!!” Sialan, dia ngecrot lagi di memekku. Padahal udah dibilang kalau mau keluar kasih tau, ini malah seenaknya aja muncrat di dalam.
“Hehehe, maaf deh. Tiba-tiba gak tahan pengen ngecrot. Gak apa kan?”
“Apanya gak apa? Kan udah Angel bilang tadi, kalau mau keluar bilang!!” kataku sambil berusaha bangkit dari pangkuannya namun ditahan oleh Pak Maun. Jadilah rahimku terus ditembaki spermanya sampai titik peju penghabisan. Sherly sendiri malah cekikikan tertawa di sana melihat keadaanku.

“Ih, Sherly!! Malah ketawa kamunya” gerutuku.
“Hihihi, maaf deh kak maaf”

“Sher, kakakmu yang jalang ini bapak hamili boleh yah? Huahahahak” tanya Pak Maun pada Sherly yang mana aku masih berada di pangkuan Pak Maun.

“Hmm, boleh gak yahhh, hihihi”
“Boleh dong…. hahaha”
“Boleh deh”

“Emang kamu mau Sher, kalau kakak punya anak dari Pak Maun? Gak mau kan? gak bakal lucu ntar dedek bayinya” tanyaku ikut-ikutan pada Sherly.
“Iya yah… gak jadi deh Pak”
“Yah kok gak jadi sih? ntar kaliannya boleh ngentot sepuasnya dengan hewan-hewan di sini lho, hehehe”
“Iya aja deh” kata Sherly lagi berubah pikiran.
“Dasar kamu Sher” kataku tertawa kecil melihat Sherly ini.
“Hahahaha”

Sesudah itu Pak Maun menyuruh kami melanjutkan lagi bersetubuh dengan babi-babi ini, dia sekarang hanya menonton saja. Aku lalu berbisik pada Sherly yang dibalas anggukan setujunya.

“Pak Maun, lihat yang baik yah… jangan berkedip kalau gak mau rugi” godaku padanya.
“Iya Pak… Bapak duduk manis aja yah di sana” kata Sherly juga. Aku dan Sherly lalu berciuman, saling menggerayangi tubuh satu sama lain. Menunjukkan sebuah adegan lesbian di dalam kandang babi yang penuh lumpur, seliar dan sebinal mungkin yang hanya khusus untuk dinikmati Pak Maun seorang.

Setelah itu aku lalu menuju ke arah salah satu babi jantan di sana, lalu mengulum penisnya hingga babi itu ejakulasi di mulutku. Akupun mengulangi perbuatanku seperti yang waktu itu, menunjukkan pada Pak Maun bagaimana aku memainkan sperma babi itu di dalam mulutku semata-mata untuk memuaskan mata pria tua kampung ini.

“Pak Maun, ingat jangan berkedip!! Bapak gak bakal nyesal deh” ujar Sherly yang kemudian mendekatiku lalu membuka mulutnya menganga lebar-lebar. Aku lalu menumpahkan peju babi itu ke mulut Sherly. Tampak bagaimana cairan yang begitu kental dan menjijikkan itu tumpah dari mulutku ke mulut adik sepupuku ini. Tentu saja selama itu mata kami berdua terus melirik nakal ke arah Pak Maun yang melongo melihat aksi kami ini. Kayaknya Pak Maun emang benar-benar gak berkedip dari tadi, hihihi. ^o^

“Suka gak Pak?” tanyaku saat seluruh peju babi itu sudah berpindah ke mulut Sherly. Kini gantian Sherly yang menunjukkan sperma babi di mulutnya itu sambil dimainkan di hadapan mata Pak Maun.

“Suka banget, kalian emang betina yang baik, hahahak”

“Pasti mau liat lagi kan Pak? Mau sampai berapa kali tinggal bilang aja… boleh kok” kataku sambil mengedipkan mata kiriku dengan nakal ke arahnya. Aku lalu menguras peju babi yang lainnya dan mengulangi kembali memainkan peju babi itu, sebelum akhirnya menumpahkannya lagi ke dalam mulut Sherly. Kemudian Sherly juga menumpahkan peju di mulutnya itu kembali ke dalam mulutku, begitu terus selanjutnya. Berkali-kali dia meminta kami mengulanginya, doyan banget dia melihat kelakuan kami ini.

Setelah saling bergantian menampung peju. Kamipun sama-sama menelan peju yang dibagi sama banyak itu di hadapan Pak Maun. Gak cuma itu ternyata, Pak Maun ternyata juga ejakulasi dan muncrat di mulut Sherly. Lagian siapa juga yang tahan bakal gak ngecrot ngelihat pemandangan seperti itu, hehe. Setelah puas, kamipun kembali ke rumah, mandi dan bobok, siap menanti hari selanjutnya di sini.

~~~

Tapi siapa sangka kalau Pak Maun bukan menjadi satu-satunya pria kampung di sana yang menikmati tubuh kami. Karena ternyata mulut Pak Maun ini ember juga!! Dia seenaknya memberi tahu dan mengajak dua orang temannya yang seorang penggali pasir sungai dan seorang buruh ladang. Tentu saja wajah mereka tidak jauh berbeda dengan Pak Maun, usia mereka juga sudah di atas 40 tahun. Meski awalnya menolak, tapi akhirnya aku dan Sherly ngebolehin juga mereka menikmati tubuh kami. Membiarkan pria-pria kampung ini menikmati tubuh dua orang gadis kota yang masih muda, cantik dan putih mulus seperti kami. Mereka mau nurut untuk hanya menggenjot anus Sherly dan tidak menggenjot vagina Sherly, akibatnya vagina aku jadinya yang harus kena genjot penis-penis mereka. Mana rahimku sering juga kena siram peju. Sama aja mereka seperti Pak Maun, dibilangin jangan keluarin di dalam, malah keluarin di dalam!! Untung saja aku juga merasakan kenikmatan sampai orgasme berkali-kali karena mereka.

“Gimana lonte-lonte saya? Mantap kan? hak hak hak” tanya Pak Maun membanggakan kami di hadapan teman-temannya itu.
“Wah, mantap banget Pak. Empotan memeknya itu lho, dahsyat amat. Boleh dong kita bawa pulang satu, hehe” ujar Pak Suryo.
“Terus bini bapak di rumah itu mau dikemanakan? Hahaha” kata Pak Buto menanggapi. Mereka terus saja ngobrol nggak jelas begitu padahal istri-istri mereka sedang menunggu di rumah. Pak Maun malah menyuruh teman-temannya itu kembali lagi besok dan membawa anjing-anjing mereka untuk di kawinkan dengan aku dan Sherly. Katanya kami berdua mau dijadikan pelacur untuk anjing-anjing mereka.

“Mau dilacurin untuk anjing kami yah Pak? Berarti musti bayar dong?” tanya Pak Buto keberatan karena harus membayar.

“Ya iya dong, tapi kalian tenang aja. Bayarnya gak pakai duit kok, cukup bayar pakai peju aja. Iya kan Angel? Sherly? hak hak hak” ujar Pak Maun seenaknya, yang kami iyakan juga sambil tersenyum manis.

“Lihat kan bapak bapak? mereka doyan sama peju binatang tuh… betul-betul jalang deh mereka pokoknya, huahahaha” Pak Maun terus-terusan saja menghina dan melecehkan kami di depan teman-temannya ini. Kami berdua hanya senyum-senyum manis saja mendengarnya, mengiyakan semua ucapannya yang amat merendahkan kami ini.

Seperti yang dijanjikan, besoknya merekapun kembali lagi, yang mana kali ini membawa serta anjing-anjing mereka yang biasa digunakan untuk berburu babi untuk dikawinkan dengan gadis muda perkotaan seperti kami. Aku dan Sherly hanya dikasih imbalan peju-peju anjing itu yang bergantian muncrat baik di vagina, anus, maupun mulut kami.

Ya, selama sebulan begini-beginilah terus nasib aku dan Sherly di sini. Diperlakukan seenaknya layaknya binatang oleh Pak Maun, bahkan kadang lebih hina. Pipis aja diatur-atur, sampai aku gak kuat nahan pipis dibuatnya. Terlebih bukannya pipis di wc, tapi malah disuruh pipis di tempat terbuka sambil satu kaki di angkat kaya anjing buang air. Gak cuma itu, kadang kita juga disuruh nampung kencing anjing, kuda atau babi memakai mulut, gak sedikit air kencing binatang itu sampai tertelan oleh kami. Melecehkan kami banget kan? Pernah juga dia mengajak kami jalan-jalan tengah malam keliling kampung, tentu saja kami harus bertelanjang bulat, merangkak, dan dikalungi rantai anjing.

Tapi entah apalah yg ada di pikiran Sherly ini. Setelah puas sebulan di sini, Sherly malah nawarin Pak Maun untuk nginap di rumah. Pak Maun tentu saja mau kalau diajak begitu, siapa juga yang bakal nolak.

“Terus ternak-ternak bapak gimana? Masa ditinggalin gitu aja?” tanyaku padanya.
“Gampang itu, kan bisa nitip sama tetangga, hehehe”
“Hmm, ya udah deh Pak” kataku akhirnya setuju meski agak berat hati, soalnya udah kebayang aja betapa merepotkan nantinya kalau ada dia di rumah, pasti dia juga bakal tetap berbuat seenaknya walaupun di rumah kami nih, duh. Bersyukurlah kau Pak Maun udah Angel bolehin main ke rumah!!

“Tapi Bapak cuma boleh nginap di rumah kami satu minggu doang, terus nanti balik sendiri naik bus kota atau apalah, oke?”
“Oke, hehehe”

Saat perjalanan pulang ke rumah, di atas mobil dia sudah mulai lagi berbuat mesum. Nyuruh kami telanjang selama perjalanan lah, bahkan dia asik ngegenjot Sherly saat aku sibuk nyetir. Untung aja perjalanan lancar-lancar aja sampai ke rumah.

~~~

“Pak Maun… selamat datang di rumah Angel” kataku layaknya menyambut tamu terhormat pada pria tua kampung ini. Dia sepertinya bangga banget disambut begitu.

“Bapak…” panggilku manja berirama.
“Ya?”
“Bapak mau ngerasain memperbudak Angel di rumah Angel sendiri gak? Mau lecehkan kita berdua di sini? Mau nggak perlakukan kita berdua kaya binatang di rumah kita sendiri? Boleh kok…” tawarku yang langsung terlihat raut sumringah di wajahnya karena kesenangan. Celananya juga tampak menonjol karena mendengar kata-kataku barusan, hihihi.

“Wah, mau banget” jawabnya, tentu saja dia mau.
“Ya udah Pak, yuk masuk… kita berdua bakal bikin Pak Maun klepek-klepek” ajakku lagi membawanya masuk. Maka dimulailah perbudakan yang dilakukan seorang pria tua kampung terhadap dua gadis muda, cantik, putih mulus dan terpelajar di rumah mereka sendiri!! :3

Sama seperti saat di peternakannya, Pak Maun memperlakukan kami layaknya budak seksnya. Bedanya kali ini dia melakukannya di rumah kami. Aku dan Sherly juga senantiasa menunjukkan adegan persetubuhan dengan binatang kepadanya, termasuk adegan di dalam bathtub dengan belut maupun hewan-hewan berlendir dan menjijikkan lainnya. Kalau lagi kepengen, akupun merelakan vaginaku, dan Sherly menyerahkan anusnya untuk digenjot oleh Pak Maun sampai dia muncrat-muncrat. Kadang aku merasa kerepotan juga, karena seharusnya minggu itu kami masih bisa menikmati sisa liburan malah jadinya harus memuaskan Pak Maun. Untung saja janjinya cuma seminggu.

~~~

“Pak, udah dua aja!! Gak muat!!”
“Yah, perjanjiannya kan empat butir, hak hak hak”
“Dua aja deh Pak, please…” kataku lagi memohon. Tapi Pak Maun terus saja berusaha memasukkan telur ayam ke tiga ke dalam vaginaku.

Betul-betul sarap tua bangka ini, dia baru saja memberikan sebuah permainan gila pada kami. Pak Maun menyuruh kami bertanding siapa yang paling cepat bikin anjing-anjingku klimaks pakai mulut. Yang kalah vaginanya harus dimasukkan empat butir telur ayam kampung. Sialnya aku yang kalah.

“Jleb” telur ketiga akhirnya masuk ke dalam vaginaku.
“Oke deh, karena bapak orangnya baik, jadi tiga aja, tapi awas jangan sampai pecah itu telur di dalam memek kamu!!”
“I-iya, makasih Pak” kataku berterima kasih, walau tidak sepantasnya aku harus berterima kasih karena hal ini. Telur-telur itupun dibiarkan bergelinjangan di dalam vaginaku selama beberapa saat. Aku disuruh tetap melakukan pekerjaan rumah dengan vagina yang disesaki telur-telur ayam ini. Perasaanku campur aduk sekarang, antara geli, nikmat, dan takut kalau seandainya telur itu sampai pecah di dalam vaginaku. Tentunya bakal membuat seluruh liang vaginaku berlumuran cairan kuning lengket, belum lagi aromanya yang anyir.

“Hak hak hak, sekarang kamu keluarin lagi tuh telur-telur. Bapak mau ngelihat kamu bertelur kaya ayam!!” suruhnya setelah setengah jam telur itu berada di dalam vaginaku, sungguh seenaknya saja.

“Ayo kak, semangat!! hihihi” teriak Sherly girang sambil cekikikan, ini anak ikut-ikutan lagi, bahkan malah direkam olehnya. Akupun lalu berjongkok di lantai ruang tamu, berusaha mengejan telur-telur itu agar dapat keluar dari vaginaku.

“Plop” satu telur berhasil keluar yang langsung disambut gelak tawa Pak Maun dan Sherly. Aku sendiri merasa amat malu melakukan hal seperti ini, tapi tidak memungkiri kalau sensasinya juga membuatku bergairah.

“Ayo, telur selanjutnya” suruh Pak Maun. Akupun mengejan lagi, tapi kali ini telur-telur itu sangat susah untuk dikeluarkan. Mengejan sekuat tenaga berkali-kalipun tetap sama, tidak mau keluar!!

“Tuh kan Pak!! Gak mau keluar” rengekku, aku sungguh takut kalau telur-telur itu terus di sana dan tidak keluar-keluar dari vaginaku.

“Udah, tenang aja. Biarin aja dulu, nanti coba lagi keluarin waktu mau kencing, huahahahak” ujarnya seenaknya. Jadilah ku biarkan lagi telur-telur itu bersemayam dalam vaginaku selama beberapa saat. Ketika aku merasa kebelet pipis, barulah aku coba lagi mengeluarkan telur-telur itu. Tapi Pak Maun mana mau kalau aku buang air di wc, dia menyuruhku tetap melakukannya di ruang tamu. Gila apa kencing di dalam rumah?!

Namun ku tetap melakukannya juga, dengan bantuan dorongan dari air seni, akhirnya sebutir telur berhasil keluar, sedangkan telur terakhir malah pecah saat aku mencoba mengejan lagi. Jadilah cairan kuning yang anyir itu keluar meleleh dari dalam vaginaku beserta pecahan cangkang-cangkangnya. Sekarang lantai ruang tamu itu menjadi sangat kotor karena campuran telur dan air kencingku.

“Betina jalang goblok!! Udah dibilang jangan sampai pecah!” makinya, aku hanya menatap kesal padanya. Dia kira gampang apa!!

“Iya Pak maaf, terus gimana? Bapak mau menghukum Angel? Hukum aja!!” tantangku.
“Ya iya lah kamu harus dihukum, tapi nanti dulu. Kamu bersihkan dulu lantai ini terus bersihkan juga tuh memek” suruhnya. Akupun menurut saja, ku yakin Pak Maun masih punya permainan gila lainnya untuk kami. Benar saja ternyata, rupanya dia belum cukup hanya dengan satu permainan. Kali ini gak kalah gilanya. Dia menyuruh kami berburu kecoa yang ada di dalam gudang belakang. Harus ditangkap dengan tangan dan gak boleh terbunuh, siapa yang dapat paling banyak dia yang menang. Gila banget!!

Gudang ini memang sudah lama gak pernah dibuka, aku yakin gak cuma kecoa saja yang ada di dalam sini. Setelah batas waktu yang diberikan habis, permainanpun selesai. Untung saja kali ini bukan aku yang kalah, tapi Sherly.

“Yah, aku kalah. Pak Maun… jangan yang berat yah hukumannya” pinta Sherly manja pada pria itu. Sebagai hukumannya… semua kecoa yang ditangkap tersebut dimasukin ke dalam lemari bajunya!!! Jadilah lemari baju Sherly penuh kecoa karenanya, yang tentu saja membuat seluruh isi lemari tersebut jadi berbau makhluk-makhluk itu. Sherly diharuskan memakai baju dari sana, bahkan di celana dalamnya juga dimasukin kecoa oleh Pak Maun. Lalu hukuman untukku yang ditunda tadi, untung saja gak terlalu berat. Dia hanya menyuruhku memasak telur-telur tadi sampai setengah matang dan menyuruhku memakannya, tapi isi telur itu terlebih dahulu ditumpahkan di lantai, barulah aku disuruh menghabiskannya.

Pak Maun terus-terusan berbuat seenaknya pada kami selama satu minggu ini di rumah kami sendiri. Hingga akhirnya setelah satu minggu dia pulang juga. Akhirnya kami bisa bersantai, tapi kadang kangen juga sih dilecehkan olehnya lagi. Makanya kami ngebolehin dia kesini lagi kapan-kapan untuk memperlakukan kami sesuka hatinya.

“Benar Bapak boleh datang lagi ke sini?”
“Iya Pak, kalau bapak mau datang, datang aja. Rumah kami terbuka kok untuk bapak. Hmm, kalau bapak mau bawa teman-teman bapak yang waktu itu juga boleh, iya gak Kak?”
“Iya… datang lagi yah Pak” ujarku. Entah kenapa aku jadi semangat menantikan hari itu tiba, diperbudak dan diperlakukan seperti binatang oleh beberapa pria tua kampung di rumah aku sendiri.

~~~

Waktu terus berlalu, akupun akhirnya lulus dari kuliah. Sherly juga sedang sibuk-sibuknya kuliah sekarang ini. Seperti yang dijanjikan, Pak Maun betul-betul kembali lagi ke sini. Kali ini dia membawa serta teman-temannya yang waktu itu. Mereka menginap selama beberapa hari di rumah kami. Berbuat apapun sesuka mereka termasuk memperlakukan kami layaknya budak seks dan kacung di rumah kami sendiri. Rahimku juga ditembaki peju-peju mereka terus menerus. Untung belum ada tanda-tanda hamil sampai sekarang, mungkin sudah terbunuh dahulu oleh sperma para binatang. Kalau Sherly sih lebih sering mulutnya yang dipejuin mereka. “Mulut betina jalang memang pantas dipejuin,” begitu ucap mereka melecehkan.

Namun sampai saat ini, kami berdua masih lebih menyukai para hewan dari pada laki-laki. Sherlypun sampai saat sekarang masih setia menyerahkan kewanitaannya hanya kepada para binatang, tidak sekalipun dia menyerahkannya pada para pria termasuk pacarnya itu. Entah kenapa, kami merasa lebih bergairah saja bila kawin dan melakukan hal erotis dengan binatang-binatang. Kami juga suka dilecehkan dan disederajatkan dengan para binatang. Karena kami adalah…

….Cewek penyuka hewan.

~~~

Beberapa tahun kemudian….

Aku sudah menikah dengan pria yang ku cintai. Setelah menikah, aku memutuskan untuk meninggalkan semua masa laluku yang gila-gilaan tersebut. Meninggalkan kebiasaanku bersetubuh dengan para binatang. Meskipun sulit, namun aku terus berusaha untuk dapat hidup normal, yang hanya menyukai dan mencintai suamiku seorang. Aku ingin menjalani hidup baru yang bahagia bersama suamiku. Piko dan Bleki pun aku tinggalkan bersama dengan Sherly di rumahku karena aku ikut suamiku.

Namun…

“Ngmhhh… iyah, terus entotin Angel” erangku keenakan menikmati genjotan penis di liang vaginaku. Penis itu mengaduk vaginaku dengan amat liar. Si empunya penis sepertinya juga sangat kenikmatan, dia mengeram tidak henti-hentinya dari tadi. Ya, aku sedang bersetubuh saat ini. Bersetubuh dengan suamiku? Hihihi… tentu saja tidak!! Suamiku sedang ada perjalanan dinas keluar kota saat ini. Lalu dengan siapa? Tapi kalian jangan kasih tau suamiku yah? Itu dengan…. anjing. Anjing liar yang biasa berkeliaran di sekitar rumahku. Begitulah, aku pikir aku bisa melepaskan kehidupan liarku itu, tapi ternyata tidak. Aku masih belum bisa membuang rasa nikmatnya bercinta dengan hewan. Karena ternyata memang merekalah yang betul-betul dapat memberikan sebuah kepuasan padaku, kepuasan yang tidak bisa ku dapatkan dari manusia.

# Sherly

Aku turut bahagia Kak Angel sudah menikah dan ikut suaminya. Untung Piko dan Bleki gak ikut pergi juga, jadi aku bisa terus kawin dengan mereka, hihihi. Seperti saat sekarang ini, aku sedang kawin dengan Bleki dan Piko, tapi sambil ada pria duduk manis di sana yang asik menonton aksiku. Pak Maun? Bukan, tapi … pacarku!!

Begitulah, waktu itu aku ketahuan sedang ngentot-ngentotan dengan Bleki dan Piko di rumah. Tidak sadar kalau ternyata pacarku ini datang berkunjung. Tapi aku tidak menyangka juga, kalau pacarku ini ternyata suka melihat hal-hal seperti ini. Katanya ini fantasi terliarnya tentang perempuan. Jadilah seperti saat sekarang, dia menonton aksiku yang sedang bersenggama dengan anjing sambil dia asik mengocok penisnya sendiri. Dia terima kalau aku hanya memperbolehkannya menonton saja, membiarkan pacarnya ini kawin dengan binatang dihadapan matanya, membiarkan anjing ini menghujam vagina pacarnya yang bahkan tidak pernah dia rasakan itu. Seperti itu terus selama kami berpacaran, dia hanya sekedar menonton!! Bahkan saat aku sudah menikah, aku malam pertama dengan anjing, bukan dengan suamiku. Pacarku yang kini sudah menjadi suamiku ini tidak mempermasalahkannya, karena ini juga merupakan fantasinya melihat kekasihnya disetubuhi binatang. Meski kami sudah menikahpun dia tetap belum pernah menyetubuhi vaginaku, paling hanya anusku saja. Entah sampai kapan terus begini aku juga tidak tahu. Meskipun begitu, dia tetap dan selalu mencintaiku walau dia tahu kalau hatiku terbagi untuknya dan untuk para hewan.

Pelajaran yang dapat diambil:
1. Hewan juga makhluk hidup, sayangilah mereka sebagaimana menyayangi kekasihmu.
2. Tidak ada penis manusia, penis binatangpun jadi.
3. Santuni anjing liar dan terlantar.

TAMAT

Gudang cerita 17 xxx

http://cerita17.club

click here
Tags : Cerita Sex Sama Hewan
Share us on Facebook



Wap Partner
Komik XXX
Komik Hentai
Manga Hentai
Komik Hentai Indo
Gambar Bugil
Cerita 17

6 Situs Terpopuler: Google.com, Google.co.id, Alexa.com, Bing.com, Yahoo.com, CERITA17.club


DMCA.com Protection Status
C-STAT
Cerita Dewasa
© 2015 Cerita17.Club
All Right Reserved